{"id":5318,"date":"2026-05-01T03:20:00","date_gmt":"2026-05-01T03:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=5318"},"modified":"2026-08-12T03:22:54","modified_gmt":"2026-08-12T03:22:54","slug":"biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/","title":{"rendered":"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Tim peneliti Unesa menghadirkan inovasi alternatif snack pendamping Makan Bergizi Gratis (MBG) <em>Moringa Crackers<\/em> atau biskuit daun kelor, yang merupakan inovasi pangan lokal dengan mengemas khasiat dan nutrisi dari Moringa oleifera dalam bentuk makanan yang disukai anak-anak.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian pengembangan produk inovasi prototipe berjudul <em>Standarisasi Produk Moringa Crackers (Biskuit Daun Kelor) sebagai Alternatif Snack Pendamping Makan Bergizi Grati<\/em><strong>s <\/strong>diinisiasi oleh tim peneliti Unesa yang terdiri atas Prof. Dr. Rita Ismawati, S.Pd M.Kes; Prof. Dr. Muhaji, ST, MT; Ita Fatkhur Romadhoni, S.Pd, M.Pd.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"413\" height=\"601\" src=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Screenshot-2026-05-11-085309.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5321\" srcset=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Screenshot-2026-05-11-085309.png 413w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Screenshot-2026-05-11-085309-206x300.png 206w, https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Screenshot-2026-05-11-085309-8x12.png 8w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Tim Peneliti, Prof Rita Ismawati mengatakan, penelitian tersebut merupakan penelitian lanjutan yang sudah dimulai sejak 2014. Produk <em>moringa cracker<\/em> menjadi produk yang dikembangkan sebagai upaya mengeksplor penggunaan daun kelor dalam pembuatan makanan dan minuman yang sarat gizi dan nutrisi. \u201cSebelumnya, produk ini sudah digunakan untuk intervensi balita kurang gizi dan balita stunting,\u201c ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk ini terus dikembangkan hingga mencoba untuk makanan pendamping dalam program MBG. Tahun lalu, tim peneliti Unesa masih menganalisis tingkat penerimaan atau kesuakaan siswa terhadap biskuit daun kelor sebagai snack pendamping MBG. Selanjutnya akan dilakukan penelitian pengaruh biskuit daun kelor sebagai snack pendamping MBG terhadap status gizi, status anemia, dan tingkat konsentrasi belajar siswa penerima program MBG.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan dilakukan semata agar produk yang sudah berkembang tidak hanya berhenti sebatas intervensi penelitian. Pada tahun ini (2025), sudah dikembangkan dengan standarisasi produk. Tujuannya, untuk mendapatkan izin edar yang terdiri atas Nomor Induk Berusaha (NIB), SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga<em>) <\/em>dan sertifikat halal yang dikeluarkan dari BP POM MUI. \u201cJika sudah lengkap izinnya, produk ini bisa dipasarkan ke masyarakat umum,\u201c terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Guru Besar Bidang Pengembangan Produk Pangan Fungsional tersebut, jika Jepang memiliki green tea dan <em>matcha<\/em>, Indonesia juga bisa \u2018hit\u2019 dengan daun kelor yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Tim peneliti Unesa ingin mensosialisasikan manfaat luar biasa dari daun kelor kepada masyarakat umum sebagai makanan sehat lokal yang murah dan mudah ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami ingin daun kelor sama populernya dengan <em>green tea<\/em> atau <em>matcha<\/em> di kalangan anak muda sehingga mengonsumsi daun kelor menjadi kebiasaan dalam keseharian mereka,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penelitian ini, Rita dan tim juga berupaya menepis adanya persepsi yang keliru tentang daun kelor di masyarakat dengan hal mistis. Di masyarakat, daun kelor dikenal sebagai alat untuk mengusir setan atau halangan bagi seseorang yang memasang <em>\u2018susuk\u2019<\/em> di tubuhnya. \u201cPersepsi semacam itu ingin kami tepis melalui penelitian ini. Karena khasiat daun kelor lebih luas dan luar biasa dibanding hal mistis tersebut,\u201c bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Optimalkan Pangan dengan Kearifan Lokal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai camilan kering, produk <em>Moringa Crackers<\/em> (Biskuit Daun Kelor) ini memiliki masa simpan yang relatif lama dan lebih mudah didistribusikan ke daerah pelosok. Langkah ini juga menjadi upaya mengoptimalkan pangan dengan kearifan lokal. \u201cMemanfaatkan potensi daun kelor dalam pengembangan produk makanan dan minuman,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut juga menjadi keunggulan dari Produk <em>Moringa Crackers<\/em>, dimana produk ini memiliki masa simpan yang lama, cocok untuk didistribusikan ke daerah pelosok yang membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, keunggulan lain memiliki kandungan zat gizi baik makro maupun mikro dan antioksidan yang bagus untuk kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rita mengklaim, masyarakat memberikan respon yang sangat baik pada Produk <em>Moringa Crackers<\/em> (Biskuit Daun Kelor). Buktinya, melalui uji coba lapangan pada program makan bergizi gratis (MBG) di SMK Taruna Sidoarjo, produk ini mencatatkan tingkat kepuasan yang sangat baik, 100 persen siswa menyatakan sangat menyukai aspek rasa, aroma, bentuk, hingga