{"id":4242,"date":"2025-12-02T06:37:19","date_gmt":"2025-12-02T06:37:19","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=4242"},"modified":"2026-04-24T07:03:29","modified_gmt":"2026-04-24T07:03:29","slug":"tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/","title":{"rendered":"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Jepang dikenal memiliki sistem pendidikan yang tertib, budaya kerja yang disiplin, dan manajemen sekolah yang terstruktur.\u201d<\/em> Salsa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salsa Bil Allzahra (Salsa), mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan,&nbsp; Universitas Negeri Surabaya angkatan 2023 mendapatkan kesempatan berharga mengikuti program magang dan volunteer internasional di Jepang melalui Dejavato Group. Pengalaman di Negeri Sakura itu menjadi pembuka sudut pandang baru tentang pendidikan, etos kerja, dan ragam budaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salsa awalnya hanya mencari informasi program internasional melalui media sosial. Begitu melihat Dejavato Group dan membaca pengalaman para alumni yang pernah mengikuti program tersebut, ia semakin yakin untuk mendaftar. Jepang menjadi tujuan utama karena sesuai dengan fokus studinya. \u201cJepang dikenal memiliki sistem pendidikan yang tertib, budaya kerja yang disiplin, dan manajemen sekolah yang terstruktur,\u201d ujarnya mengenai alasan memilih Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain alasan akademik, ketertarikannya pada budaya Jepang juga menjadi alasan Salsa. Apalagi, selama ini ia hanya mengetahui Jepang melalui film, artikel, atau kelas perkuliahan. Karena itu, kesempatan menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari-hari menjadi daya tarik bagi Salsa. \u201cJepang merupakan tempat yang tepat untuk melihat manajemen pendidikan diimplementasikan secara nyata mulai dari sekolah hingga lingkungan sosialnya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Jepang, melalui program <em>Kamodani \u2013 Sudachi Project,<\/em> Salsa ditempatkan di industri pengolahan bahan pangan. Ia belajar mengenai proses produksi, alur distribusi, dan perusahaan mengatur sumber daya manusia secara efisien. Ia juga menyaksikan langsung pekerja Jepang menjaga ketelitian pada setiap proses. Etos kerja ini menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa yang kelak akan berkecimpung dalam dunia pendidikan. \u201cMereka bekerja dengan sangat teliti. Setiap detail diperhatikan. Budaya kerja itu memberi saya sudut pandang baru tentang profesionalitas,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya magang, Salsa juga aktif dalam berbagai kegiatan <em>volunteer<\/em>. Ia mengikuti aktivitas desa, menghadiri festival lokal, hingga berbaur dengan masyarakat setempat. Melalui kegiatan tersebut, ia belajar memahami nilai-nilai sosial Jepang yang mengutamakan kebersamaan, kesopanan, dan saling menjaga lingkungan. Ia juga bertemu dengan volunteer dari berbagai negara. \u201cBertemu orang-orang dari berbagai negara membuat saya sadar bahwa pendidikan multikultural itu penting. Kita jadi belajar cara berkomunikasi dan menghargai perbedaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama mengikuti program, Salsa juga mendapat kesempatan mengunjungi beberapa sekolah di Tokushima. Observasi tersebut memperkaya wawasannya mengenai sistem pendidikan Jepang yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab sejak usia dini. Ia melihat guru mengelola kelas dengan rapi, siswa terbiasa membereskan ruangan, dan kedisiplinan yang diterapkan tanpa tekanan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/14cf3227-08d1-40c6-a973-81d50721ef70-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4244\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/14cf3227-08d1-40c6-a973-81d50721ef70-768x1024.jpg 768w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/14cf3227-08d1-40c6-a973-81d50721ef70-225x300.jpg 225w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/14cf3227-08d1-40c6-a973-81d50721ef70-9x12.jpg 9w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/14cf3227-08d1-40c6-a973-81d50721ef70.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Relevan dengan Mata Kuliah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah mata kuliah yang ia pelajari di Unesa, terbukti sangat relevan. Mata kuliah Manajemen Layanan Pendidikan, misalnya, membantu Salsa memahami alur kerja lembaga pendidikan. Sementara itu, mata kuliah Komunikasi Pendidikan membekalinya keterampilan berinteraksi lintas budaya, sedangkan mata kuliah Sosiologi Pendidikan memperkaya pemahamannya tentang karakter masyarakat Jepang. \u201cPengalaman magang ini terasa lebih bermakna karena dapat langsung dikaitkan dengan konsep-konsep teori yang saya pelajari di kampus,\u201d bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski mendapat banyak pengalaman positif, perjalanan ini tentu tidak terlepas dari tantangan. Salsa mengatakan, proses adaptasi budaya serta kendala