Mesin CNC Router 3 Sumbu Berbasis Windows untuk Mendukung Ekonomi Hijau

Tim Peneliti Fakultas Teknik Unesa

Selain mendukung Ekonomi Hijau sesuai asta cita pemerintah karena mampu menghasilkan sedikit limbah dalam proses produksinya, Mesin CNC Ruters 3 inovasi tim peneliti Unesa, juga mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di Indonesia karena biaya investasi yang cukup terjangkau.

Perkembangan manufaktur begitu pesat. Diperlukan mesin yang mampu bekerja cepat, akurat, dan multifungsi. Hal itu mendorong tim peneliti unesa yang terdiri atas Ir Firman Yasa Utama, SPd MT, Dr Ali Hasbi Ramadani, SPd, MPd, Dr Nur Aini Susanti, SPd MPd dan Nuril Anam, STr menghadirkan penelitian inovatif berjudul Mesin CNC Router 3 Sumbu Berbasis Windows untuk Mendukung Ekonomi Hijau. 

Menurut Ketua Tim, Firman Yasa Utama, Mesin CNC Router 3 sumbu berbasis windows lahir berdasarkan kebutuhan masyarakat dan konsumen, terutama bidang pendidikan seperti SMK Permesinan dan perguruan tinggi dengan dasar teknik. Selain itu, mesin ini juga menjadi solusi efektif bagi para pemilik UMKM yang berhubungan dengan permesinan atau perkayuan. “Kami ingin berkontribusi mendukung dunia manufaktur dan produk lokal,” ujar Firman. 

Mesin tersebut, terang Firman, sangat cocok dalam dunia UMKM dan pendidikan. Mesin CNC Router 3 Sumbu mampu menghasilkan kualitas produksi yang akurat dan presisi. Selain itu, mesin ini juga mendukung pelaku UMKM karena hemat energi, hanya perlu minimal daya 1300 (skala rumahan). Mesin ini juga mendukung ekonomi hijau karena menghasilkan sedikit limbah. “Biaya investasi cukup terjangkau sehingga bisa mendukung perkembangan UMKM,” terangnya. 

Firman mengungkapkan bahwa mesin ini memiliki keunggulan pada pengoperasiannya yang sangat mudah karena menggunakan teknologi berbasis windows. Dengan akses teknologi yang mudah dan familiar itu, tentu sangat memudahkan bagi masyarakat di pasar UMKM Indonesia. 

Sementara itu, ekonomi hijau juga dapat terlihat dari penggunaan energi dan daya listrik yang tergolong tidak tinggi. Selain itu, pengerjaannya akurat dan presisi dengan detail kedalaman hingga milimeter, bahkan pisau yang digunakan mampu mencapai ketelitian 0.01 mm. Sehingga, mesin ini mampu membuat berbagai ukiran atau sayatan yang luwes. “Mesin ini mampu menghasilkan sedikit limbah sehingga ramah  lingkungan,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Dosen D4 Teknik Mesin Fakultas Vokasi Unesa itu menuturkan bahwa Mesin CNC Router 3 Sumbu Berbasis Windows sementara hanya mampu mengerjakan pekerjaan berskala kecil dengan bahan non-logam seperti kayu atau plastik. Namun, Firman menegaskan ke depan akan mengembangkan dan meningkatkan kualitas mesin CNC Router 3 Sumbu Berbasis Windows agar dapat beroperasi dengan bahan logam. “Tentunya, step by step,” tuturnya. 

Lebih dari Dua Versi

Firman menegaskan, mesin ini, nantinya akan hadir versi dua atau lebih. Untuk mendukung ekonomi hijau, tim peneliti Unesa juga berencana mengganti beberapa komponen seperti rangka mesin yang berbahan logam dan alumunium menjadi bahan karbon fiber atau karbon fiber hybrid. Dengan pergantian tersebut, kata Firman, dapat mengurangi berat mesin namun tetap kokoh dan kuat. 

Dengan menggunakan karbon fiber, menurut Firman, dapat membantu meredam getaran. Sebab, bahan tersebut mampu menyerap getaran dari mesin ketika proses produksi berlangsung, sehinga dapat meningkatkan akurasi dan presisi mesin. Generasi berikutnya, tentu akan terus dilakukan peningkatan seperti membuat pola untuk kain atau ukiran dan lainnya. “Kami berharap dengan mesin ini, ke depannya pembuatan pola batik dan ukiran jauh lebih mudah, cepat dan efisien,” bebernya. 

Firman tak memungkiri ada tantangan besar yang ditemui dalam pembuatan mesin ini. Selain itu, proses trial eror dan uji coba berkali-kali cukup menelan waktu dan energi. Tim Peneliti Unesa juga bekerja sama dengan beberapa mitra, di antaranya Sweat Machinery (UKM manufaktur) dan SMK Taruna Jaya Prawira Tuban. “Ke depan, kami terus berkolaborasi hingga menghasilkan produk komersil berbasis kearifan lokal,” tegasnya. 

Dalam jangka pendek, Firman mengungkapkan akan melakukan beberapa pergantian. Selain mengganti rangka mesin, ia juga berencana untuk mengganti motor mesin stepper menjadi servo untuk meningkatkan kecepatan mesin, presisi, dan akurasi. Rencana lainnya, memanfaatkan hasil produk dari Mesin CNC Router 3 sumbu berbasis windows seperti hiasan dan ukiran. 

Selain itu, Firman menuturkan dalam waktu dekat akan ada riset yang berhubungan dengan mesin ini. Tim Peneliti Unesa berharap terus mengembangkan material-material yang dapat membantu menunjang kemajuan dan perkembangan produk berbasis teknologi dan permesinan. “Kami akan terus melanjutkan penelitian sekaligus sebagai sarana praktikum dan komersialisasi produk,” tandasnya.

Untuk diketahui, inovasi mesin ini berawal dari tugas akhir, kemudian dikembangkan dan diusulkan ke Program Hilirisasi Riset-Pengujian Model dan Prototipe 2025 (BIMA-Kemdiktisaintek) tahun 2025. Sementara, pengajuan penelitian ke Universitas baru dilakukan tahun 2026. “Kami berharap mendapatkan support dari universitas,” pungkasnya seraya berharap bisa mendapatkan kemudahan dalam mempercepat skala TKT (Tingkat Ketersiapan Teknologi) dan Hilirasasi produk. @TimHumas

id_IDID