Cetak Prestasi Gemilang Tingkat Nasional dan Internasional Cabor Woodball

Ardiningrum June Candrawati

Kegigihan dan semangat. Dua hal itulah yang mendefinisikan Ardiningrum June Candrawati (June). Mahasiswa S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencetak prestasi gemilang di cabang olahraga woodball baik tingkat nasional maupun internasional.

Meski usianya masih muda, mahasiswi kelahiran Surabaya 4 Juni 2004 itu telah menorehkan berbagai prestasi di dunia woodball dari berbagai kompetisi bergengsi, termasuk Junior International Malaysia Open Woodball Championship 2024. Di ajang tersebut, ia berhasil meraih Runner-up Single Stroke Putri dan Juara 3 Double Mix Stroke. Sebelumnya, ia juga mencetak sejarah di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Mahasiswa UNNES 2024 dengan meraih posisi ketiga nomor Single Stroke Putri, yang disebutnya sebagai nomor bergengsi di cabang olahraga ini.

“Prestasi ini sangat berkesan karena nomor Single Stroke adalah sesuatu yang sudah lama saya impikan. Bisa masuk tiga besar adalah pencapaian besar bagi saya,” ujar June dengan penuh kebanggaan.

Namun, perjalanan menuju podium kemenangan tidaklah mudah. Persiapan intensif yang dilakukan selama delapan bulan di TC Puslatda PON 2024 menjadi salah satu pengalaman yang paling mengubah hidupnya. Pola hidup yang disiplin dan teratur, latihan fisik yang berat, hingga tantangan untuk mengatasi rasa tidak percaya diri menjadi bagian dari proses tersebut.

“Kadang, saya overthinking tentang performa saya sendiri. Tapi, dukungan dari orang tua dan kebiasaan mendengarkan musik membantu saya mengatasi tekanan itu,” ungkapnya.

Bagi June, keluarga adalah sumber kekuatan terbesar. Orang tuanya, Sukarjo dan Estuningtys, selalu memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk kata-kata positif maupun memastikan segala kebutuhannya terpenuhi. “Setiap berhasil meraih kemenangan, saya selalu mengabari mereka (orang tua) terlebih dahulu, sering kali melalui grup WA keluarga,” ujarnya. 

 Selain itu, June juga memiliki cara sederhana namun berarti untuk menghargai dirinya sendiri setelah melewati masa-masa sulit. Ia suka membeli minuman favorit seperti matcha atau boba milk tea sebagai self-reward. Selain itu, ia sering mengucapkan terima kasih kepada diri sendiri karena sudah bertahan sejauh ini dengan berbagai prestasi yang didapatkan.  

Sebagai mahasiswa Unesa, June merasa mendapatkan banyak keuntungan. Fasilitas olahraga yang lengkap dan dukungan dari pihak kampus memberinya peluang besar untuk berkembang. Kegiatan try out, pemusatan latihan, dan pengalaman mengikuti PON, diakui June sangat mempermudah untuk menyeimbangkan karier sebagai atlet dengan pendidikan akademik. 

June juga mengakui bahwa dukungan dari UNESA, seperti kemudahan perizinan dan bantuan material melalui proposal, sangat membantunya tetap fokus pada kompetisi tanpa mengorbankan proses perkuliahan. Hal itu, tentu sangat berarti bagi June karena dapat mendukung kelancaran perjalanan dan karienya di dunia olahraga dan pembelajarannya di akademik. 

Jaga Keseimbangan Akademik dan Prestasi

 Meski tidak aktif dalam organisasi kampus karena keterbatasan waktu akibat jadwal latihan, June tetap menjaga keseimbangan antara akademik dan prestasi. Baginya, keduanya sama-sama penting, meskipun ia memberi sedikit prioritas lebih pada prestasi non-akademik yang berdampak langsung pada kariernya di masa depan. 

 “IPK saya sejauh ini baik-baik saja, dan saya merasa prestasi non-akademik juga mendukung karier saya. Dengan manajemen waktu yang baik, semuanya bisa berjalan seimbang,” ungkapnya. 

June memiliki tujuan yang jelas untuk masa depannya. Ia berencana menyelesaikan perkuliahannya tepat waktu sambil terus berkompetisi di berbagai ajang bergengsi, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Harapannya, semua pencapaian ini dapat membuka jalan untuk karier yang lebih cerah. 

 Ia berharap prestasi yang didapatkan itu bermanfaat untuk kehidupannya ke depan, baik dalam karier maupun relasi. Ia bertekad ingin terus berkembang dan memberikan dampak positif pada dunia olahraga, khususnya woodball. 

 Sebagai atlet muda yang telah menorehkan banyak prestasi, June memiliki pesan yang kuat untuk adik-adik kelasnya. Ia mengatakan, selama masih ada kesempatan dan kekuatan, raihlah prestasi sebanyak-banyaknya, baik akademik maupun non-akademik.

“Jangan takut gagal karena itu bagian dari proses. Yang penting adalah selalu berlatih dengan senang dan gembira tanpa tekanan,” pesan mahasiswi yang punya hobi mendengarkan musik itu. 

 Ia juga menambahkan bahwa penting untuk menjaga keseimbangan antara usaha dan penerimaan. Sisakan ruang untuk ikhlas karena terkadang ada hal yang di luar kendali manusia. Dengan begitu, tegas June, kita bisa menerima semua yang terjadi dengan lapang dada.

Dedikasi dan perjuangan Ardiningrum June Candrawati menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, dukungan, dan semangat juang dapat membawa seseorang melampaui batasan. Dengan langkah tegap, ia tidak hanya mengukir prestasi di lapangan woodball tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bermimpi dan berusaha. 

 Sebagai mahasiswa Unesa, June menunjukkan bahwa pendidikan dan olahraga bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Dengan manajemen waktu dan komitmen yang kuat, ia membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan dan menciptakan harmoni yang membawa pada tangga kesuksesan. @SR

id_IDID