{"id":3925,"date":"2025-06-29T07:37:00","date_gmt":"2025-06-29T07:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=3925"},"modified":"2025-09-29T07:59:21","modified_gmt":"2025-09-29T07:59:21","slug":"keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/","title":{"rendered":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"3925\" class=\"elementor elementor-3925\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-37c9077 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"37c9077\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-bdb3c88 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"bdb3c88\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"594\" height=\"735\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-2808\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg 594w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9-242x300.jpg 242w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9-10x12.jpg 10w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5848523 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"5848523\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6c04f59 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"6c04f59\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h1 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif<\/h1>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-31118570 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"31118570\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-e5cdbca elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"e5cdbca\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p>DALAM konteks proses kreatif penulis, semakin ke sini saya semakin yakin bahwa tidak ada karya kreasi manusia 100% asli, sebab tidak ada manusia berkarya dari nol. Untuk berkarya, dia memiliki ide matang yang harus diekspresikan, dan untuk sampai di situ dia memiliki bekal pengetahuan (<em>prior knowledge<\/em>) dan mendapat stimulus sebagai pemicu (<em>trigger<\/em>).<\/p>\n\n<p>Dengan kata lain, inspirasi (calon embrio karya) hadir pada seseorang ketika dia memiliki bekal pengetahuan tentang sesuatu dan mendapatkan pemicu yang tepat. Bekal pengetahuan itu sendiri telah diperolehnya dari membaca, mengamati, berbincang dengan orang lain, dan sebagainya.<\/p>\n\n<p>Orang yang tidak memiliki bekal pengetahuan tentang perpajakan, misalnya, dia tidak akan terinspirasi spesifik tentang perpajakan, meski dia membaca berbagai informasi tentang pajak. Jika diminta untuk berbicara atau menulis, ucapan atau tulisannya pasti tidak ada isinya alias <em>nyampah<\/em>. Maka, membaca, mengamati, berbincang dengan orang lain, dan sebagainya membuat dia terinspirasi.<\/p>\n\n<p>Dengan demikian, setiap penulis akan mengalami keterpengaruhan dalam berkarya kreatif. Setiap penulis akan \u201cmeminjam\u201d atau \u201cmenggunakan\u201d sebagian ide penulis lain dalam menghasilkan karyanya. Dalam dunia akademik, penulis demikian disebut telah mensitasi penulis (<em>author<\/em>) lain. Dalam dunia kreatif, penulis demikian\u2014saya kira lebih tepat dikatakan \u201cterpengaruh\u201d.<\/p>\n\n<p>Dalam dunia akademik, ada cek similaritas dengan Turnitin. Pengecekan ini dikenal dengan istilah \u2018cek plagiasi\u2019\u2014padahal yang dicek bukan tingkat perbedaannya, melainkan similaritasnya. Dengan mengetahui similaritasnya, bisa ditentukan tinggi atu rendah tingkat plagiasinya. Jika skripsi mahasiswa memiliki similaritas 10%, tingkat plagiasinya rendah, dan dia boleh maju ujian.<\/p>\n\n<p>Nah, bagaimana dunia karya kreatif? Apakah perangkat Turnitin juga diterapkan pada karya-karya sastra seperti novel, puisi, drama, atau jurnalisme sastrawi? Sejatinya, amat mungkin Turnitin diterapkan untuk pengecekan itu. Namun, praktik itu tidak selalu digunakan untuk mengetahui orisinalitas karya kreatif, sebagaimana yang berlaku bagi karya-karya akademik.<\/p>\n\n<p>Mengapa? Ada satu hal penting dalam dunia kreatif yang tidak bisa dideteksi dengan Turnitin. Yakni, penulis kreatif menulis karya yang terinspirasi dalam tataran ide atau struktur penulisannya. Karena ini bergerak dalam tataran ide atau struktur penulisan yang <em>intangible<\/em> (abstrak, imaterial, tak terlihat, tak tersentuh), bagaimana membuktikan kemiripan karya seorang penulis dengan karya penulis lainnya?