{"id":3909,"date":"2025-06-29T07:28:00","date_gmt":"2025-06-29T07:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=3909"},"modified":"2025-09-29T07:32:44","modified_gmt":"2025-09-29T07:32:44","slug":"fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/","title":{"rendered":"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"3909\" class=\"elementor elementor-3909\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-04b4325 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"04b4325\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6abbb22 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"6abbb22\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1707\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg\" class=\"attachment-full size-full wp-image-3910\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg 2560w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-300x200.jpg 300w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-768x512.jpg 768w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-94226c7 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"94226c7\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-afb0c3a elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"afb0c3a\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h5 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Mengenal Prodi S1 Pariwisata Unesa <\/h5>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d394fcd e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"d394fcd\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d4e1b62 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"d4e1b62\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h1 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas<\/h1>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-18ffd6d4 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"18ffd6d4\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-73a921cc elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"73a921cc\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p><strong><em>Industri pariwisata terus bergerak. Sejalan dengan itu, muncul kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan membawa semangat keberlanjutan. Unesa satu langka di depan, pun menghadirkan Program Studi S1 Pariwisata, yang berada dalam naungan Fakultas Teknik. Seperti apa prospek dan keunggulannya?<\/em><\/strong><\/p>\n\n<p>Program Studi S1 Pariwisata membawa semangat baru menjadikan pariwisata bukan sekadar sektor hiburan, tetapi bagian dari instrumen pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi. Menurut Koordinator Program Studi S1 Pariwisatya, Nurul Farikhatir Rizkiyah, MPd, pendirian prodi baru ini dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan secara nasional SDM yang unggul di bidang pariwisata. Apalagi, Indonesia, dengan kekayaan budaya dan alam yang luar biasa, tentu membutuhkan lebih dari sekadar promosi, tapi juga diperlukan pengelolaan yang cerdas dan berkelanjutan.<\/p>\n\n<p>\u201cKami ingin hadir sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan dan peluang global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan kearifan budaya,\u201d ujar Nurul.<\/p>\n\n<p>Prodi ini, kata Nurul, menargetkan lulusan yang kompeten secara akademik dan profesional dalam bidang pengembangan destinasi wisata, perjalanan wisata, dan hospitaliti. Selain itu, program ini dirancang untuk membentuk pribadi yang kreatif, adaptif, dan siap menjadi pelaku perubahan di komunitasnya masing-masing.<\/p>\n\n<p>Berbeda dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain, Prodi S1 Pariwisata Unesa memiliki wawasan kewirausahaan global, dengan perhatian khusus pada pariwisata berkelanjutan (<em>sustainable tourism<\/em>) dan pengembangan desa wisata berbasis komunitas, terutama di kawasan Jawa Timur.<\/p>\n\n<p>\u201cIsu-isu seperti gastronomi lokal, kebijakan pariwisata, dan inovasi produk wisata berbasis budaya menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam aktivitas lapangan, pengabdian masyarakat, dan proyek riset mahasiswa,\u201d terangnya.<\/p>\n\n<p>Mahasiswa Prodi S1 Pariwisata mempelajari spektrum ilmu yang luas. Nurul mengatakan, kurikulum dirancang menyentuh berbagai aspek, mulai dari manajemen wisata hingga aspek sosial-budaya dan keberlanjutan. \u201cMata kuliah unggulannya antara lain Gastronomi Jawa Timur, Pemasaran Digital Pariwisata, Mitigasi Kebencanaan Pariwisata dan Pengelolaan Bisnis Event (MICE),\u201d jelasnya.<\/p>\n\n<p>Sementara itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan mengacu pada <em>Outcome Based Education <\/em>(OBE) berpadu dengan model <em>student-centered learning<\/em> dan standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). \u201cDengan demikian, lulusan tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap kerja yang sesuai kebutuhan industri,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n<p>Saat ini, Prodi S1 Pariwisata telah memiliki lima dosen <em>homebase<\/em> dengan spesialisasi di bidang hospitaliti, destinasi wisata, dan manajemen perjalanan. Hebatnya, seluruh dosen tersebut, telah memiliki sertifikasi kompetensi BNSP.<\/p>\n\n<p><strong>Gandeng Dosen Politeknik Kemenparekraf<\/strong><\/p>\n\n<p>Yang menarik, Prodi S1 Pariwisata Unesa juga menggandeng dosen dari politeknik pariwisata di bawah Kemenparekraf seperti Poltekpar Bandung dan Bali, perguruan tinggi swasta terkemuka, dan praktisi dari industri pariwisata nasional. \u201cKami percaya pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar pembelajaran tidak hanya teoritis, tapi juga kontekstual dan aplikatif,\u201d jelas Nurul.<\/p>\n\n<p>Meski terbilang baru, Prodi S1 Pariwisata Unesa telah merintis pembangunan berbagai laboratorium praktik yang mendukung kompetensi mahasiswa. Beberapa fasilitas yang sedang dan telah dikembangkan antara lain \u00a0<em>Laboratorium Tour &amp; Travel<\/em>, <em>Laboratorium Housekeeping<\/em>, \u00a0dan Laboratorium MICE <em>(Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)<\/em>.<\/p>\n\n<p>\u201cUntuk fasilitas <em>hospitality<\/em> seperti pengolahan makanan dan tata hidang, saat ini prodi berkolaborasi dengan Prodi S1 Pendidikan Tata Boga Unesa. Kolaborasi itu menunjukkan semangat sinergi antarprogram studi dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa lintas bidang,\u201d bebernya.