Program Magang Berdampak terus melahirkan kisah inspiratif. Salah satunya dialami Maulana Andika Azidin Putra, mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 2023 asal Surabaya, yang telah menuntaskan program Magang Berdampak di PT Otak Kanan pada 20 Desember 2025 lalu.
Bagi Maulana, pengalaman magang menjadi momentum penting untuk menjembatani ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Ia menceritakan, kesempatan mengikuti magang berawal dari informasi Koordinator Program Studi (Koorprodi) Bisnis Digital, Hujjatullah Fazlurrahman. Saat itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membuka program Magang Berdampak yang sejalan dengan kebijakan prodi untuk mendorong mahasiswa menjalani pembelajaran di luar kampus.
”Program tersebut memberi fleksibilitas bagi mahasiswa untuk memilih magang atau studi independen sebagai bagian dari kegiatan akademik. Maulana melihat program ini sebagai peluang strategis untuk memahami dinamika industri digital secara langsung sekaligus memperkaya pengalaman profesional sejak dini,” terangnya.

Selama magang, Maulana tidak hanya ditempatkan sebagai pengamat, tetapi dilibatkan dalam berbagai aktivitas kerja nyata. Ia berpartisipasi dalam analisis target pasar, penyusunan content plan, hingga produksi konten digital untuk kebutuhan promosi perusahaan. Keterlibatan tersebut memberinya pemahaman komprehensif mengenai bagaimana strategi pemasaran digital dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi secara profesional.
Selain itu, ia juga turut ambil bagian dalam proyek tambahan seperti seminar optimalisasi media sosial yang diselenggarakan perusahaan serta produksi video revitalisasi salah satu sekolah dasar negeri di Sidoarjo. ”Pengalaman lintas proyek ini memperluas wawasan saya sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dan kreatif,” ujarnya.
Lingkungan kerja yang kolaboratif, terang Maulana, menjadi salah satu aspek paling berkesan selama program magang berlangsung. Maulana berkesempatan bekerja bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Airlangga, serta rekan-rekan dari latar belakang keilmuan yang beragam. Interaksi tersebut menciptakan atmosfer kerja yang suportif dan kompetitif secara sehat.
”Setiap anggota tim saling mendukung, berbagi ide, dan belajar bersama untuk menghasilkan karya terbaik. Selain memperluas jejaring profesional, pengalaman ini juga menumbuhkan kemampuan komunikasi interpersonal dan kerja tim yang efektif bagi kami,” terangnya.
Adaptasi Ritme Kerja
Di balik pengalaman berharga tersebut, Maulana menghadapi tantangan adaptasi terhadap ritme kerja industri kreatif. Salah satu tugas yang cukup menantang adalah produksi minimal dua video dalam sehari. Bagi mahasiswa yang masih tahap belajar, target tersebut tentu membutuhkan adaptasi cepat, terkait kecepatan, kreativitas, dan ketelitian.
Untuk mengatasi itu, Maulana dan tim menyusun rundown harian agar proses produksi lebih terarah dan efisien. Selain itu, mereka juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai istilah profesional yang sebelumnya asing serta memahami budaya kerja perusahaan. Proses adaptasi itu mengajarkan Maulana bahwa fleksibilitas, kemauan belajar, dan kemampuan berkomunikasi merupakan kunci untuk bertahan dan berkembang di lingkungan kerja profesional.
Bekal akademik yang diperoleh di bangku kuliah, diakui Maulana terbukti sangat membantu selama menjalani magang. Mata kuliah Pemasaran Digital, misalnya, menjadi salah satu pengetahuan yang paling sering diterapkan. Pemahaman tentang strategi konten, segmentasi audiens, dan pemanfaatan media digital membantunya menentukan jenis konten yang efektif untuk media sosial.
Dalam praktik magan itu, ia menggunakan berbagai format konten seperti video dan visual grafis dengan pilar promotional, educational, dan entertainment untuk menjangkau audiens secara optimal. Pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa teori yang dipelajari di kampus memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan industri.
Selama program berlangsung, seluruh aktivitas perkuliahan dialihkan ke luar kampus sehingga Maulana dapat fokus menjalani magang penuh waktu. Ia menjalani rutinitas kerja dari pukul 08.00 hingga sekitar pukul 17.00. Setelah itu, malam harinya digunakan untuk menyelesaikan tugas akademik seperti pelatihan dasar, logbook, proposal magang, dan laporan akhir. Pengaturan waktu yang disiplin dan terstruktur membantunya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kewajiban akademik. ”Kebiasaan ini sekaligus melatih manajemen waktu dan tanggung jawab personal yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja,” bebernya.
Bagi Maulana, pencapaian paling berkesan selama magang bukan hanya keberhasilan menyelesaikan program, melainkan kemampuan menjalankan tugas sesuai ekspektasi perusahaan serta memenuhi target kerja yang diberikan. Ia merasa kepercayaan yang diberikan menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri. Pengalaman tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan menghadapi tantangan profesional di masa depan.
Ia pun mendorong mahasiswa Unesa untuk tidak ragu mengikuti program Magang Berdampak. Menurutnya, program ini membuka peluang luas untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus menjadi investasi penting bagi masa depan karier. Selain memperoleh pengalaman profesional, mahasiswa juga belajar membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang dinamis.
”Bagi saya, pengalaman magang yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kesiapan karier, tetapi juga bagi pembentukan karakter sebagai calon profesional yang kompeten dan berintegritas,” pungkasnya. @TimHumas