<\/p>\n\n<p>Pernah penyair Chairil Anwar dituduh bahwa puisinya \u201c<em>Karawang Bekasi<\/em>\u201d karya plagiasi dari puisi penyair Amerika Serikat Archibald MacLeish \u201c<em>The Young Dead Soldiers Do Not Speak<\/em><em>\u201d. <\/em>Hal ini menjadi perbincangan lama dalam dunia sastra Indonesia, meski HB Jassin menulis \u201c\u2026meskipun karyanya itu terbilang mirip tapi tetap ada rasa Chairil di dalamnya.\u201d Ada pula novelis yang konon menjiplak dari novel Stephen Crane <em>The Red Badge of Courage<\/em>, tetapi tuduhan itu tak sepenuhnya benar.<\/p>\n\n<p>Saya pikir, plagiarisme karya itu menyangkut bentuk material (<em>tangibel<\/em>) yang dibuktikan kebenarannya. Plagiarisme ya tetap plagiarisme. Namun, karena proses kreatif penulis berada dalam tataran ide dan struktur dasar <em>yang intangible<\/em>, itu lebih layak dikatakan sebagai keterpengaruhan, dan layak ditoleransi. Dalam konteks Afrika, Olofinsao (2017) menekankan bahwa pengaruh tidak meniadakan orisinalitas, tetapi justru menunjukkan daya cipta. Intertekstualitas umum di kalangan penulis Afrika dan bahwa mengakui pengaruh dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kedewasaan.<\/p>\n\n<p>Itulah sebabnya di atas saya katakan bahwa penulis kreatif pada dasarnya mengalami keterpengaruhan oleh penulis lain\u2014kecuali dia benar-benar menulis karya yang ide dan struktur luarnya memiliki kesamaan atau kemiripan tinggi dengan karya penulis lain. Sekali lagi, keterpengaruhan itu ada dalam tataran ide atau struktur dasar penulisannya.<\/p>\n\n<p>Ketika saya menonton film laga kolosal India <em>Baahubali: The Beginnging <\/em>(2015) dan <em>Baahubali: The Conclusion <\/em>(2017), semula saya bertanya-tanya dalam hati, \u201cSepertinya ada yang mirip antara tokoh-tokoh film ini dengan tokoh Mahabharata dan Ramayana. Tapi mana yang mirip ya?\u201d Setelah menonton, saya bersemangat untuk melacak berbagai sumber, dan menemukan jawaban atas penasaran saya tersebut.<\/p>\n\n<p>Ternyata benar, untuk menulis film-film tersebut, Vijayendra Prasad, penulis cerita dan ayah sutradara Rajamouli, menggambarkan Sivagami sebagai bayangan Dewi Kunti (ibunda Pandawa) dan Kaikeyi (ibunda Rama), dan Devasena sebagai sosok pejuang wanita seperti Dewi Sinta (istri Rama) yang menyimbolkan dedikasi, pengorbanan-diri, keberanian, dan kesucian.<\/p>\n\n<p>Sementara itu, tema heroisme <em>Baahubali<\/em> mirip tema dalam <em>Ramayana<\/em> dan <em>Mahabharata<\/em>. Amarenda Baahubali mirip Shri Rama dalam <em>Ramayana<\/em>, sedangkan Bhallaladeva mirip Duryodana dalam <em>Mahabharata<\/em>. Lalu, Bijjaladeva (ayah Bhallaladeva, suami Sivagami) merupakan representasi Sangkuni tokoh pintar tapi licik dalam epos <em>Mahabharata; <\/em>sementara kematian Bhadrudu dalam film ini mirip kematian Jayadrata dalam <em>Mahabharata. <\/em>Amarendra\/Mahendra, diperankan oleh Prabhas, merupakan tokoh campuran lima Pandawa.<\/p>\n\n<p>\u00a0Lalu, film <em>Baahubali 2 <\/em>ber-setting pedesaan dan pegunungan India tatkala Mahendra tinggal dan dibesarkan Sanga. Juga setting kerajaan Mahismati yang sangat megah. Kemegahan ini mengingatkan kita pada film perang sangat terkenal, yakni <em>Troy<\/em> (2004); sementara adegan-adegan laganya mirip dengan film-film China seperti <em>Crouching Tiger, Hidden Dragon<\/em> (2000) atau <em>Monggol: The Rise of Gengis Khan<\/em> (2007).<\/p>\n\n<p>Pertanyaannya, apakah dengan kemiripan dari tataran ide, termasuk penciptaan karakter tokoh tersebut, merupakan plagiasi berkat inspirasi yang hadir karena Vijayendra Prasad telah membaca atau menonton karya-karya sebelumnya? Agaknya istilah katerpengaruhan lebih bersahabat dari pada plagiasi, sebab secara material (baik ide maupun struktur) tidak bisa dibuktikan secara jelas.<\/p>\n\n<p>Paparan di atas telah menjawab pertanyaan itu, termasuk contoh kasus penciptaan dan produksi film <em>Baahubali 1-2<\/em>. Sekali lagi, penulis harus tetap memegang integritas dan tanggungjawab sebagai penulis yang bermartabat. Kata Gol A Gong (2022), dalam sekapur sirih bukunya, \u201cPada Akhirnya, Penulis Mengabdi kepada Pembacanya\u201d secara bijaksana.