{"id":4252,"date":"2025-12-02T06:44:52","date_gmt":"2025-12-02T06:44:52","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=4252"},"modified":"2026-04-28T01:36:25","modified_gmt":"2026-04-28T01:36:25","slug":"inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/","title":{"rendered":"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Era kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi. Inilah konsep dasar dari Coping Strategi. Pun terobosan atau inovasi dalam berbagai bidang, sejatinya tidak bisa dilepaskan dari Coping Strategi. Dalam bidang pendidikan, era digitalisasi dan revolusi industri 4.0 yang kian melaju mau tak mau membawa dampak perubahan pada lingkup sosial dan kemanusiaan. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pun harus berinovasi menghadapi tantangan zaman, salah satunya memanfaatkan Coping Strategi. Berikut bincang lengkap dengan Pakar Pendidikan IPS Unesa terkait pengimplementasian Coping Strategi dalam pendidikan IPS.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Bisa dijelaskan, hakikat dan konsep Coping Strategi itu seperti?<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti dihadapkan pada situasi sulit atau stres, baik itu psikologis, sosial, dan ekonomi. Stres bersifat negatif dan menjadi ketegangan hidup kronis, ini memerlukan Coping Strategi. Coping adalah proses perilaku, kognitif, dan emosional berkelanjutan dalam mengelola stres atau proses berpikir yang digunakan menghadapi situasi sulit. Dalam dunia pendidikan, setiap peserta didik dan pendidik pasti mengalami situasi yang sulit. Nah, bagaimana bisa lepas dari kesulitan? Mereka harus bisa mengambil inspirasi dari coping strategi. Intinya, Coping Strategi itu bagaimana bisa beradaptasi, bertahan dengan kreativitas dan inovasi kita. Karena itu, pendidik atau peserta didik perlu mengembangkan proses belajar mengajarnya. Itu hakikat Coping Strategi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Permasalahan yang dihadapi pendidikan IPS di Indonesia seperti apa?<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran IPS di Indonesia ini masih berbasis teks. Siswa tidak diajak langsung terjun&nbsp; ke lapangan melihat masyarakat. Padahal, pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, tapi siswa tidak diajak sosialisasi. Akibatnya, jika sudah lulus, mereka tidak bisa menghadapi atau menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Jadi, mereka hanya belajar teori dan hanya mencocokkan teori dengan yang ada di buku. Sebagai contoh jenis-jenis pekerjaan, kenapa kok mereka tidak bisa mengembangkan cita-citanya? Kebanyakan <em>template<\/em>, kalau nggak guru, dokter, ya polisi, ini karena mereka tidak diajak mengenal cita-cita di kehidupan nyata itu seperti apa.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu berbeda dengan pembelajaran di negara maju. Mereka tidak menerapkan hafalan tetapi pemahaman berdasarkan kasus yang terjadi. Guru dan siswa di Indonesia juga masih terikat dengan tuntutan-tuntutan, seperti nilai ujian, nilai tes, atau nilai <em>assesment<\/em> dalam setiap pembelajarannya. Akibatnya, pembelajaran masih berbasis nilai bukan berbasis karya yang menjadi bentuk pemahaman. Jangankan untuk SD atau SMP, untuk mahasiswa saja, kalau ujian, para dosen masih sering hanya berbasis <em>text book<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4254\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-683x1024.jpg 683w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-200x300.jpg 200w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-768x1152.jpg 768w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-8x12.jpg 8w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-3-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana Coping Strategi bermanfaat bagi adaptasi peserta didik dan pendidik di era teknologi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi itu kata kuncinya adaptasi. Adaptasi adakah konsep dasar Coping Strategi. Dalam pendidikan, jika pendidik menerapkannya kepada peserta didik, tentu akan berimbas pada migrasi pesat untuk beradaptasi dengan teknologi. Contoh dalam proses pembelajaran &nbsp;yang lagi tren sekarang adalah bagaimana menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Pendidik bisa mendesain melalui pembelajaran studi kasus, misal membandingkan kasus kondisi ekonomi di kehidupan sehari-hari. Contoh, di bandara ada supermarket yang dibangun tetapi sepi pembeli, sedangkan di pusat perbelanjaan (mall) itu laris. Dari sini, siswa akan belajar, kalau ingin laku maka lokasinya harus trategis berada di pusat kegiatan masyarakat dan akses yang mudah dijangkau. Mereka akan belajar analisis <em>market<\/em>, kenapa kok mereka rame ya, karena lingkungan mendukung, masyarakat juga kelas elit yang banyak sehingga mendukung segmen pasar. Sedangkan kalau di bandara itu supermarketnya nggak terlalu laku karena jauh dari kampung dan lokasinya tidak strategis. Itulah perlunya pembelajaran dikenalkan langsung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana penerapan konsep Coping Strategi dalam modul pembelajaran IPS dan pengembangannya?