Jadi Dapur Ide Mahasiswa sebelum Maju Pimnas

UKM PKM Center Unesa

Di lingkungan Universitas Negeri Surabaya, UKM PKM Center Unesa berkembang sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa yang ingin serius menekuni Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Unit ini diproyeksikan sebagai simpul strategis pengembangan PKM tingkat universitas, dengan fokus pada penyebaran informasi yang merata serta pendampingan intensif dari hulu ke hilir.

Pembina UKM PKM Center Unesa, Yetty Septiani Mustar, S.Km., M.Ph., menjelaskan bahwa peran utama UKM ini adalah memastikan mahasiswa memahami skema PKM secara utuh dan memiliki ruang pembinaan yang jelas. “Kami ingin mahasiswa tidak kebingungan sejak awal. Dari tahap ide sampai proposal siap unggah, ada proses yang mengawal,” ujarnya.

Peran tersebut dijalankan melalui dua jalur besar yakni diseminasi informasi dan pendampingan berkelanjutan. Di tahap awal, PKM Center aktif menggelar sosialisasi skema, sharing session bersama alumni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), hingga diskusi terbuka tentang strategi menyusun proposal yang kompetitif. Kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi mahasiswa lintas fakultas untuk memahami peluang sekaligus tantangan PKM.

Program unggulan yang menjadi jantung pembinaan adalah Liga PKM. Skema ini dirancang sebagai ekosistem seleksi dan penguatan ide secara berjenjang. Prosesnya dimulai dari pengenalan berbagai skim PKM, terutama skim pendanaan, lalu dilanjutkan dengan brainstorming lintas disiplin agar gagasan yang lahir kontekstual dan solutif.

Ide-ide yang terkumpul tidak langsung dilepas begitu saja. Dosen S1 Ilmu Keolahragaan Unesa itu menambahkan bahwa ada proses kurasi oleh dosen penilai, review substansi, hingga simulasi presentasi. Tahapan ini menjadi arena uji kualitas sebelum tim masuk ke fase pendampingan intensif. Setelah itu, tim yang dinilai potensial mendapat coaching penyempurnaan metode, penguatan latar belakang riset, serta pembenahan aspek teknis sesuai ketentuan pengajuan di SIMBELMAWA.

Sistem pembinaan ini dirancang terstruktur. Tahap ideasi mendorong mahasiswa peka terhadap persoalan riil. Tahap seleksi menguji ketajaman gagasan. Tahap penguatan tim memastikan proposal matang secara akademik. Lalu tahap monitoring mengawal kesiapan akhir sebelum unggah. Pola ini membuat alur pembinaan lebih terarah dan terukur.

Kolaborasi menjadi fondasi penting dalam kerja PKM Center. Dosen terlibat sebagai narasumber, reviewer, sekaligus dewan penilai Liga PKM. Fakultas mengintegrasikan agenda PKM dalam program kemahasiswaan agar partisipasi lebih luas. Di level universitas, dukungan kebijakan dan afirmasi diberikan untuk mendorong tim unggulan melaju ke tingkat nasional.

Salah satu langkah strategis yang diinisiasi pembina UKM adalah usulan afirmasi bagi finalis terbaik Liga PKM agar memperoleh kesempatan unggah proposal tanpa melalui seleksi internal universitas. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi ide-ide terbaik untuk bersaing di level nasional.

Efektivitas Liga PKM terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa. Pada pelaksanaan Liga PKM 2025 untuk penyiapan ide PKM 2026, tercatat 1.513 tim ikut serta, dengan komposisi tiga mahasiswa per tim. Sekitar 45 persen di antaranya didominasi mahasiswa baru. Angka tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan yang inklusif mampu menumbuhkan keberanian sejak awal masa studi.

Target Penguatan Sistem Pendampingan

Ketua UKM PKM Center Unesa, Khairunnisa Nur Fadhilah, mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan angkatan 2023, mengakui perjalanan organisasi tidak lepas dari tantangan. Secara internal, mayoritas pengurus berasal dari angkatan 2023 yang tengah menjalani magang dan padat aktivitas akademik. Koordinasi sempat tersendat karena ritme kesibukan berbeda-beda.

Di sisi eksternal, tantangan muncul dalam menjaga pembaruan informasi PKM agar tidak ada yang terlewat, sekaligus memastikan penyampaiannya cepat dan jelas ke mahasiswa. “Solusinya kami perkuat sistem komunikasi berbasis timeline, pembagian jobdesk lebih spesifik, dan monitoring informasi terpusat lewat platform digital,” jelasnya. Evaluasi rutin juga diterapkan agar ritme kerja tetap terjaga.

Bagi Khairunnisa, pengalaman paling berkesan adalah saat tim menyelenggarakan sharing session bersama Prof. Andi. Persiapan teknis dan konsep acara dilakukan secara intens selama beberapa hari. Tekanan dan kelelahan terbayar ketika narasumber hadir dan memberikan perspektif mendalam tentang riset serta strategi PKM. “Rasanya seperti mendapat suntikan energi baru,” katanya.

Perempuan yang meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Unesa Kategori Sarjana pada 2025 itu juga merasakan pembelajaran yang jarang diperoleh di ruang kuliah. Mengelola acara berskala besar, berhadapan dengan ratusan peserta, hingga membangun jejaring dengan pimpinan universitas dan reviewer nasional menjadi pengalaman yang membentuk mental dan kapasitas diri. Setiap pengurus mendapat kesempatan menjadi moderator atau MC, sehingga kemampuan komunikasi terasah secara langsung.

Ke depan, PKM Center menargetkan penguatan sistem pendampingan hingga tahap pelaksanaan PIMNAS. Harapannya, Unesa mampu meloloskan lebih banyak tim ke ajang nasional dan memperluas kontribusi inovasi mahasiswa.

Roadmap pengembangan disusun hingga 2030, dimulai dari penguatan literasi dan akses informasi, pembentukan budaya ide dan inovasi, konsolidasi sistem pembinaan terintegrasi, hingga pelembagaan ekosistem PKM di tingkat fakultas. Liga PKM tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga ritme kaderisasi dan regenerasi tim unggulan.

Dengan pola pembinaan yang konsisten dan kolaboratif, UKM PKM Center Unesa tumbuh sebagai dapur ide yang menyiapkan mahasiswa berani berpikir, terampil menulis, dan siap bersaing di panggung nasional. @TimHumas

en_USEN