[]<\/p>\n\n<p><em>* Much. Khoiri (nama pena Dr. Much. Koiri, M.Si) adalah dosen FBS Unesa, sponsor literasi, editor\/penulis berlisensi, menulis 79 buku. Buku terbaru \u201cBecoming a Creative Writer: Proses Kreatif Menuju Buku Paling Dicari\u201d (2025).<\/em><\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f34919e elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"f34919e\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4de567a elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4de567a\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Bagikan artikel ini<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif DALAM konteks proses kreatif penulis, semakin ke sini saya semakin yakin bahwa tidak ada karya kreasi manusia 100% asli, sebab tidak ada manusia berkarya dari nol. Untuk berkarya, dia memiliki ide matang yang harus diekspresikan, dan untuk sampai di situ dia memiliki bekal pengetahuan (prior knowledge) dan mendapat stimulus sebagai pemicu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_header_footer","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-3925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gagasan"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif DALAM konteks proses kreatif penulis, semakin ke sini saya semakin yakin bahwa tidak ada karya kreasi manusia 100% asli, sebab tidak ada manusia berkarya dari nol. Untuk berkarya, dia memiliki ide matang yang harus diekspresikan, dan untuk sampai di situ dia memiliki bekal pengetahuan (prior knowledge) dan mendapat stimulus sebagai pemicu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-29T07:37:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:59:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7\"},\"headline\":\"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif\",\"datePublished\":\"2025-06-29T07:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T07:59:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/\"},\"wordCount\":859,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg\",\"articleSection\":[\"Gagasan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/\",\"name\":\"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-29T07:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T07:59:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg\",\"width\":594,\"height\":735},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif - Majalah Unesa","og_description":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif DALAM konteks proses kreatif penulis, semakin ke sini saya semakin yakin bahwa tidak ada karya kreasi manusia 100% asli, sebab tidak ada manusia berkarya dari nol. Untuk berkarya, dia memiliki ide matang yang harus diekspresikan, dan untuk sampai di situ dia memiliki bekal pengetahuan (prior knowledge) dan mendapat stimulus sebagai pemicu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2025-06-29T07:37:00+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:59:21+00:00","og_image":[{"width":594,"height":735,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7"},"headline":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif","datePublished":"2025-06-29T07:37:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:59:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/"},"wordCount":859,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg","articleSection":["Gagasan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/","name":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg","datePublished":"2025-06-29T07:37:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:59:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-15.38.27_3638bce9.jpg","width":594,"height":735},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/keterpengaruhan-dalam-penulisan-kreatif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keterpengaruhan dalam Penulisan Kreatif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/2dfe56075a2c61631370d716c113cab7","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c02a0c87e0dafc85961cd79c6c61b67a7b1b45ef24b285c398c49dc89fa7cfe?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/majalahunesa.my.id"],"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3925"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3933,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3925\/revisions\/3933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}