{"id":5105,"date":"2026-02-01T09:52:00","date_gmt":"2026-02-01T09:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=5105"},"modified":"2026-07-27T10:00:41","modified_gmt":"2026-07-27T10:00:41","slug":"kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/","title":{"rendered":"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik kesibukannya mengelola urusan akademik di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Gigih Siantoro memiliki satu aktivitas sederhana yang tak pernah ia tinggalkan hingga kini: kembali berdamai dengan alam melalui memancing. Hobi yang ia tekuni sejak kecil ini bukan sekadar jeda dari rutinitas, tetapi telah menjelma menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya ruang tempat ia belajar tentang kesabaran, kerja keras, rasa syukur, sekaligus cara menikmati hidup dengan lebih tenang dan sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akar yang Tumbuh dari Selokan Jernih Surabaya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah cintanya pada memancing berawal dari masa kecil di Surabaya pada akhir 1980-an. Ketika anak-anak lain menghabiskan waktu dengan layangan atau sepak bola, Gigih kecil justru betah duduk di tepi selokan depan rumahnya yang kala itu masih lebar dan jernih. Ikan-ikan air tawar bergerak bebas, menjadi hiburan sekaligus tantangan bagi bocah berusia tujuh tahun itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cWaktu itu saya SD kelas 1 atau 2, sekitar tahun 1987. Kalau pagi dan sore olahraga, siangnya saya bingung mau ngapain. Akhirnya ya mancing di selokan depan rumah,\u201d kenangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mencari umpan menjadi petualangan tersendiri. Ia dan teman-temannya menyibak rumput mencari cacing. Sesekali, mereka justru menjumpai ular sawah yang membuat semuanya lari tunggang langgang. Namun justru momen-momen itulah yang melekat kuat dalam ingatan petualangan tanpa rencana, kelucuan masa kecil, dan riuh rendah bersama teman sebaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pancingnya pun sederhana, dibuat dari batang bambu yang dipotong sendiri. Senar dipasang seadanya. Namun dari alat-alat sederhana itulah, bakat dan kecintaannya pada dunia memancing mulai terbentuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDulu kalau cari umpan itu seru sekali. Kami nyibak-nyibak rumput buat nyari cacing. Kadang bukannya dapat cacing, malah ketemu ular sawah. Ya langsung lari semua karena masih kecil. Pancingnya juga sederhana. Kami bikin sendiri dari bambu, pasang senar seadanya,\u201d kenangnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537967-1-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5109\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537967-1-edited.jpg 1024w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537967-1-edited-300x169.jpg 300w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537967-1-edited-768x432.jpg 768w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537967-1-edited-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Momen Besar dari Masa Kecil<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sekian banyak pengalaman memancing sejak kecil, ada satu momen yang masih membekas kuat dalam ingatan Gigih. Saat itu ia diajak seorang saudara untuk memancing di kolam harian pengalaman pertama yang membawanya pada tantangan yang lebih besar daripada sekadar memancing di selokan atau sungai kecil dekat rumah. Di tempat itu, ia mendapatkan ikan emas berukuran luar biasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya pernah dapat ikan emas sampai empat kilogram. Rasanya bangga sekali dan senang,\u201d ujarnya mengenang momen tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya di kolam berbayar, di perairan bebas ia juga sering mendapatkan hasil yang tak kalah menarik. Ikan gabus, mujahir, hingga ikan betik menjadi tangkapan yang cukup umum pada masa kecilnya. Jenis-jenis ikan air tawar lokal itu kini mulai jarang ditemui, sehingga kenangan memancingnya terasa semakin bernilai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, pengalaman memancing telah mengajarkannya banyak hal. Mulai dari tantangan mengangkat ikan berukuran besar hingga mengenal ragam ikan lokal di berbagai perairan. Baginya, setiap tempat selalu menghadirkan cerita baru, dan setiap jenis ikan menawarkan sensasi tarikan yang berbeda. Hal-hal sederhana itu pula yang membuatnya merasa bangga setiap kali berhasil menaikkan ikan hasil pancingannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga kini, memancing tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. Bukan hanya di Surabaya dan sekitarnya, ia juga mulai menjelajah laut pinggiran seperti daerah Gresik dan Lamongan. Di laut, ia berburu ikan kerapu, kakap hitam atau yang oleh masyarakat Jawa disebut Cukil menggunakan udang hidup sebagai umpan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSetiap jenis ikan itu punya karakter dan tantangannya sendiri. Tarikan ikan mas beda, patin juga beda lagi. Kalau bandeng dan kakap di laut, sensasinya juga lain. Itu yang bikin nagih,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika memiliki waktu senggang, ia sesekali memancing di kolam harian. Namun sejatinya, alam bebas tetap menjadi pilihannya. Baginya, memancing di laut menghadirkan pengalaman yang berbeda suasana yang membuatnya seolah berdamai dengan alam, menikmati perpaduan angin, air, dan ombak yang menyatu dalam ketenangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas itu menjadi cara efektif untuk menata kembali pikirannya setelah padatnya tugas sebagai pimpinan fakultas. Di laut, ia merasa hidup berjalan lebih damai dan menenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rekreasi Keluarga dan Filosofi Kehidupan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, hobi ini juga menular ke keluarganya. Istri dan anak-anaknya kerap ikut memancing. Bagi Gigih, memancing sudah menjadi bentuk rekreasi keluarga yang penuh kualitas. Ketika pulang dengan ikan yang cukup banyak kadang mencapai 20-40 ekor ia tidak ragu membagikannya kepada tetangga dan