Menang Kalah jadi Pelajaran Berharga

Chaerul Alam, Raih Berbagai Juara Karate

Chaerul Alam, demikian nama lengkap mahasiswa S-2 Prodi Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu. Selama 15 tahun, ia berhasil mengukir prestasi sebagai atlet karate. Mahasiswa kelahiran Banyuwangi yang akrab dipanggil Alam itu menekuni karate sejak duduk di bangku SD kelas 4. Perjalanan panjang penuh dedikasi dan tantangan ini, menunjukkan bahwa ia tidak hanya sekadar seorang atlet, tetapi juga bermental juara.

Beberapa kali, ia mampu mengharumkan nama Unesa dan juga provinsi Jawa Timur baik di tingkat regional maupun nasional. Salah satu prestasi terbarunya, ia berhasil meraih juara 3 dalam Kejurnas Karate PB FORKI di Tangerang pada 2024. Selain itu, ia juga berhasil menjadi Juara 2 Beregu Putra Babak Qualifikasi PON XXI di Kalimantan Selatan tahun 2023.

Namun, dari sekian banyak prestasi yang didapatkan, Alam mengakui yang paling berkesan baginya adalah ketika berlaga di semifinal PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Ajang PON itu menjadi perngalaman pertama baginya setelah bertahun-tahun menggeluti bidang karate. Meskipun belum beruntung dan hanya sampai di babak semifinal, tapi pengalaman itu menjadi hal yang istimewa bagi Alam. “Tentu senang ya, karena setelah 15 tahun menjadi atlet karate, ia akhirnya bisa bertanding di ajang PON,” ujarnya.

Alam menceritakan bagaiman perjalanannya menuju PON XXI yang tidak mudah. Bahkan, saat menjelang PON, ia nyaris menyerah karena padatnya jadwal latihan dan tekanan yang semakin meningkat. Bahkan, ia sempat stres karena hasil yang diperjuangkan belum sesuai harapan. “Yang cukup membuat stres adalah tekanan dari pelatih,” terang Alam.  

Alam menyadari bahwa sebuah pencapaian sejati tidak diukur hanya dari piala atau medali yang didapat, melainkan dari proses dan usaha yang telah dilalui. Setiap pengalaman, baik kemenangan maupun kekalahan adalah pelajaran berharga yang memperkuat mental dan membentuk karakter. Mahasiswa yang memiliki hobi traveling itu senantiasa memegang prinsip itu, yang kemudian membuat ia mampu bangkit dari kekecewaan dan kembali menata langkah. “Saya percaya bahwa setiap kesempatan adalah peluang untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat,” ungkapnya.  

Untuk menjaga konsistensi dalam mengejar prestasi, Alam memiliki beberapa cara. Salah satuya adalah melakukan latihan kecil di sela-sela kesibukan. Latihan ini tidak selalu berat, tetapi cukup untuk menjaga kebugaran fisik dan ketajaman teknik. Ia paham bahwa disiplin adalah kunci, sehingga berusaha menyisipkan sesi latihan ringan pada waktu luang di tengah padatnya jadwal kuliah dan kegiatan lainnya. “Selain latihan fisik, saya juga menjaga kondisi mental dengan mendengarkan musik dan berwisata alam. Dengan cara ini, saya dapat menjaga tubuh untuk tetap siap bertanding kapan pun,” tegasnya.

Alam merasa dukungan orang tua, teman-temannya, dan Unesa sangat berarti baginya. Setiap kali akan bertanding, ia selalu menghubungi kedua orang tuanya untuk meminta restu. Meskipun belum pernah melihat langsung, Alam selalu merasakan kehadiran mereka dalam bentuk doa dan dukungan moral. “Tapi, jujur dari awal saya ikut pertandingan hingga sekarang orang tua belum pernah melihat saya bertanding, karena saya orangnya grogi ketika orang tua saya hadir,” ucap putra dari Haikal dan Renih.

Dukungan Kampus

Dukungan dari universitas juga sangat penting bagi Alam. Sebagai mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Unesa, ia turut membangun komunitas karate di kampus agar tetap bersemangat dan berprestasi. Selain itu, agar ilmu yang telah didapatkan dapat dibagikan kepada mahasiswa lain. Ketika mnejabat sebagai Wakil Ketua UKM Karate, ia berhasil membawa almamater Unesa meraih prestasi meskipun di tengah pandemi.

“Alhamdulillah, dampaknya baik meskipun pandemi saya dapat merangkul anggota UKM Karate untuk tetap semangat berprestasi. Beruntung, selama pandemi berlangsung banyak kejuaraan karate yang diadakan secara virtual,” ucap Alam Wakil Ketua UKM Karate periode 2019-2020 itu.

Tidak mudah bagi Alam untuk membagi waktu antara kuliah dengan latihan menghadapi pertandingan. Namun, berkat dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) yang sangat mendukung mahasiswanya dalam meraih prestasi, ia mampu menyeimbangkan antara kuliah dan kejuaraan. “Selama kuliah baik S1 atau S2, fakultas selalu membuat kebijakan-kebijakan yang membuat saya fokus terhadap pertandingan,” jelasnya.

Tidak hanya sebatas dukungan wakti, pihak Unesa juga memberikan apresiasi kongkret terhadap mahasiswa yang berprestasi berupa reward dari universitas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi. Ini pula yang menjadi motivasi tambahan bagi Alam untuk terus berprestasi dan membawa nama baik Unesa di setiap ajang kejuaraan yang diikuti.

Ke depan, Alam memiliki impian besar untuk bisa mengukir prestasi di tingkat internasional. Ia berharap suatu saat dapat kembali berlaga di PON dan membawa pulang medali di kejuaraan dunia. Setelah menyelesaikan kariernya sebagai atlet, Alam bercita-cita untuk melatih generasi muda agar bisa berprestasi lebih baik darinya. “Saya ingin membagikan pengalaman dan ilmu saya kepada adik-adik agar bisa berprestasi yang lebih baik daripada saya,” ujar Alam.

Sebagai penutup, Alam memiliki pesan menyentuh bagi mahasiswa lain yang ingin berprestasi. Ia menekankan bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang penuh arti. “Tetap semangat untuk menggapai prestasi, apapun bakat yang kalian miliki. Jangan sia-siakan proses di dunia perkuliahan ini, ukir sebanyak-banyaknya pengalaman karena itu akan menjadi kebanggan kalian yang paling berharga nantinya,” pungkas Alam memberi pesan. @TimHumas

en_USEN