\u00a0<\/p>\n\n<p>Nurul menambahkan, Prodi S1 Pariwisata Unesa juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dinas pariwisata daerah, hingga pelaku industri nasional dan internasional. \u201cKerja sama ini mencakup program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum berbasis industri, kegiatan penelitian terapan, kuliah tamu oleh praktisi industri, dan lain sebagainya,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n<p>Untuk memperkuat keorganisasian mahasiswa, Prodi S1 Pariwisata juga tengah merintis pembentukan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP). Saat ini, organisasi kemahasiswaam masih bergabung sementara dengan HMP Pendidikan Tata Boga, namun proses pembentukan HMP Pariwisata secara mandiri tengah dipersiapkan. \u201cHMP akan menjadi wadah pengembangan kepemimpinan, kreativitas, dan jejaring. Mahasiswa kami diarahkan aktif dalam organisasi, tidak hanya akademik,\u201d jelas Nurul.<\/p>\n\n<p>Pada tahun ajaran pertama 2024, Prodi S1 Pariwisata telah menerima 27 mahasiswa melalui jalur prestasi (SNBP), 43 mahasiswa melalui jalur tes tulis (SNBT), dan kuota tambahan 30 mahasiswa tersedia melalui jalur mandiri. \u201cTarget kami 90 mahasiswa per angkatan. Kami telah menyiapkan strategi promosi digital dan penyempurnaan proses rekrutmen untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n<p>Progresivitas juga ditunjukkan Prodi S1 Pariwisata Unesa. Hingga tahun 2026, prodi ini telah merancang beberapa target utama, yakni Akreditasi \u201cBaik Sekali\u201d dari BAN-PT, kurikulum berbasis OBE dan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), laboratorium mandiri yang dikelola langsung oleh prodi, kemitraan strategis dengan minimal 10 industri nasional dan internasional, penambahan dosen tetap berkualifikasi S3 dan praktisi industri sebagai pengajar.<\/p>\n\n<p>Di balik angka-angka, kurikulum, dan fasilitas, Prodi S1 Pariwisata Unesa sejatinya sedang merintis perjalanan yang lebih besar, yakni membentuk generasi baru pelaku pariwisata yang tidak hanya mampu memimpin, tapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. <strong>@prisma<\/strong><\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c1b5e5e elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"c1b5e5e\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a26b401 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a26b401\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Bagikan artikel ini<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Prodi S1 Pariwisata Unesa Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas Industri pariwisata terus bergerak. Sejalan dengan itu, muncul kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan membawa semangat keberlanjutan. Unesa satu langka di depan, pun menghadirkan Program Studi S1 Pariwisata, yang berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3910,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_header_footer","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-3909","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kiprah-lembaga"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal Prodi S1 Pariwisata Unesa Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas Industri pariwisata terus bergerak. Sejalan dengan itu, muncul kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan membawa semangat keberlanjutan. Unesa satu langka di depan, pun menghadirkan Program Studi S1 Pariwisata, yang berada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-29T07:28:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:32:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7\"},\"headline\":\"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas\",\"datePublished\":\"2025-06-29T07:28:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T07:32:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/\"},\"wordCount\":780,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/IMG_5743-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Kiprah Lembaga\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/\",\"name\":\"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/IMG_5743-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-29T07:28:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T07:32:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/IMG_5743-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/IMG_5743-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas - Majalah Unesa","og_description":"Mengenal Prodi S1 Pariwisata Unesa Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas Industri pariwisata terus bergerak. Sejalan dengan itu, muncul kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan membawa semangat keberlanjutan. Unesa satu langka di depan, pun menghadirkan Program Studi S1 Pariwisata, yang berada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2025-06-29T07:28:00+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:32:44+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7"},"headline":"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas","datePublished":"2025-06-29T07:28:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:32:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/"},"wordCount":780,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg","articleSection":["Kiprah Lembaga"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/","name":"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg","datePublished":"2025-06-29T07:28:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:32:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_5743-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/fokus-pariwisata-berkelanjutan-dan-pengembangan-desa-wisata-berbasis-komunitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fokus Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/majalahunesa.my.id"],"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3909"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3921,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3909\/revisions\/3921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}