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengimplementasian Coping Strategi dimulai dari analisis stressor dalam kehidupan manusia. Selanjutnya, bagaimana Coping Strategi mampu membantu dalam pendidikan dengan menggunakannya sebagai bahan ajar IPS. Harapannya akan muncul keterampilan berpikir. Ini sudah saya implementasikan dalam riset pengembangan. Jadi, ini fokus di riset. Pada penelitian pertama itu baru dasar, nanti akan penelitian lanjutan. Jika itu dilakukan, nantinya guru akan terbiasa pembelajarannya <em>out of the box<\/em>, berani mengeksplor lebih, dan berani keluar dari permasalahan yang ada. Pendidik bisa mengembangkan bahan ajarnya, dengan misalkan membuat narasi-narasi pendek untuk dipecahkan para siswa dan mengajak terjun langsung ke masyarakat. Siswa tidak hanya diajak menganalisis mereka yang berhasil menerapkan Coping Strategi tetapi juga mereka yang gagal agar dari keduanya dapat didentifikasi faktor-faktor yang mendasari Coping Strategi, pengelolaan krisis, serta proses pengambilan keputusan secara komprehensif. Setelah itu, mereka diharapkan mampu merumuskan dan membuat skenario tindakan bila menghadapi krisis sejenis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ke depan akan seperti pengembangan Coping Strategi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ke depan, Coping Strategi akan dikembangkan pada lintas disiplin ilmu, bisa di terapkan di berbagai keilmuan lain seperti ekonomi, bisnis, hingga sains. Tetapi, karena pada penelitian awal saya konteksnya IPS sehingga lebih difokuskan pada pembelajaran IPS yang fungsinya untuk menumbuhkan siswa menjadi warga negara yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana harapan terkait pembelajaran IPS?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Harapannya pembelajaran IPS mampu keluar dari <em>text book <\/em>yang bersifat hafalan-hafalan yang mengikat siswa, tetapi mengarah pada praktik kehidupan sehari-hari. Pembelajaran bukan dari menghafal definisi tetapi melihat studi kasus yang ada di dunia nyata. Dengan model pembelajaran tersebut akan memunculkan kreatifitas. <strong>@azhar<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bincang Bersama Pakar Pendidikan IPS, Prof. Dr. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D.<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":4253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-prespektif"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bincang Bersama Pakar Pendidikan IPS, Prof. Dr. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-02T06:44:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-28T01:36:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1698\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1820\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi\",\"datePublished\":\"2025-12-02T06:44:52+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T01:36:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/\"},\"wordCount\":777,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg\",\"articleSection\":[\"Prespektif\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/\",\"name\":\"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-02T06:44:52+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T01:36:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg\",\"width\":1698,\"height\":1820},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi - Majalah Unesa","og_description":"Bincang Bersama Pakar Pendidikan IPS, Prof. Dr. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D.","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2025-12-02T06:44:52+00:00","article_modified_time":"2026-04-28T01:36:25+00:00","og_image":[{"width":1698,"height":1820,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi","datePublished":"2025-12-02T06:44:52+00:00","dateModified":"2026-04-28T01:36:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/"},"wordCount":777,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg","articleSection":["Prespektif"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/","name":"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg","datePublished":"2025-12-02T06:44:52+00:00","dateModified":"2026-04-28T01:36:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Prof-Nasution-1-scaled-e1777340178526.jpg","width":1698,"height":1820},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/inovasikan-coping-strategi-bagi-pembelajaran-ips-dan-peluangnya-di-ranah-ekonomi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inovasikan Coping Strategi bagi Pembelajaran IPS dan Peluangnya di \u00a0Ranah Ekonomi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4252"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4433,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4252\/revisions\/4433"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}