saudara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau dimakan sendiri kan nggak habis. Jadi ya berbagi. Itu juga bagian dari sedekah,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari aktivitas memancing yang telah ia jalani sejak kecil hingga dewasa, Gigih merangkum tiga filosofi hidup yang selalu ia bawa ke mana pun ia melangkah. Baginya, memancing adalah tentang kerja keras menyiapkan peralatan, memahami umpan, membaca kondisi air, hingga memastikan setiap detail siap digunakan. Ia juga belajar bahwa memancing menuntut kesabaran. Tidak ada pemancing yang selalu beruntung, dan tidak ada jaminan setiap lemparan kail akan berbuah hasil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik itu semua, memancing juga mengajarkannya untuk bersyukur. Baik ketika pulang membawa banyak ikan maupun saat hanya mendapatkan satu-dua ekor, bahkan ketika tidak mendapat apa pun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPernah satu hari saya memancing dari pagi sampai matahari tenggelam tanpa dapat satu ikan pun. Tapi saya tidak merasa rugi. Justru memancing itu jadi ruang refleksi kadang ngobrol sama teman-teman soal kehidupan, atau sekadar menikmati tenangnya alam,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Memancing sebagai Cabang Olahraga Resmi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang menarik, memancing kini telah berkembang menjadi olahraga masyarakat yang dinaungi oleh Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI). Istilahnya kini dikenal sebagai sport fishing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Gigih, sport fishing menuntut ketelitian, kekuatan fisik, hingga pemahaman teknik.<br>\u201cKalau ikannya besar, nariknya butuh tenaga. Jadi fisik harus siap,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umpan pun kini semakin variative cacing, pelet, acian, pur, hingga mino untuk teknik casting dan jigging. Dunia memancing berkembang pesat, dari yang dulu hanya dianggap sekadar hobi menjadi aktivitas ilmiah dan sportif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baginya, memancing bukan tentang siapa yang paling banyak mendapat ikan. Tetapi bagaimana seseorang belajar berdamai dengan dirinya dan alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMemancing itu tidak hanya soal ikan, Ini tentang menata hidup. Tentang sabar, kerja keras, syukur, dan berserah diri. Kalau kita jalani filosofi itu, hidup terasa lebih Bahagia,\u201d tutupnya. (Ja\u2019far)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, S.Pd., M.Pd. \u2014 Wakil Dekan 1 FIKK Unesa<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":5106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-5105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-senggang"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, S.Pd., M.Pd. \u2014 Wakil Dekan 1 FIKK Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-01T09:52:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-27T10:00:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing\",\"datePublished\":\"2026-02-01T09:52:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-27T10:00:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/\"},\"wordCount\":931,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000537965-e1785146027745.jpg\",\"articleSection\":[\"Senggang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/\",\"name\":\"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000537965-e1785146027745.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-01T09:52:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-27T10:00:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000537965-e1785146027745.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000537965-e1785146027745.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing - Majalah Unesa","og_description":"Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, S.Pd., M.Pd. \u2014 Wakil Dekan 1 FIKK Unesa","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2026-02-01T09:52:00+00:00","article_modified_time":"2026-07-27T10:00:41+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing","datePublished":"2026-02-01T09:52:00+00:00","dateModified":"2026-07-27T10:00:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/"},"wordCount":931,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg","articleSection":["Senggang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/","name":"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg","datePublished":"2026-02-01T09:52:00+00:00","dateModified":"2026-07-27T10:00:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg","width":1024,"height":576},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/kerja-keras-sabar-dan-bersyukur-nilai-hidup-yang-dipetik-dari-memancing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerja Keras, Sabar, dan Bersyukur: Nilai Hidup yang Dipetik dari Memancing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg",1024,576,false],"landscape":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg",1024,576,false],"portraits":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg",1024,576,false],"thumbnail":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745-300x169.jpg",300,169,true],"large":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-683x1024.jpg",683,1024,true],"1536x1536":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg",1024,576,false],"2048x2048":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745.jpg",1024,576,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000537965-e1785146027745-18x10.jpg",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"jafar","author_link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/category\/senggang\/\" rel=\"category tag\">Senggang<\/a>","rttpg_excerpt":"Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, S.Pd., M.Pd. \u2014 Wakil Dekan 1 FIKK Unesa","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5105"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5110,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5105\/revisions\/5110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}