Sosok Karsi, alumni IKIP Surabaya (Kini, Unesa) Prodi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) angkatan 1990 terbilang inspiratif. Selama tinggal dan menetap di Uni Emirat Arab selama lebih dari 30 tahun, ia tidak hanya mendampingi dinas sang suami, tapi juga aktif di kegiatan sosial dan perlindungan diaspora.
Perjalanan Karsi ke Timur Tengah bermula setelah sang suami memperoleh pekerjaan di Abu Dhabi. Tak lama setelah menyelesaikan kuliah di IKIP Surabaya, Karsi memutuskan ikut merantau. Saat itu, Abu Dhabi belum semegah sekarang. Banyak wilayah masih dalam proses pembangunan dan kehidupan diaspora Indonesia pun belum sebesar saat ini.
“Saya masih ingat bagaimana beratnya masa adaptasi ketika pertama kali tiba di Timur Tengah. Cuaca panas, makanan yang berbeda, hingga lingkungan internasional yang sama sekali baru menjadi tantangan tersendiri,” kenangnya.

Meski demikian, pengalaman selama kuliah di Unesa menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan baru. Pendidikan di jurusan PLS membentuk dirinya menjadi pribadi yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang beragam. Kemampuan berinteraksi dengan banyak orang membuatnya perlahan menemukan tempat di tengah komunitas diaspora Indonesia.
Kenangan tentang kampus Unesa pun masih melekat kuat di benaknya. Ia mengingat suasana kampus tempo dulu yang sederhana, jalanan menanjak menuju fakultas, hingga kehidupan mahasiswa yang jauh berbeda dibandingkan dengan saat ini. “Sekarang saya lihat Unesa luar biasa maju. Saya sampai kaget melihat perkembangannya,” ujarnya ketika berbincang di Unesa.
Selama tinggal di Abu Dhabi, Karsi dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia terlibat dalam komunitas perempuan Indonesia yang fokus pada pemberdayaan diri, penguatan solidaritas, dan pengembangan kapasitas perempuan diaspora.
Baginya, perempuan Indonesia di luar negeri perlu saling mendukung agar mampu bertahan dan berkembang di lingkungan yang berbeda budaya. Dari komunitas tersebut, ia banyak mengikuti kegiatan sosial, edukasi, hingga aktivitas kebudayaan.
Kepeduliannya terhadap sesama warga Indonesia juga membawanya terlibat dalam kegiatan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia Abu Dhabi, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan imigran dan pekerja Indonesia di Uni Emirat Arab.
Menurut Karsi, kehidupan di luar negeri mengajarkan pentingnya solidaritas. Sesama warga Indonesia di rantau sering kali menjadi keluarga kedua yang saling membantu ketika menghadapi kesulitan. “Kalau di luar negeri itu sesama orang Indonesia harus saling menjaga,” katanya.
Pengalaman hidup di Abu Dhabi selama puluhan tahun membuatnya memahami dinamika kehidupan diaspora, mulai dari tantangan adaptasi budaya hingga persoalan sosial yang dihadapi sebagian pekerja migran Indonesia. “Saya berusaha hadir dalam berbagai kegiatan komunitas sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di sana,” ungkapnya.
Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Kiprah Karsi tidak berhenti di bidang sosial. Ia juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia di Abu Dhabi melalui berbagai kegiatan seni dan komunitas budaya. Salah satu aktivitas yang ia tekuni adalah pemberdayaan budaya angklung. Kegiatan tersebut menjadi cara baginya untuk mengenalkan kesenian tradisional Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus menjaga kedekatan generasi diaspora dengan budaya tanah air. “Budaya adalah identitas yang perlu terus dirawat, di mana pun seseorang berada,” terangnya.
Selain aktif di kegiatan budaya, Karsi juga beberapa kali terlibat sebagai relawan dalam agenda internasional. Ia pernah menjadi volunteer pada Expo 2020 Dubai UAE dalam tim yang berkaitan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Keterlibatan itu memberinya kesempatan bertemu banyak orang dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan Indonesia di forum global.
Ia juga mengikuti Volunteer Expo 2020 dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional. Bagi Karsi, kegiatan kerelawanan menjadi ruang untuk belajar, memperluas relasi, dan menunjukkan kontribusi positif perempuan Indonesia di kancah internasional. “Saya senang kalau bisa ikut kegiatan yang membawa nama Indonesia,” ujarnya.
Pada 2024, ia kembali ambil bagian sebagai volunteer dalam World Pencak Silat Championship 2024. Kegiatan itu menjadi pengalaman berharga karena dapat ikut mendukung olahraga sekaligus budaya asli Indonesia agar semakin dikenal masyarakat dunia.
Menulis Kisah Diaspora Indonesia
Di sela berbagai aktivitas sosialnya, Karsi turut menuangkan pengalaman hidup diaspora melalui buku berjudul Cerita Kita @ Abu Dhabi. Buku tersebut memuat berbagai kisah tentang kehidupan warga Indonesia di Uni Emirat Arab yang berisikan tentang perjuangan, adaptasi, hingga rasa rindu terhadap tanah air.
Melalui tulisan itu, ia ingin menunjukkan bahwa kehidupan diaspora menyimpan banyak cerita inspiratif yang jarang diketahui publik. Ada semangat bertahan, solidaritas, dan usaha menjaga identitas Indonesia di tengah kehidupan global.
Meski telah lama tinggal di Abu Dhabi, hubungan Karsi dengan Indonesia dan almamaternya tetap erat. Ia merasa bangga melihat perkembangan Unesa yang kini tumbuh menjadi kampus modern dengan fasilitas yang jauh lebih maju dibandingkan dengan era 1990-an.
Bagi Karsi, Unesa menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Nilai-nilai sosial yang ia pelajari selama kuliah terus terbawa hingga kini, bahkan ketika hidup ribuan kilometer dari Indonesia.
Kisah dan perjuangan Karsi sebagai salah satu diaspora Indonesia menunjukkan bahwa alumni Unesa mampu memberi dampak di mana saja. Dari Surabaya hingga Abu Dhabi, ia terus menghidupkan semangat pengabdian melalui kegiatan sosial, budaya, pemberdayaan perempuan, dan komunitas diaspora Indonesia. @TimHumasUnesa

