Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghadirkan Program Studi baru yakni S-1 Teknik Metalurgi. Prodi yang sudah mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027 itu menjadi langkah strategis Unesa memperluas kontribusi terhadap pengembangan ilmu rekayasa sekaligus menjawab kebutuhan industri nasional.
Koordinator Program Studi, Hanna Zakiyya, S.T., M.T., Ph.D mengatakan, program studi ini mengusung pendekatan Sustainable Metallurgy, sebuah konsep yang mengintegrasikan penguasaan teknologi logam dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Program studi ini dibentuk sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga ahli metalurgi yang mampu mendukung agenda hilirisasi mineral, dekarbonisasi industri, transformasi energi, hingga pengembangan ekonomi sirkulara.

“Kebutuhan lulusan Metalurgi tidak hanya meningkat pada sektor pertambangan, tetapi juga meluas ke industri manufaktur, material maju, kendaraan listrik, hingga energi terbarukan,” ujar Hanna Zakiyya,
Pendirian Prodi S1 Teknik Metalurgi, terang Hanna Zakiyya, melalui proses panjang. Fakultas Teknik Unesa terlebih dahulu melakukan needs assessment untuk memetakan kebutuhan tenaga ahli metalurgi di Indonesia, prospek perkembangan keilmuan, kesiapan sumber daya, hingga peluang kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Selanjutnya, membentuk Tim Administratif Pendirian Program Studi dengan pendampingan dari Program Studi Teknik Metalurgi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sejak April 2025. Pendampingan mencakup penyusunan visi dan misi, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), capaian pembelajaran lulusan, hingga tata kelola program studi. Setelah melalui pembahasan di tingkat Senat Universitas dan memperoleh persetujuan Majelis Wali Amanat (MWA), dokumen pendirian diajukan kepada LAM Teknik (LAMTEK).
“Pada 21 Agustus 2025, LAMTEK menetapkan bahwa instrumen pendirian Program Studi S1 Teknik Metalurgi UNESA telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif sehingga resmi dapat diselenggarakan,” terang Hanna menceritakan prosesnya.
Pendekatan Suistainable Metallurgy
Program studi Metalurgi Unesa menghadirkan karakter yang berbeda dibandingkan dengan prodi sejensi, yakni melalui pendekatan Sustainable Metallurgy. Konsep tersebut menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian utama dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan logam, tetapi juga memahami bagaimana proses tersebut dapat dilakukan secara efisien, hemat energi, ramah lingkungan, dan mendukung ekonomi sirkular.
“Kami mengintegrasikan konsep green metallurgy, circular metallurgy, dan energy transition ke dalam kurikulum sehingga mahasiswa mampu menghasilkan solusi teknologi yang lebih berkelanjutan,” ujar Hanna.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pembelajaran mengenai dekarbonisasi proses metalurgi, efisiensi energi, pemanfaatan limbah industri sebagai sumber daya sekunder, hingga pengembangan material untuk energi bersih. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan digitalisasi proses industri melalui pemanfaatan simulasi, pemodelan, otomasi proses, dan analisis data sebagai bagian dari implementasi industri 4.0.
Hanna menjelaskan, mahasiswa akan mempelajari perjalanan logam sejak masih berupa bijih mineral hingga menjadi produk yang siap digunakan dalam berbagai sektor industri. Materi pembelajaran meliputi proses ekstraksi logam, pemurnian, pembentukan material, perlakuan panas (heat treatment), karakterisasi material, korosi, hingga pengembangan material maju.
Selain teori, kurikulum dirancang menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) sehingga mahasiswa banyak terlibat dalam kegiatan praktikum laboratorium, proyek berbasis industri, penelitian, studi kasus, serta penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi dunia kerja.
Metode pembelajaran juga memadukan Project-Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), seminar ilmiah, hingga penelitian bersama dosen dan mitra industri. Dengan pola tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi.
Kedekatan dengan dunia industri menjadi salah satu kekuatan utama Program Studi S1 Teknik Metalurgi. Berbagai perusahaan nasional seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Krakatau Posco, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan berbagai institusi yang bergerak pada bidang pengolahan mineral, manufaktur, dan material menjadi mitra strategis prodi ini.
Prospek lulusan Teknik Metalurgi semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga ahli yang memahami pengolahan logam dan material modern. Lulusan dapat berkarier sebagai Sustainable Metallurgical Engineer, Material and Process Engineer, Research and Innovation Engineer, Quality Control Engineer, Failure Analysis Engineer, Corrosion and Surface Engineering Engineer, Process Engineer, hingga Eco-technopreneur.
Selain itu, peluang juga terbuka di sektor pertambangan, industri baja, nikel, aluminium, tembaga, manufaktur otomotif, dirgantara, industri baterai kendaraan listrik, perusahaan daur ulang logam, lembaga penelitian seperti BRIN, hingga instansi pemerintah yang bergerak pada bidang sumber daya mineral.
Hanna menyampaikan bahwa Program Studi S1 Teknik Metalurgi akan memulai perkuliahan perdana pada September 2026 dengan mahasiswa angkata pertama sebanyak 90 mahasiswa. Meski belum terbentuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), mahasiswa tetap difasilitasi mengikuti berbagai kegiatan organisasi melalui BEM Fakultas Teknik dan Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin sebagai program studi induk.
Pada 2027, Program Studi S1 Teknik Metalurgi menargetkan penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan laboratorium, peningkatan produktivitas penelitian dosen, perluasan kerja sama industri, hingga mendorong prestasi mahasiswa melalui kompetisi ilmiah, PKM, dan sertifikasi kompetensi. Evaluasi kurikulum terus dilakukan agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Bagi Hanna, seluruh langkah tersebut merupakan fondasi awal membangun program studi yang mampu melahirkan insinyur metalurgi masa depan. Hanna berharap, Program Studi S1 Teknik Metalurgi Unesa mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu berkontribusi mendukung hilirisasi industri, ekonomi sirkular, dan transisi energi Indonesia. @TimHumasUnesa