bahasa menjadi tantangan paling berat yang dihadapi. Selain itu, ritme kerja masyarakat Jepang yang serba cepat, juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah. Ia menyesuaikan diri dengan banyak bertanya, tidak ragu meminta bantuan, dan mempelajari kosakata bahasa Jepang setiap hari agar komunikasi lebih lancar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/3d5f0575-b29c-4f65-b00b-6d1f042c73f6-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4245\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/3d5f0575-b29c-4f65-b00b-6d1f042c73f6-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/3d5f0575-b29c-4f65-b00b-6d1f042c73f6-300x225.jpg 300w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/3d5f0575-b29c-4f65-b00b-6d1f042c73f6-768x576.jpg 768w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/3d5f0575-b29c-4f65-b00b-6d1f042c73f6-16x12.jpg 16w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/3d5f0575-b29c-4f65-b00b-6d1f042c73f6.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk menjaga keseimbangan antara tugas kuliah, kegiatan magang, <em>volunteer<\/em>, dan kebutuhan sehari-hari, Salsa menyusun jadwal harian yang cukup rinci. Ia memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan tugas kuliah dan tetap menjaga waktu istirahat agar tidak kelelahan. \u201cKemampuan mengatur waktu ini menjadi salah satu keterampilan yang saya asah selama mengikuti program,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir program, Salsa merasakan sejumlah pencapaian pribadi. Ia berhasil melakukan observasi industri pangan secara langsung, menerapkan komunikasi dasar bahasa Jepang, dan aktif terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat. Semua pengalaman tersebut memperluas sudut pandangnya sebagai calon pendidik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki wawasan global dan kepekaan budaya. \u201cPengalaman ini membuat saya berkembang, bukan hanya sebagai mahasiswa tetapi juga sebagai pribadi. Saya belajar melihat dunia dengan cara yang lebih terbuka,\u201d kata Salsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berharap pengalaman internasional ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unesa lainnya. Baginya, kesempatan seperti ini terbuka untuk siapa saja yang berani mencoba dan bersedia keluar dari zona nyaman. Salsa yakin bahwa pengalaman di Jepang akan menjadi modal penting bagi masa depannya, terutama ketika kelak mengabdi di dunia pendidikan. \u201cNilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, dan keterbukaan budaya akan saya terapkan dalam lingkungan pendidikan nantinya,\u201d tandasnya. <strong>@Sindy<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Inspiratif Salsa Bil Allzahra Magang Internasional di Jepang<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":4243,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus-berdampak"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Inspiratif Salsa Bil Allzahra Magang Internasional di Jepang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-02T06:37:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-24T07:03:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya\",\"datePublished\":\"2025-12-02T06:37:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-24T07:03:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/\"},\"wordCount\":716,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg\",\"articleSection\":[\"Kampus Berdampak\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/\",\"name\":\"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-02T06:37:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-24T07:03:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya - Majalah Unesa","og_description":"Cerita Inspiratif Salsa Bil Allzahra Magang Internasional di Jepang","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2025-12-02T06:37:19+00:00","article_modified_time":"2026-04-24T07:03:29+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya","datePublished":"2025-12-02T06:37:19+00:00","dateModified":"2026-04-24T07:03:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/"},"wordCount":716,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg","articleSection":["Kampus Berdampak"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/","name":"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg","datePublished":"2025-12-02T06:37:19+00:00","dateModified":"2026-04-24T07:03:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/23be4780-47a9-4462-9865-aaa86dc2319b.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/tertarik-sistem-pendidikan-kedisiplinan-etos-kerja-dan-budaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tertarik Sistem Pendidikan, Kedisiplinan, Etos Kerja dan Budaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4242"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4269,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4242\/revisions\/4269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}