{"id":4113,"date":"2025-07-01T02:20:05","date_gmt":"2025-07-01T02:20:05","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=4113"},"modified":"2026-04-09T03:46:13","modified_gmt":"2026-04-09T03:46:13","slug":"raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Perempuan kelahiran Kota Malang ini menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari S1, S2, hingga S3 di Universitas Brawijaya dengan konsentrasi Ilmu Ekonomi. Keputusan untuk langsung melanjutkan studi tanpa jeda didorong penuh oleh pesan kedua orang tuanya, yang berasal dari keluarga pendidik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOrang tua saya selalu menekankan, selesaikan sekolah dulu supaya ketika bekerja tidak ada lagi tanggungan. Menempuh studi ini juga saya niatkan sebagai bagian dari kewajiban menuntut ilmu dalam Islam, sekaligus bentuk bakti kepada orang tua melalui pendidikan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Maula, demikian nama akrabnya, berhasil meraih gelar doktor di usia 28 tahun, sebuah pencapaian yang menginspirasi banyak orang. Ia menjelaskan bidang ekonomi dipilih bukan tanpa alasan. Menurutnya, Ilmu Ekonomi bersifat general dan memberikan fleksibilitas untuk memahami berbagai bidang seperti akuntansi, manajemen, kebijakan publik, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perjuangan Meraih Gelar Doktor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tahun pertama studi S3 menjadi titik balik yang penuh ujian bagi Maula. Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam yang membuatnya sempat menunda mengerjakan disertasi selama setahun.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItu titik terendah saya. Tapi saya sadar, S3 adalah tanggung jawab yang sudah saya pilih. Dengan dorongan dari sang ibu, saya bangkit dan mengingat tujuan awal saya,\u201d kenangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Maula menceritakan perjalanan menuju gelar doktor baginya bukan sekadar urusan akademik. Ia menemukan bahwa semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, maka semakin sedikit pula teman diskusi yang nyambung secara topik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cS3 itu perjuangannya lebih melawan diri sendiri, seperti rasa malas, jenuh, dan pikiran yang terkadang untuk menyerah,\u201d ujarnya. Perjuangan Maula diawali ketika ia kerap membantu penelitian dosen dan orang tuanya semasa kuliah. Baginya, kegiatan tersebut sarana berlatih memahami riset dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, mulai dari penyusunan rancangan penelitian hingga mengolah hasilnya menjadi karya ilmiah yang berdampak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4115\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-768x1024.jpg 768w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-225x300.jpg 225w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-1152x1536.jpg 1152w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-1536x2048.jpg 1536w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-9x12.jpg 9w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256310-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Riset Berdampak Pertanian di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketertarikan Maula pada isu ekonomi pariwisata pendesaan diawal studi S1 berkembang menjadi kepedulian terhadap sektor pertanian. Disertasinya berjudul \u201cAnalisis Model Pertanian Organik bagi Konsumen dan Produsen berbasis Community Supported Agriculture (CSA) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Indonesia\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Inspirasi topik ini datang dari cerita temannya yang studi di Eropa, di mana petani hidup lebih sejahtera dan dihargai. \u201cSaya berpikir, kenapa di Indonesia, yang negara agraris, petani masih termarginalkan? Padahal mereka tulang punggung pangan bangsa,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui konsep CSA yang masih jarang berkembang di Indonesia, Maula ingin mendorong pertanian organic berbasis komunitas. Model ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan pertani sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian tanpa stigma pekerjaan berat dan kurang menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal kuliah, Maula memegang prinsip yang ia pegang dari nasihat dosennya, bahwa penelitian harus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Artinya jangan egois meneliti hanya untuk kepentingan capaian akademik pribadi, tetapi harus ada kontribusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan, terutama bagi kelompok yang terpinggirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, tidak ada tips khusus untuk sukses dalam menyelesaikan studi S3, yang terpenting adalah niat, konsisten dari awal hingga akhir, disiplin, dan keterbukaan pikiran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan mengurung diri pada satu pola pikir. Banyak hal baru lahir dari pikiran yang terbuka, jangan takut untuk mencoba\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjaga produktivitasnya, dosen muda ini menceritakan rutinitasnya melakukan yoga dan meditasi sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan akademik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenulis disertasi itu penuh tekanan. Dengan olahraga ini membantu saya tetap fokus dan produktif. Selain itu, saya juga selalu berdoa kepada Allah agar diberikan kelancaran dalam segala hal,\u201d cerita Maula.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, pendidikan tinggi bukan tujuan akhir, melainkan bekal untuk memberi dampak positif yang lebih luas dan berdampak nyata di masyarakat. Ia meyakini bahwa belajar adalah proses seumur hidup dan perjalanan tanpa akhir. \u201cBelajar itu tidak berhenti karena saya sudah lulus doktor,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai dosen baru di FEB Unesa, Maula berharap semakin banyak peluang bagi dosen untuk menempuh pedidikan lanjut, baik dari segi publikasi maupun kesempatan studi di dalam dan luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemakin banyak dosen berkualitas, semakin besar manfaat yang bisa diberikan dan dirasakan oleh mahasiswa,\u201d pungkasnya.<strong>@<\/strong><strong>TimMajalahUnesa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n<p>Bagikan artikel ini<\/p>\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perempuan kelahiran Kota Malang ini menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari S1, S2, hingga S3 di Universitas Brawijaya dengan konsentrasi Ilmu Ekonomi. Keputusan untuk langsung melanjutkan studi tanpa jeda didorong penuh oleh pesan kedua orang tuanya, yang berasal dari keluarga pendidik. \u201cOrang tua saya selalu menekankan, selesaikan sekolah dulu supaya ketika bekerja tidak ada lagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4114,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-4113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosok"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perempuan kelahiran Kota Malang ini menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari S1, S2, hingga S3 di Universitas Brawijaya dengan konsentrasi Ilmu Ekonomi. Keputusan untuk langsung melanjutkan studi tanpa jeda didorong penuh oleh pesan kedua orang tuanya, yang berasal dari keluarga pendidik. \u201cOrang tua saya selalu menekankan, selesaikan sekolah dulu supaya ketika bekerja tidak ada lagi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-01T02:20:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T03:46:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256308-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-07-01T02:20:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T03:46:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":630,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/1000256308-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Sosok\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/\",\"name\":\"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/1000256308-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-01T02:20:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T03:46:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/1000256308-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/1000256308-scaled.jpg\",\"width\":1920,\"height\":2560},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia - Majalah Unesa","og_description":"Perempuan kelahiran Kota Malang ini menyelesaikan seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari S1, S2, hingga S3 di Universitas Brawijaya dengan konsentrasi Ilmu Ekonomi. Keputusan untuk langsung melanjutkan studi tanpa jeda didorong penuh oleh pesan kedua orang tuanya, yang berasal dari keluarga pendidik. \u201cOrang tua saya selalu menekankan, selesaikan sekolah dulu supaya ketika bekerja tidak ada lagi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2025-07-01T02:20:05+00:00","article_modified_time":"2026-04-09T03:46:13+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":2560,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256308-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia","datePublished":"2025-07-01T02:20:05+00:00","dateModified":"2026-04-09T03:46:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/"},"wordCount":630,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256308-scaled.jpg","articleSection":["Sosok"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/","name":"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256308-scaled.jpg","datePublished":"2025-07-01T02:20:05+00:00","dateModified":"2026-04-09T03:46:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256308-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1000256308-scaled.jpg","width":1920,"height":2560},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/raih-gelar-doktor-di-usia-muda-riset-kesejahteraan-petani-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Riset Kesejahteraan Petani di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4113"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4174,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113\/revisions\/4174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}