Untuk Sukses Harus Ada Mimpi dan Target Jelas

Perjalanan S. Hariyanto, Alumni yang Kini Jadi Kepala Dinas Pendidikan Gresik

Hidup harus dijalani dengan mimpi dan target yang jelas. Begitu yang diyakini S. Hariyanto, alumni S1 Pendidikan Sejarah IKIP Surabaya (Unesa) yang kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Dengan prinsip itu, pria kelahiran kota Pudak Gresik itu memulai perjalanan pendidikan dan mencapai yang diimpikannya.

Hariyanto mengawal pendidikan sarjana di IKIP Surabaya pada 1991, dan lulus pada 1996 dengan mengambil jurusan S1 Pendidikan Sejarah. Selepas sarjana, ia melanjutkan program magister (S2) di STIE Mahardika. Selanjutnya, program doktoral (S3), kembali ia tempuh di almamaternya Unesa pada prodi Manajemen Pendidikan.

Hariyanto mengawali karier sebagai guru di SMP Negeri 2 Benjeng Gresik pada 1998. Dari titik itulah, ia mulai menanamkan prinsip hidup yang hingga kini terus dipegangnya, yakni seseorang itu harus punya mimpi dalam hidup. Tidak boleh stagnan. Tidak boleh mengalir saja seperti air.

Bagi Hariyanto, menjadi guru bukanlah titik akhir, tapi sebuah permulaan. Ia pun menetapkan target besar dalam hidupnya. Ia ingin menjadi kepala sekolah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Impian itu bukan sekadar angan. Ia mempersiapkan diri dengan matang. Pada 2009, ia berhasil meraih juara 1 seleksi calon kepala sekolah se-Kabupaten Gresik. Setahun kemudian, ia resmi diangkat menjadi kepala sekolah di usia yang relatif muda, 37 tahun.         

Saat itu, paradigma umum masih menganggap kepala sekolah harus berusia tua dan mendekati masa pensiun. Namun, ia berhasil mematahkan anggapan tersebut. Ia berhasil menggeser paradigma itu. “Saya ubah dengan membuktikan bahwa usia muda juga bisa memimpin,” ujar Hariyanto.

Setelah menjadi kepala sekolah, Hariyanto kembali menetapkan target berikutnya. Ia ingin menjadi kepala dinas pendidikan. Baginya, mimpi harus terus berkembang seiring perjalanan hidup. Ia menegaskan bahwa mimpi berbeda dengan ambisi. Mimpi harus realistis dan ditopang oleh usaha nyata. “Saya terus meningkatkan kapasitas diri, salah satunya dengan menempuh pendidikan S2 dan S3,” ungkapnya.

Target besar itu tembus langit. Ia lolos seleksi terbuka jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, setelah sebelumnya sempat menjadi pelaksana tugas selama kurang lebih enam bulan. Upgrade keilmuan pun terus dilakukan. Ia melanjutkan studi doktoral di Unesa dengan serisu. Hasilnya pun membanggakan. Hariyanto tidak saja lulus cepat tujuh semester, tapi juga mendapatkan IPK 3,92.

Jual Sepeda untuk Berwirausaha

Semangat kemandirian Hariyanto sudah terlihat sejak kuliah. Saat menempuh pendidikan S1, ia tidak hanya fokus belajar, tetapi juga berwirausaha. Ia mendirikan usaha rental dan pengetikan komputer di kawasan Ketintang, Surabaya. “Saat itu komputer masih belum banyak dimiliki mahasiswa, dan ini peluang,” ujarnya.

Peluang itu tidak disia-siakan, dengan restu orang tuanya, ia bahkan rela menjual sepeda motor pemberian orang tuanya untuk modal usaha. Sejak semester lima, dengan kemandiriannya berwirausaha, ia sudah tidak pernah minta uang ke orang tua sampai lulus. Bahkan, dari usaha itu, ia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan sendiri, tapi juga membantu keluarganya.

Dukungan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Meski latar belakang pendidikan orang tuanya sederhana, tapi sangat memperhatikan dan mendukung pendidikan anak-anaknya. Ia juga meyakini bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh doa dan kebaikan orang tua. “Itu motivasi yang luar biasa bagi saya. Dukungan orang tua adalah kekuatan besar dalam perjalan hidup,” tuturnya.

Tiga Kunci Kesuksesan

Perjalanan menuju posisi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tidak dijalani Hariyanto dengan instan. Tapi, dilalu dengan tahap demi tahap. Ia berceita, setelah menjadi kepala sekolah di usia muda, ia diangkat menjadi pengawas sekolah di usia yang relatif muda juga.

Selanjutnya, pada 2021, ia mengikuti proses seleksi terbuka sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Dalam seleksi itu, ia masuk tiga besar dari tujuh kandidat dan meraih nilai terbaik. Puncaknya, pada 9 Desember 2021, ia terpilih dan resmi menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Selama menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, berbagai capaian membanggakan berhasil didapatkan. Dispendik Gresik mencatatkan 7 penghargaan tingkat nasional, 9 tingkat provinsi, dan 7 tingkat kabupaten, disertai nilai SAKIP “AA” serta penilaian Ombudsman RI dengan kualitas pelayanan sangat baik. 

Tidak hanya pada aspek tata kelola, dampaknya juga terlihat pada indikator makro pendidikan. Indeks pendidikan Kabupaten Gresik terus meningkat hingga mencapai angka 84,22, sementara kerusakan lembaga pendidikan berhasil ditekan dari 75 persen menjadi 44 persen. Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang dilakukan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung—mulai dari tata kelola, kualitas layanan, hingga hasil pembangunan pendidikan.

Bagi Hariyanto, ada tiga kunci utama dalam meraih kesuksesan yakni komitmen, kerja keras, dan keyakinan. Ketiganya harus berjalan seiring. Yakin saja tanpa kerja keras, hasilnya nol. Begitupun jika kerja keras saja tanpa keyakinan, juga tidak akan maksima. “Keduanya harus berjalan seiring,” tegasnya.

Kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Unesa ia berpesan agar tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu memiliki target dalam hidup. Sementara untuk almamaternya, Unesa, ia sangat bangga dan menilai kampus berjargon satu langkah di depan itu sudah berada pada jalur yang tepat sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. @TimHumas

id_IDID