{"id":5241,"date":"2026-04-01T03:33:00","date_gmt":"2026-04-01T03:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=5241"},"modified":"2026-07-30T03:35:38","modified_gmt":"2026-07-30T03:35:38","slug":"dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/","title":{"rendered":"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Tak seperti kebanyakan mahasiswa, masa kuliah identik dengan fokus belajar di kelas dan berorganisasi. Namun bagi Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Onny Fransinata Anggara, S.Psi., M.Psi., Psikolog, masa kuliah justru menjadi titik awal perjalanan panjangnya dalam terjun ke dunia wirausaha.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketertarikan pada dunia bisnis sudah muncul sejak dirinya menempuh studi S1 Psikologi di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Saat itu, ia melihat peluang yang ternyata berdampak besar bagi teman-temannya yang berkuliah di daerah asalnya, Probolinggo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa itu, akses terhadap buku kuliah tidak semudah sekarang. Belum ada buku digital atau toko <em>online<\/em> yang memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan referensi belajar. Kondisi tersebut membuat banyak mahasiswa di Probolinggo harus pergi ke kota besar seperti Malang atau Surabaya hanya untuk membeli buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melihat situasi tersebut, Onny dengan inovasinya kemudian membuka semacam jasa titip pembelian buku bagi mahasiswa di Probolinggo, terutama dari kampus kesehatan yang baru berdiri saat itu. Melalui cara ini, mahasiswa tidak perlu pergi jauh ke kota lain hanya untuk membeli buku, sehingga dapat menghemat waktu sekaligus biaya perjalanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAkhirnya saya menawarkan jasa titip. Awalnya saya tanya dulu ke teman-teman dekat, ternyata mereka antusias. Mereka membuat daftar buku yang dibutuhkan, lalu saya belikan di Malang dengan bekerja sama dengan toko buku, itu berjalan sampai saya lulus sarjana,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"636\" height=\"358\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000593062-1-edited.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5246\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000593062-1-edited.jpg 636w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000593062-1-edited-300x169.jpg 300w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000593062-1-edited-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 636px) 100vw, 636px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Es Krim dari Susu Sapi Desa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat berwirausaha kembali muncul ketika Onny melanjutkan studi program profesi psikolog di Universitas Airlangga Surabaya sekitar tahun 2013-2014. Saat itu, tren pengembangan UMKM dan kewirausahaan sedang berkembang pesat. Ia pun mulai memikirkan peluang usaha yang bisa dijalankan di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keinginan membuka usaha kuliner sempat terhambat karena keterbatasan kemampuan memasak. Ia kemudian mencoba mencari ide yang lebih sederhana dengan melihat potensi yang ada di daerah asalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berasal dari Desa Krucil, Kabupaten Probolinggo, wilayah di lereng Gunung Argopuro yang dikenal sebagai penghasil susu sapi. Hampir setiap hari, para peternak di daerah tersebut menyetorkan susu segar ke koperasi unit desa (KUD) sebelum dikirim ke pabrik pengolahan, Pasuruan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cWaktu itu saya sempat berpikir membuka kafe makanan, tapi saya tidak punya keahlian memasak. Mau bikin pastry juga tidak bisa. Akhirnya saya mencoba melihat potensi dari daerah asal saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi itu kemudian memunculkan ide sederhana di benaknya. Ia melihat susu sapi sebagai bahan yang memiliki banyak potensi untuk diolah menjadi produk lain yang lebih diminati masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya berpikir, kalau susu dijual begitu saja mungkin tidak semua orang suka. Tapi kalau diolah menjadi es krim, hampir semua orang menyukainya,\u201d pikirnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari gagasan tersebut lahirlah Oins Cafe, sebuah kafe es krim yang ia dirikan di Kota Probolinggo. Nama \u2018Oins\u2019&nbsp; sendiri diambil dari nama panggilannya, Oni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada awal merintis usaha, ia mengelola Oins Cafe bersama rekannya hingga berkembang dan mampu mempekerjakan empat orang karyawan. Menariknya, karyawan yang direkrut berasal dari masyarakat sekitar dengan keterbatasan ekonomi dan pendidikan, seperti mereka yang tidak lulus SD atau SMP, ibu rumah tangga, hingga keluarga tukang becak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengungkapkan bahwa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar menjadi salah satu hal yang paling ia sukai dalam menjalankan usaha. Baginya, berwirausaha bukan semata-mata tentang keuntungan atau larisnya produk yang dijual, melainkan juga tentang bagaimana usaha tersebut