{"id":5462,"date":"2026-07-01T16:04:00","date_gmt":"2026-07-01T09:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?p=5462"},"modified":"2026-08-27T16:07:25","modified_gmt":"2026-08-27T09:07:25","slug":"zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/","title":{"rendered":"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: Djodjok Soepardjo (Arif Billah)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu hari, saya mendapat amanah menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Joglo <em>An-Nur<\/em>, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya. Berdiri di hadapan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan jamaah dari berbagai disiplin ilmu menghadirkan sebuah pertanyaan yang terus bergema dalam hati. <em>Ke manakah ilmu yang kita pelajari akan membawa kita<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kampus adalah tempat lahirnya gagasan, penelitian, inovasi, dan pengabdian. Di sanalah manusia ditempa untuk berpikir logis, kritis, sistematis, dan ilmiah. Semua itu merupakan bagian dari ibadah intelektual yang sangat mulia. Islam bahkan menjadikan pencarian ilmu sebagai jalan menuju kemuliaan. Namun, kesibukan berpikir sering kali membuat hati menjadi kering apabila tidak disertai zikir kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manusia tidak hanya memiliki akal, tetapi juga hati. Akal membutuhkan ilmu, sedangkan hati membutuhkan cahaya. Ilmu menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja, sedangkan zikir mengingatkan untuk apa semua itu dilakukan. Ketika ilmu hanya memenuhi kepala tetapi tidak menyentuh hati, manusia dapat menjadi sangat cerdas, namun kehilangan arah. Sebaliknya, ketika hati dipenuhi zikir, ilmu menemukan tujuan sucinya, yaitu mengantarkan manusia semakin mengenal kebesaran Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, zikir dan pikir bukanlah dua jalan yang saling bertentangan. Keduanya adalah dua sayap yang mengangkat manusia menuju derajat yang lebih tinggi. Pikir tanpa zikir melahirkan kecerdasan yang kering, sedangkan zikir tanpa pikir menjadikan seseorang kehilangan kemampuan mengelola kehidupan secara optimal. Ketika keduanya dipadukan, lahirlah hikmah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah SWT berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cAllah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.\u201d<\/em> (QS. Al-Muj\u0101dilah: 11).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, Allah menyebut iman sebelum ilmu. Ini mengisyaratkan bahwa ilmu yang mengangkat derajat manusia adalah ilmu yang hidup bersama keimanan, sedangkan iman dipelihara melalui zikir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zikir sering dipahami hanya sebagai bacaan lisan. Padahal hakikatnya jauh lebih luas. Zikir adalah kesadaran bahwa Allah senantiasa hadir dalam setiap aktivitas. Ketika dosen mengajar dengan penuh amanah, mahasiswa belajar dengan niat mencari ridha Allah, atau peneliti mengolah data dengan jujur, semuanya sedang berzikir. Dengan demikian, zikir bukanlah aktivitas yang menghentikan pekerjaan, tatapi kesadaran yang menghidupkan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari mengatakan bahwa zikir bukan sekadar gerakan lisan, tetapi hati yang tidak pernah lalai dari Allah dalam seluruh aktivitasnya. Inilah zikir yang sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia akademik modern, tekanan publikasi, persaingan memperoleh hibah penelitian, dan tuntutan kenaikan jabatan sering kali mendorong sebagian orang mengambil jalan pintas. <em>Plagiarisme<\/em>, manipulasi data, fabrikasi penelitian, hingga penyalahgunaan sitasi bukan sekadar pelanggaran etika akademik, tetapi juga tanda hati yang mulai kehilangan zikir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang merasa diawasi Allah tidak akan tega memalsukan data atau mencuri karya orang lain. Ia sadar bahwa manusia mungkin tidak mengetahui kebohongannya, tetapi Allah Maha Mengetahui. Dari sinilah lahir <em>muraqabah<\/em>, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi. Kesadaran inilah benteng moral yang paling kokoh dalam kehidupan akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zikir juga menghadirkan ketenangan ketika menghadapi kegagalan. Tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang diharapkan. Tidak semua artikel diterima jurnal bereputasi. Namun, seorang ilmuwan yang hidup bersama zikir memahami bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan ikhlas tidak pernah sia-sia. Ia bekerja maksimal, tetapi menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, keberhasilan pun merupakan ujian. Gelar akademik, penghargaan, indeks sitasi yang tinggi, atau jabatan profesor dapat melahirkan kesombongan apabila hati kehilangan zikir. Padahal semakin tinggi ilmu seseorang, semakin ia menyadari betapa luas ilmu Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam al-Ghazali memberikan teladan yang sangat indah. Setelah mencapai puncak kejayaan intelektual, beliau justru melakukan perjalanan panjang untuk menyucikan hati dan memperdalam hubungan dengan Allah. Demikian pula Ibnu Sina. Ketika menghadapi persoalan ilmiah yang sulit, beliau tidak hanya mengandalkan logika, tetapi juga berwudu, salat, dan berdoa agar Allah membukakan pemahaman. Tradisi keilmuan Islam sejak dahulu tidak pernah memisahkan pikir dan zikir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa ilmu yang dicari demi popularitas atau kesombongan tidak akan membawa keberkahan. Karena itu, kampus seharusnya bukan hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan akhlak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita membutuhkan laboratorium yang menghasilkan inovasi sekaligus hati yang dipenuhi syukur. Kita memerlukan perpustakaan yang kaya referensi sekaligus masjid yang hidup oleh zikir. Kita membutuhkan ruang diskusi yang tajam dalam argumentasi, tetapi tetap lembut dalam adab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesungguhnya adab adalah buah dari zikir. Orang yang hatinya hidup oleh zikir akan menghormati guru, mampu berbeda pendapat tanpa merendahkan orang lain, serta menyampaikan kritik dengan santun. Demikian pula mahasiswa, keberhasilan akademik akan semakin bermakna apabila disertai kerendahan hati dan akhlak yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan apabila setiap aktivitas akademik dimulai dengan niat ibadah. Menulis artikel diawali dengan <em>basmalah<\/em>. Membaca jurnal disertai doa agar Allah membuka pemahaman. Mengajar diniatkan sebagai amanah. Membimbing mahasiswa dilakukan dengan kasih sayang. Maka menulis menjadi zikir, membaca menjadi zikir, mengajar menjadi zikir, meneliti menjadi zikir, berdiskusi menjadi zikir, bahkan berpikir pun menjadi zikir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah keindahan Islam. Agama ini tidak memisahkan dunia dan akhirat. Laboratorium