Mesin Hot Press Serbaguna untuk Tingkatkan Produktivitas Industri Pelabelan Berbahan Kulit

Tim Peneliti Fakultas Teknik

Tim peneliti Unesa kembali menciptakan inovasi berdampak bagi perkembangan industri dan UMKMT, utamanya berkaitan dengan pelabelan berbahan kulit. Tim Peneliti berhasil menciptalan mesin hot press serbaguna yang bisa meningkatkan produktivitas pelabelan berbahan kulit.

Melalui penelitian hilirisasi berjudul “Mesin Hot Press Serbaguna Sistem Pneumatic Otomatis Dilengkapi Tatakan Ganda dan Digital Counter untuk Meningkatkan Produktivitas Industri Pelabelan Berbahan Kulit, Prof Dr Yunus, MPd (ketua), Dr Nur Kholis ST MT, dan Saiful Anwar mengintegrasikan teknologi tatakan ganda dan digital counter guna menciptakan proses kerja yang lebih efektif dan terstandarisasi.

Prof Yunus menyampakan, Mesin Hot Press Serbaguna itu memiliki berbaga keunggulan, di antaranya tatakan ganda dan digital counter, mesin pencetak label untuk produk yang terbuat dari kulit, sistem kontrol otomatis untuk tekanan, suhu dan waktu serta pencatatan selama proses pelabelan oleh digital counter. “Tatakan ganda, fungsinya sebagai landasan selama proses pelabelan secara bergantian agar proses pelabelan bisa berlangsung,” terang Yunus.

Hadirnya Mesin Hot Press ini, kata Yunus, menjadi solusi untuk menghasilkan kualitas produk baik dari aspek desain dan harga, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk sejenis. Mesin Hot Press sangat penting untuk perkembangan UMKM dan pelaku usaha terkait.

Mesin Hot press ini dapat membantu UMKM memproduksi produk kerajinan berbahan dasar kulit dengan kualitas dan kuantitas yang kompetitif. “Masyarakat sebagai konsumen juga mendapatkan keuntungan karena mendapatkan produk berkualitas dengan tampilan elegan dan mewah, tapi dengan harga terjangkau,” ujarnya.  

Mesin Hot Press ini, lanjutnya, memiliki lima keunggulan. Pertama, mesin ini dilengkapi sistem kontrol otomatis tekan, suhu, dan waktu. Kedua, tekan, suhu, dan waktu dapat diseting sesuai bahan dan kebutuhan. Ketiga, kualitas label yang dihasilkan sangat baik. Keempat, waktu pelabelan sangat cepat lebih kurang 3-5 detik. Dan, kelima, dilengkapi digital counter untuk menghitung hasil proses pelabelan.

“Dengan keunggulan itu, potensi untuk memajukan UMKM pengrajin produk-produk berbahan kulit terbuka lebar,” imbuhnya.

Sementara ini, kata Yunus, Mesin Hot Press masih berupa prototipe dan dalam tahap pengembangan TKT-7, sehingga baru dipkenalkan ke beberapa UMKM pengrajin kulit, khususnya UMKM sepatu. Para pengrajin memberikan respon yang sangat positif.

Cara Kerja Mesin Hot Press Serbaguna

Mesin Hot Press Serbaguna Sistem Pneumatic Otomatis, inovasi tim peneliti Unesa itu memiliki cara kerja, meliputi persiapan, pemasangan matres, pemanasan, menekan matres label dengan tekanan tinggi, pemanasan dan penekanan, serta pengangkatan. “Mesin ini ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas yang mencemari lingkungan, dan tidak menghasilkan limbah,” jelas Yunus.

Mesin Hot Press Serbaguna Sistem Pneumatic Otomatis menyasar target para pelaku industri dan UMKM yang memproduksi produk kulit seperti sepatu, tas, dompet, sabuk, aksesoris dan lain-lain. Harga Mesin ini, lanjut Yunus, bisa cukup terjangkau. UMKM dapat memilih mesin press yang sesuai kebutuhan produksi dan anggaran. “Mesin ini sangat cocok bagi para pelaku usaha yang ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya,” tegasnya.

Selama masa penelitian, tentu tidak luput dari tantangan dan hambatan. Guru besar dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin itu, mengatakan, salah satu tantangannya adalah kebiasaan para pengrajin yang telah nyaman dengan menjahit label. Ketika mesin ini hadir, mereka menganggap dengan menggunakan mesin dapat menghilangkan sentuhan handmade. Namun, anggapan itu pelan-pelan terkikis setelah melihat hasil dari Mesin Hot Press Serbaguna yang menghasilkan kesan mewah dan elegan.  

Tantangan lainnya, tambah Yunus, adalah variasi bahan baku kulit karena setiap supplier memiliki perbedaan, semisa ketebalan, kadar minyak, jenis finishing, dan tingkat kelembapan. Selai itu, ekspektasi tidak sesuai realita hasil. Pengguna berharap satu mesin dapat digunakan ke semua jenis kulit, tapi faktnya tidak seperti itu. Selain itu, juga terkait validasi daya tahan hasil press pelabelan. “Memang susah untuk mendapatkan data jangka panjang dalam waktu penelitian yang terbatas,” imbuhnya.

Penelitian yang dilakukan mulai Juli hingga Desembar 2025 itu bekerja sama dengan mitra yakni UMKM pengrajin kulit (sepatu, dompet dan sabuk) sebagai responden dalam uji skala user atau uji coba langsung di workshop. Yunus berharap mesin itu dapat dikembangkan lebih baik dengan menambah fitur-fitur penunjang seperti kontrol digital presisi, sistem ganti klise/matras cepat, dan efisiensi energi. “Perlu penambahan komponen otomatis untuk memudahkan proses produksi, peningkatan kualitas, dan kuantitas produksi secara efektif dan efisien,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, Yunus mengungkapkan sudah memiliki rencana untuk mesin ini bisa menjadi standar mesin branding pengrajin kulit lokal dan menggantikan label jahitan. Selain itu, ia berharap luaran mesin berupa produk yang aman, terjangkau, dan mudah dioperasikan serta mampu meningkatkan daya saing, omzet dan kemandirian industri kreatif kulit lokal secara berkelanjutan. @TimHumas

en_USEN