dapat memberikan penghasilan bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKepuasan itu berkali-kali lipat lebih saya rasakan dibandingkan sekadar mendapatkan keuntungan,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya menyajikan es krim sebagai menu utama, usahanya juga menghadirkan berbagai olahan kreatif. Mulai dari es krim yang dipadukan dengan roti, bubur es krim, hingga minuman dengan campuran es krim yang menjadi favorit pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, ia mengungkapkan Sebelum pandemi Covid-19, usaha tersebut mampu menghasilkan omzet yang cukup menjanjikan. Dalam sehari, cafe tersebut bisa meraih pendapatan antara Rp. 300 ribu hingga Rp. 500 ribu, bahkan meningkat hingga Rp1,5 juta saat ada acara atau momen tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Inovasi Baru: Mie Telur Kepiting<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usahanya tidak berhenti hanya es krim, Onny juga gemar melakukan inovasi pada menu yang disajikan di cafenya. Salah satu menu unik yang sempat menjadi favorit pelanggan adalah mie telur kepiting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ide tersebut muncul dari keinginannya menghadirkan menu mie yang berbeda dari yang lain. \u201cSaya ingin membuat mie yang tidak terlalu Jepang, tidak terlalu Korea, dan juga tidak seperti mie kaki lima. Akhirnya saya terpikir menggunakan telur kepiting sebagai bahan utamanya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usaha itu kemudian dikembangkan bersama sang istri melalui beberapa kali percobaan hingga menemukan cita rasa yang pas. Dari berbagai eksperimen yang dilakukan, akhirnya tercipta menu mie telur kepiting dengan versi mie goreng yang justru lebih disukai pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAwalnya kami mencoba membuat versi kuah, tetapi rasanya kurang pas. Lalu kami coba versi mie goreng dengan telur kepiting dan ternyata rasanya enak, saya sempat ujikan ke teman-teman dan mereka suka,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat cafe masih beroperasi secara penuh, menu tersebut bahkan mampu terjual hingga sekitar 50 porsi mangkok dalam sehari. Namun, karena bahan baku telur kepiting bersifat musiman, menu tersebut tidak selalu tersedia dan hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu ketika bahan bakunya melimpah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki masa pandemi Covid-19, aktivitas cafe pun ikut terdampak. Pembatasan aktivitas masyarakat membuat konsep cafe yang sebelumnya melayani pengunjung secara langsung tidak dapat berjalan seperti biasanya. Kondisi tersebut mendorong Onny untuk menyesuaikan konsep usahanya, bahkan ia terpaksa merumahkan empat karyawannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga saat ini, kedua usaha tersebut tetap berjalan meskipun tren cafe tidak seramai sebelumnya. Konsep usahanya pun berubah dari <em>dine-in<\/em> menjadi <em>takeaway<\/em> dengan pemesanan melalui aplikasi layanan pesan antar baik es krim maupun mie telur kepiting andalannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSekarang saya menjalankan usaha es krim itu bersama istri dari rumah dan tiap hari masih ada yang membelinya. Kalau sedang musim telur kepiting, biasanya kami juga membuat mie telur kepiting lagi dan yang paling ditunggu-tunggu sama orang banyak,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangatnya untuk terus berinovasi tidak berhenti pada usaha kuliner. Ia mengaku memiliki ketertarikan untuk mencoba hal-hal baru, termasuk mencari peluang usaha lain yang dapat dijalankan di tengah situasi yang terus berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Usaha Sukulen di Masa Pandemi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kafe es krim dan mie telur kepiting, Onny juga sempat merintis usaha tanaman hias saat pandemi Covid-19. Usaha tersebut berawal dari kegemarannya terhadap tanaman yang menurutnya mampu menghadirkan suasana positif dan membantu meredakan penat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAwalnya memang karena saya suka tanaman. Menurut saya tanaman itu membawa energi positif, membuat suasana lebih segar dan bisa menghilangkan penat. Ketika pandemi dan cafe harus berhenti, saya berpikir mencari kegiatan lain supaya tidak stres,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari hasil pengamatannya, banyak orang mulai tertarik merawat tanaman ketika <em>lock down<\/em>. Ia kemudian memilih sukulen, sejenis kaktus kecil dengan bentuk yang unik dan beragam. Sebagai usaha karena tanaman ini mudah dirawat, memiliki bentuk unik, serta diminati sebagai tanaman hias maupun cinderamata atau oleh-oleh yang menarik dan tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia kemudian mendatangkan bibit sukulen dari Bandung dalam ukuran kecil untuk dirawat dan dijual kembali di depan halaman rumahnya, Probolinggo. Tanaman tersebut dipasarkan dengan harga yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenisnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSekarang tanamannya masih ada, tapi saya tidak menambah stok baru. Banyak yang masih bertanya ingin membeli, tetapi