dapat menjadi tempat ibadah, ruang kuliah menjadi taman zikir, dan perpustakaan menjadi jalan menuju ma\u2019rifat apabila seluruh aktivitas dilakukan karena Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, tujuan ilmu bukan hanya menghasilkan teknologi yang semakin maju, tetapi membentuk manusia yang semakin bijaksana. Dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan orang-orang bijak. Kebijaksanaan lahir ketika kecerdasan intelektual dipadukan dengan kejernihan hati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, marilah kita menyatukan zikir dan pikir. Akal adalah anugerah Allah untuk memahami alam semesta, sedangkan hati adalah tempat cahaya-Nya bersemayam. Dalam zikir ada cinta dan keikhlasan, dalam pikir ada ikhtiar dan tanggung jawab. Ketika keduanya bersatu, lahirlah ilmu yang bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membawa keberkahan. @TimHumasUnesa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gagasan Guru Besar Unesa<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":5463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-5462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gagasan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik - Majalah Unesa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik - Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gagasan Guru Besar Unesa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Unesa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-01T09:04:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-27T09:07:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"852\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"jafar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"jafar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"jafar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\"},\"headline\":\"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik\",\"datePublished\":\"2026-07-01T09:04:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-27T09:07:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/\"},\"wordCount\":873,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg\",\"articleSection\":[\"Gagasan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/\",\"name\":\"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik - Majalah Unesa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-07-01T09:04:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-27T09:07:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":852},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"name\":\"Majalah Unesa\",\"description\":\"Majalah UNESA Go Digital\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Negeri Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo12.png\",\"width\":5000,\"height\":5000,\"caption\":\"Universitas Negeri Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3\",\"name\":\"jafar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jafar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/majalahunesa.my.id\\\/en\\\/author\\\/jafar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik - Majalah Unesa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik - Majalah Unesa","og_description":"Gagasan Guru Besar Unesa","og_url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/","og_site_name":"Majalah Unesa","article_published_time":"2026-07-01T09:04:00+00:00","article_modified_time":"2026-08-27T09:07:25+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":852,"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"jafar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"jafar","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/"},"author":{"name":"jafar","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3"},"headline":"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik","datePublished":"2026-07-01T09:04:00+00:00","dateModified":"2026-08-27T09:07:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/"},"wordCount":873,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg","articleSection":["Gagasan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/","name":"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik - Majalah Unesa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg","datePublished":"2026-07-01T09:04:00+00:00","dateModified":"2026-08-27T09:07:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#primaryimage","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg","width":1280,"height":852},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/zikir-dan-pikir-menyatukan-cahaya-dalam-kehidupan-akademik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Zikir dan Pikir Menyatukan Cahaya dalam Kehidupan Akademik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#website","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","name":"Majalah Unesa","description":"Majalah UNESA Go Digital","publisher":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#organization","name":"Universitas Negeri Surabaya","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","contentUrl":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo12.png","width":5000,"height":5000,"caption":"Universitas Negeri Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/#\/schema\/person\/39f440f855f3b9ed7c342fc2cb492ff3","name":"jafar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/086eb0f49b10df4ce96a7a4aa12d278f3ab388cdb221c9c4a2522ecafdb055f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"jafar"},"url":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"}]}},"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg",1280,852,false],"landscape":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg",1280,852,false],"portraits":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg",1280,852,false],"thumbnail":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46-300x200.jpeg",300,200,true],"large":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46-1024x682.jpeg",1024,682,true],"1536x1536":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg",1280,852,false],"2048x2048":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46.jpeg",1280,852,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/majalahunesa.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-07-14-at-12.25.46-18x12.jpeg",18,12,true]},"rttpg_author":{"display_name":"jafar","author_link":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/author\/jafar\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/category\/gagasan\/\" rel=\"category tag\">Gagasan<\/a>","rttpg_excerpt":"Gagasan Guru Besar Unesa","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5462"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5464,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5462\/revisions\/5464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahunesa.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}