Mengabdi Sepenuh Hati, Gagas Berbagai Inovasi

Dr. Ng. Tirto Adi MP, M.Pd, Anak Petani yang Sukses Berkarier sebagai Kepala Dinas

NG Tirto Adi MP merupakan alumnus Program Studi S1 Geografi IKIP Surabaya-kini Universitas Negeri Surabaya (UNESA)-angkatan 1985, lulus pada 1990. Tirto, demikian sapaan akrabnya, lahir dan tumbuh besar di Kota Udang, Sidoarjo sebagai putra daerah. Sejak awal, ia telah menanamkan cita-cita sederhana namun kuat, menjadi seorang guru.

Keinginan menjadi guru bukan tanpa alasan. Lingkungan keluarganya yang sederhana, membentuk karakter dan daya juangnya. Ayahnya adalah petani sekaligus perangkat desa penjaga pengairan (jogo tirto), sementara ibunya menjadi figur inspiratif yang menanamkan nilai literasi sejak dini. Dari nama itulah, Tirto mewarisi semangat pengabdian dan kesederhanaan hidup. 

Perjalanan karier Tirto dimulai bahkan sebelum ia resmi menyandang gelar sarjana. Sejak 1988, ia telah mengajar di berbagai sekolah swasta, di antaranya SMA Sunan Giri Menganti Gresik, MA Mujahidin, SMA Al-Islamiah Surabaya, SMA GIKI 1 Surabaya, hingga SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Di SMA Sunan Giri, ia mengabdikan diri selama bertahun-tahun dan dipercaya menjadi Kepala Sekolah selama 11 tahun. 

Selepas lulus IKIP Surabaya pada 1990, Tirto tetap konsisten berkhidmat di dunia pendidikan swasta. Delapan tahun kemudian, ia lantas mendaftar sebagai PNS Guru dan diterima pada 1998. “Alhamdulillah, penempatan pertama di SMA Negeri 3 Taman, Sidoarjo” ujarnya.

Titik Penting Berkarier

Pengabdian Tirto di SMA Negeri 3 Taman menjadi titik penting dalam kariernya. Pada 2001, ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Integrasi Imtaq dan Iptek tingkat nasional. Prestasi ini mengukuhkan passion-nya di dunia literasi dan kepenulisan. 

Gereget Tirto di bidang literasi terus meningkat. Sangat produktif. Hingga kini, ia telah menulis 34 judul buku dan lebih dari 500 artikel, serta mengoleksi lebih dari 31 penghargaan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Terbaru, pada 2025, ia dianugerahi The Best Inspiring Leader of Change

Tirto mengakui passionnya di dunia literasi muncul terinspirasi dari ibunya. Ceritanya, ketika lulus SD dan hendak masuk SMP, oleh ibunya Tirto dimasukkan ke sekolah swasta,  padahal teman-temannya hampir semua sekolah di SMP Negeri. Tapi, di SMP swasta itulah, Tirto mendapatkan banyak hal yang kemudian membuka ruang dirinya mulai menekuni dunia tulis menulis. “Ibu itu nasihatnya sederhana, le, kamu sekolah dimana saja yang penting mau belajar, rajin membaca, pasti jadi orang,” ungkap Tirto menirukan pesan ibunya. 

Selama sekolah di SMP swasta itu, Tirto mendapatkan banyak jam kosongnya. Ia sempat berpikiran, kalau sekolah seperti ini, mau jadi apa nanti. Lambat laun, Tirto kecil mulai mengubah diri dengan membentuk kebiasaan positif. Karena sekolahnya masuk siang, paginya ia bisa meminjam buku dari teman untuk dibaca dan diresume. Kebiasaan itu menjadikan Tirto suka membaca dan menulis. “Ini kan hikmah ketika saya mengikuti arahan ibu, sekolah di swasta. Sampai saat ini, resume itu masih saya simpan di perpustakaan keluarga,” bebernya. 

Karier Tirto terus menanjak. Ia pernah menjadi Kepala SMP Negeri 1 Tarik, SMP Negeri 3 Sidoarjo (pelopor kelas bilingual), dan Kepala SMA Negeri 1 Tarik. Pada 2008, ia terpilih sebagai Kepala Sekolah Berprestasi mulai dari tingkat kabupaten, provinsi Jawa Timur, hingga tingkat nasional. 

Selanjutnya, pada 2012, Tirto diminta memperkuat jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo sebagai Kepala Bidang Dikmen. Pada tahun yang sama, ia menjadi peserta terbaik saat mengikuti diklat Kepemimpinan. Kariernya berlanjut sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan (2017–2020), Kepala Dinas Sosial pada masa pandemi Covid-19, dan menjadi Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo sejak Oktober 2021 hingga sekarang.  

Pengembangan diri juga dilakukan Tirto. Tak aktif mengikuti berbagai kegiatan di dalam negeri, Tirto juga mengikuti short course perencanaan kota di Malaysia, serta menjadi narasumber praktik baik pendidikan hingga ke Putrajaya, Malaysia, dan DKI Jakarta.

Inisiasi Berbagai Gerakan Strategis

Sepanjang pengabdiannya, Tirto menggagas berbagai gerakan strategis. Satu di antaranya adalah One Year One Innovation. Gerakan itu yberhasil menghimpun 336 inovasi siswa, guru, dan pengawas. Selain itu, ia juga memprakarsai Gerakan Membaca Serentak 80.000 Pelajar yang tercatat di Rekor MURI. 

Tak berhenti di situ, gerakan strategis lain juga dilakukan Tirto. Dalam bidang literasi baca tulis pada 2022, ia menginisiasi terbitnya 567 buku, yang juga tercatat di Rekor MURI. Pada literasi digital 2023, ia juga menginiasi gerakan konten video pembelajaran dan berhasil membukukan 4.763 konten video pembelajaran. Selanjutnya, penguatan literasi sains dan pembinaan peneliti muda pada 2025, Pembukaan Kelas Khusus Olahraga (KKO), Kelas Khusus Cerdas Indonesia (KKCI), dan Kelas Khusus Seni Budaya (KKSB) sebagai kelas inovatif unggulan. 

Yang membanggakan, melalui tangan dinginnya, Sidoarjo pun menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang sukses menyelenggarakan Kurikulum Merdeka lulus empat semester. Bagi Tirto, kesuksesan tidak lepas dari nasihat ibundanya. “Ojo rumongso iso, nanging iso rumongso”. Merendah, berempati, dan terus belajar adalah kunci. Begitulah sang ibu kerap menasehati. 

Tirto percaya, hard skill dan soft skill harus berjalan beriringan disertai resiliensi, daya juang, dan karakter kuat. Pendidikan, menurutnya, memiliki dua tugas utama yakni humanisasi dan harmonisasi-memanusiakan manusia dan membentuk manusia seutuhnya. 

Pengalaman akademik di IKIP Surabaya/UNESA, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan seperti HMJ Geografi, diskusi ilmiah Kelompok Mahasiswa dan Alumni Geografi IKIP Surabaya (KAMAGIS), serta kecintaannya pada literasi menjadi fondasi penting perjalanan panjang Tirto menapaki kariernya. “Jika dulu perkuliahan saya tidak berkualitas, mungkin tidak bisa berada di titik ini,” pungkas Tirto yang mengaku bangga sebagai alumni Unesa. @TimHumas

en_USEN