sementara saya hentikan dulu karena perawatannya cukup menyita waktu di tengah kesibukan saya sebagai Wakil Dekan,\u201d tuturnya. @TimHumas<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak seperti kebanyakan mahasiswa, masa kuliah identik dengan fokus belajar di kelas dan berorganisasi. Namun bagi Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Onny Fransinata Anggara, S.Psi., M.Psi., Psikolog, masa kuliah justru menjadi titik awal perjalanan panjangnya dalam terjun ke dunia wirausaha. Ketertarikan pada dunia bisnis sudah muncul sejak dirinya menempuh studi S1 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5244,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-5241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-senggang"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tak seperti kebanyakan mahasiswa, masa kuliah identik dengan fokus belajar di kelas dan berorganisasi. Namun bagi Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Onny Fransinata Anggara, S.Psi., M.Psi., Psikolog, masa kuliah justru menjadi titik awal perjalanan panjangnya dalam terjun ke dunia wirausaha. Ketertarikan pada dunia bisnis sudah muncul sejak dirinya menempuh studi S1 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-01T03:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-30T03:35:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1194\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"671\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja\",\"datePublished\":\"2026-04-01T03:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-30T03:35:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/\"},\"wordCount\":1143,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000613006-edited.jpg\",\"articleSection\":[\"Senggang\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/\",\"name\":\"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000613006-edited.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-01T03:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-30T03:35:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000613006-edited.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/1000613006-edited.jpg\",\"width\":1194,\"height\":671},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja - Majalah Unesa","og_description":"Tak seperti kebanyakan mahasiswa, masa kuliah identik dengan fokus belajar di kelas dan berorganisasi. Namun bagi Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Onny Fransinata Anggara, S.Psi., M.Psi., Psikolog, masa kuliah justru menjadi titik awal perjalanan panjangnya dalam terjun ke dunia wirausaha. Ketertarikan pada dunia bisnis sudah muncul sejak dirinya menempuh studi S1 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2026-04-01T03:33:00+00:00","article_modified_time":"2026-07-30T03:35:38+00:00","og_image":[{"width":1194,"height":671,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja","datePublished":"2026-04-01T03:33:00+00:00","dateModified":"2026-07-30T03:35:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/"},"wordCount":1143,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg","articleSection":["Senggang"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/","name":"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg","datePublished":"2026-04-01T03:33:00+00:00","dateModified":"2026-07-30T03:35:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg","width":1194,"height":671},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/dari-jasa-titip-buku-hingga-menciptakan-lapangan-kerja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Jasa Titip Buku hingga Menciptakan Lapangan Kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg",1194,671,false],"landscape":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg",1194,671,false],"portraits":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg",1194,671,false],"thumbnail":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited-300x169.jpg",300,169,true],"large":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited-1024x575.jpg",1024,575,true],"1536x1536":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg",1194,671,false],"2048x2048":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited.jpg",1194,671,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1000613006-edited-18x10.jpg",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"jafar","author_link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/category\/senggang\/\" rel=\"category tag\">Senggang<\/a>","rttpg_excerpt":"Tak seperti kebanyakan mahasiswa, masa kuliah identik dengan fokus belajar di kelas dan berorganisasi. Namun bagi Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Onny Fransinata Anggara, S.Psi., M.Psi., Psikolog, masa kuliah justru menjadi titik awal perjalanan panjangnya dalam terjun ke dunia wirausaha. Ketertarikan pada dunia bisnis sudah muncul sejak dirinya menempuh studi S1&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5241"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5247,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241\/revisions\/5247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}