Bekerja Penuh Dedikasi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Kiswanto memiliki peran penting dalam pembinaan pegawai, peningkatan mutu pendidikan, dan kegiatan kedinasan. Bekerja penuh dedikasi menjadi spirit yang ia junjung tinggi sejak mengawali karir sebagai guru hingga menjadi pejabat struktural Dinas Pendidikan.

Kiswanto lahir di Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur. Ia merupakan alumnus D-2 PGSD IKIP Surabaya (kini, Unesa) pada 1992. Semasa kuliah, tantangan terbesar yang dihadapi Kiswanto adalah keterbatasan transportasi dari Lamongan ke Surabaya.  Terpaksa, ia pun harus indekos di Surabaya. “Saya kuliah di kampus Unesa, di daerah Pecindilan, Teratai. Untuk praktikumnya di Ketintang,” kenangnya.

Meski terkendala, Kiswanto tidak patah semangat. Ia tetap melanjutkan pendidikan dan lulus pada 1993. Setelah itu, ia langsung diterima sebagai guru SD di Lamongan, sebuah langkah awal karirnya di dunia pendidikan. “Sebagai guru, saya berusaha memberikan yang terbaik kepada siswa, dan alhamdulillah, karir saya terus berkembang,” ujarnya.

Selama lebih dari 30 tahun berkarir di dunia pendidikan, Kiswanto telah mencapai berbagai posisi penting, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga jabatan strategis sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Pada 2008, ia dipercaya menjadi Kepala Sekolah di salah satu SMAN Lamongan hingga 2020. “Ketika menjadi Kepala Sekolah, saya belajar tentang bagaimana mengelola sekolah, meningkatkan kualitas pengajaran, dan memotivasi guru dan siswa,” ujar Kiswanto.

Karirnya semakin cemerlang ketika pada 2020, Kiswanto dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Probolinggo, kemudian pindah ke Gresik pada akhir 2021. Dan, kini, ia menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo. Dengan posisi itu, ia mendapatkan kesempatan untuk berperan langsung dalam meningkatkan kualitas pendidikan di dua kota besar tersebut.

Sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kiswanto memiliki program utama yang menjadi fokus kepemimpinannya, yaitu penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) di seluruh sekolah di bawah jajarannya. Bagi Kiswanto, Budaya 5S sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh rasa hormat, baik antara guru dan siswa, maupun antara sesama pegawai di sekolah. “Budaya ini juga berdampak langsung pada kenyamanan dan kualitas pembelajaran,” ungkap Kiswanto.

Selain itu, Kiswanto juga aktif melakukan pembinaan guru. Ia mengungkapkan bahwa pembinaan guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kenyamanan belajar mengajar. “Kami terus melakukan peninjauan untuk memastikan sekolah-sekolah di wilayah Sidoarjo dan Surabaya memiliki lingkungan nyaman untuk belajar,” tambahnya. Kiswanto juga mendukung berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk membuka pelatihan jurnalistik siswa dan mendukung berbagai kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS). “Kami selalu mendukung kegiatan tersebut agar para siswa dapat mengasah keterampilan mereka,” tegasnya.

Terkesan Keramahan Dosen Ketika Kuliah S3

Dalam perjalanan karirnya yang panjang, Kiswanto mengungkapkan memiliki momen paling berkesan, yakni ketika menyelesaikan pendidikan S3 di Unesa pada 2020. Selama S3, ia belajar banyak hal, terutama tentang pentingnya pembelajaran yang terus-menerus. Bagi Kiswanto, semakin banyak belajar, semakin sadar bahwa masih banyak yang perlu dipelajari.

Selain itu, ia juga terkesan dengan keramahan dan sikap egaliter yang ditunjukkan pada dosen yang telah membimbingnya. Ia menyebut sosok seperti Prof Haris, Prof Sujarwanto, dan Bu Dewi sebagai orang-orang yang membuatnya terkesan. Menurut Kiswanto, mereka tidak hanya memberikan ilmu yang luar biasa, tetapi juga memberikan dorongan yang kuat untuk menyelesaikan studi dengan cepat. “Tanpa dukungan mereka, saya tidak bisa menyelesaikan S3 dalam waktu yang singkat,” ujar Kiswanto.

Kiswanto memiliki pesan yang mendalam bagi para alumni Unesa dan dunia pendidikan secara umum. Ia mengataan, kecerdasan atau keterampilan saja belumlah cukup, lebih dari itu harus ada sikap tawaduk kepada guru dan orang tua. Sebab, doa mereka adalah kunci kesuksesan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peduli kepada orang-orang yang lemah dan tidak menzalimi mereka. “Jika punya rezeki, mari kita bantu mereka. Jangan pernah menyakiti orang yang lemah,” ujarnya memberi pesan.

Kiswanto berharap almamaternya, Unesa terus menjaga kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswanya. Pelayanan yang ramah dan kualitas akademik yang teruji adalah ciri khas Unesa yang harus dipertahankan. Dan, alumni Unesa harus selalu mendukung almamater, sekecil apapun kontribusinya.

Perjalanan Kiswanto menjadi contoh nyata dedikasi dan komitmen dalam dunia pendidikan. Dari seorang guru hingga menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan, ia terus menunjukkan bahwa kesuksesan pendidikan tidak hanya bergantung pada kecerdasan atau keterampilan, tetapi juga pada doa dan dukungan dari orang tua serta guru. Melalui semangat untuk selalu belajar dan berkontribusi, Kiswanto telah menjadi sosok yang menginspirasi bagi banyak orang, terutama di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. @TimHumas

id_IDID