tekstur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSeiring dengan perkembangan produk yang begitu panjang, hingga mampu menjadi snack pendamping MBG, produk ini terus memperluas target pasar seperti balita kurang gizi, balita stunting, masyarakat umum, penderita Diabetes Melitus dan sebagainya,\u201c jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rita mengungkapkan bahwa akseptabilitas yang sempurna menjadi pintu masuk utama bagi penyerapan gizi ke dalam tubuh. Dengan ketepatan dalam memperhatikan kombinasi antar bahan yang digunakan dengan suhu yang tepat, dapat menjaga zat gizi agar tidak rusak karena faktor pemanasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melihat keunggulan dan khasiat daun kelor, Produk <em>Moringa Crackers<\/em> (Biskuit Daun Kelor) berpotensi besar dikembangkan sebagai pangan nasional berbasis lokal. Namun, untuk menambahkan pengembangan variasi rasa tanpa mengurangi nilai gizi produk, perlu adanya uji coba atau penelitian lanjutan. \u201cRencana ke depan, kami akan memasarkan produk ini secara online dan offline,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengenalkan produk Moringa Crackers (Biskuit Daun Kelor), tim telah melakukan berbagai kegiatan, di antaranya pameran pada kegiatan <em>event<\/em> INNOUNESA (<em>Unesa Innovation Product Exhibition<\/em>) yang diselenggarakan pada Senin hingga Rabu (24-26 November 2025) di Lantai Ground Gedung Rektorat Unesa Kampus Lidah Wetan Surabaya. Selain itu, selama masa penelitian, tim peneliti Unesa mendapat dukungan yang cukup dari kampus. @TimHumasUnesa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim Peneliti, Prof. Dr. Rita Ismawati, S.Pd M.Kes; Prof. Dr. Muhaji, ST, MT; Ita Fatkhur Romadhoni, S.Pd, M.Pd.<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":5319,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-5318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus-berdampak"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tim Peneliti, Prof. Dr. Rita Ismawati, S.Pd M.Kes; Prof. Dr. Muhaji, ST, MT; Ita Fatkhur Romadhoni, S.Pd, M.Pd.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-01T03:20:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-12T03:22:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"542\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG\",\"datePublished\":\"2026-05-01T03:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-12T03:22:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/\"},\"wordCount\":730,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/moringa-1-e1786504907245.jpg\",\"articleSection\":[\"Kampus Berdampak\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/\",\"name\":\"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/moringa-1-e1786504907245.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-01T03:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-12T03:22:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/moringa-1-e1786504907245.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/moringa-1-e1786504907245.jpg\",\"width\":960,\"height\":542},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG - Majalah Unesa","og_description":"Tim Peneliti, Prof. Dr. Rita Ismawati, S.Pd M.Kes; Prof. Dr. Muhaji, ST, MT; Ita Fatkhur Romadhoni, S.Pd, M.Pd.","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2026-05-01T03:20:00+00:00","article_modified_time":"2026-08-12T03:22:54+00:00","og_image":[{"width":960,"height":542,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG","datePublished":"2026-05-01T03:20:00+00:00","dateModified":"2026-08-12T03:22:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/"},"wordCount":730,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg","articleSection":["Kampus Berdampak"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/","name":"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg","datePublished":"2026-05-01T03:20:00+00:00","dateModified":"2026-08-12T03:22:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg","width":960,"height":542},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/biskuit-daun-kelor-sebagai-alternatif-snack-pendamping-mbg\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biskuit Daun Kelor sebagai Alternatif Snack Pendamping MBG"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg",960,542,false],"landscape":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg",960,542,false],"portraits":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg",960,542,false],"thumbnail":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245-300x169.jpg",300,169,true],"large":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-768x1024.jpg",768,1024,true],"1536x1536":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg",960,542,false],"2048x2048":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245.jpg",960,542,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/moringa-1-e1786504907245-18x10.jpg",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"jafar","author_link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/category\/kampus-berdampak\/\" rel=\"category tag\">Kampus Berdampak<\/a>","rttpg_excerpt":"Tim Peneliti, Prof. Dr. Rita Ismawati, S.Pd M.Kes; Prof. Dr. Muhaji, ST, MT; Ita Fatkhur Romadhoni, S.Pd, M.Pd.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5323,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5318\/revisions\/5323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}