Arek Mojokerto yang Tumbuh Besar dari Keluarga Angkatan Laut

Estri Novia Febrianti, Jawara Arum Jeram

Tumbuh dan besar dalam lingkungan keluarga TNI Angkatan Laut, turut membentuk ketangguhan mental dan fisik Estri Novia Febrianti (22). Perempuan kelahiran Sidoarjo 19 Februari 2002 merupakan anak dari pasangan Sudiyono, seorang anggota TNI AL dan Siti Marsidah, ibu rumah tangga.

Sejak menekuni Arum Jeram, Estri sudah mengikuti berbagai ajang kompetisi mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) DKI Jakarta 2024. Di PON Aceh-Sumut, ia mendapat kesempatan menunjukkan bakatnya di panggung besar, sekaligus membuktikan hasil dari latihan kerasnya.

Di antara berbagai kejuaraan yang telah diikuti, yang paling berkesan adalah ketika mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Mojokerto pada 2023. Bagi Estri, pertandingan itu tidak hanya sekedar kompetisi, tetapi kesempatan untuk kembali bersama tim lamanya. Sebab, ia sempat terpisah cukup lama dari tim karena harus bergabung dengan tim Arum Jeram Jawa Timur.

“Momen pertemuan di Porprov membawa kenangan hangat dan kebanggaan tersendiri. Ketika bertemu mereka, rasanya sangat menyenangkan. Waktu itu, arung jeram di Jawa Timur juga mulai berkembang pesat. Banyak anak-anak baru yang tertarik mencoba, jadi suasana pertandingan pun lebih meriah,” ungkapnya mengenang.

Namun, perjalanan Estri tidak selalu mulus. Ia mengakui, ada masa ketika ia hampir saja menyerah. Itu terjadi saat mengikuti Babak Kualifikasi (BK) PON dan pelaknsaan PON. Selain tantangan fisik dari latihan berat yang kerap menguras tenaga, ia juga sempat dibekap cedera cukup parah hingga membuatnya sulit beraktivitas, dan bahkan sulit tidur. “Saya nyaris menyerah karena cedera itu. Tapi, saya berusaha tenang dan menjalani dengan sabar,” ungkapnya.

Selain di Porprov dan PON, Estri juga pernah berlaga di Kejurnas Probolinggo, Kejurda Banyuwangi (2024), dan Danpasmar 2 CUP (2022) serta Piala Walikota Jember. Masing-masing kejuaraan itu, kata Estri, memberikan pelajaran berharga, mulai dari pentingnya disiplin, adaptasi cepat terhadap medan, hingga konsistensi performa.

Estri punya cara tersendiri agar semangatnya tetap terjaga meski menghadapi masa-masa sulit. Ketika tubuh dan pikirannya lelah oleh latihan dan tekanan pertandingan, ia memilih melakukan me time sebagai bentuk perawatan diri. Ia biasanya memanjakan diri dengan membeli makanan favorit atau berbelanja barang-barang kecil yang bisa menghibur hatinya. “Biasanya, saya beli makanan enak atau shopping,” ucapnya sambil tersenyum.

Di tengah jadwal latihan yang intens, Estri juga harus mengatur waktu dengan baik sebagai mahasiswa Unesa dan atlet Arum Jeram. Tantangan terbesar yang dihadapi, ujar Esty, adalah membagi fokus antara akademik dan persiapan kompetisi. Dengan manajemen waktu yang baik dan mengedepankan skala prioritas, Estri mampu menyeimbangkan keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. “Jika pertandingan sudah dekat, saya akan fokus ke persiapan pertandingan. Untungnya, pihak kampus mendukung dengan memberikan surat izin,” tambahnya.

Dukungan dari kampus memang dirasakan betul oleh Estri. Semisal, dalam bentuk izin dispensasi perkuliahan, yang sangat membantunya tetap bisa menuntaskan kewajiban sebagai mahasiswa sekaligus mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi di berbagai kejuaraan Arum Jeram.

Setiap kali kembali dari kompetisi, Estri tak hanya membawa pulang medali, tetapi juga pengalaman berharga yang membuatnya bangga. Ia merasa pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk berani mencoba dan menikmati proses berlatih tanpa rasa takut.

“Setiap perjuangan memiliki tantangan, namun hasil akhirnya akan terasa memuaskan. Saya berharap prestasi yang didapatkan bisa mengajarkan dan menjadi inspiras bahwa ketekunan dan keberanian akan bisa mewujudkan impian,” tegasnya.

Ke depan, Estri punya impian yang lebih luas. Meskipun sudah berhasil mendapatkan berbagai prestasin, ia tidak membatasi diri hanya pada satu bidang. Ia akan terus berkarir walaupun bukan di dunia olahraga. Bagi Estri, keberhasilan sejati adalah ketika dapat mengembangkan diri dan terus berkontribusi melalui apapun bidang yang ditekuni.  

Ketika kemenangan di tangan, Estri selalu memberi kabar pertama kepada keluarga dan pasangannya, sebelum akhirnya menemui pelatih yang selalu menjadi pendukung utama dalam setiap perjuangannya. Estri adalah contoh nyata dari semangat pantang menyerah yang mampu membangkitkan motivasi banyak orang, terutama generasi muda yang ingin berprestasi di dunia olahraga.

Perjalanan Estri mengajarkan bahwa di balik setiap medali, ada cerita ketangguhan dan pengorbanan yang begitu mendalam. Bagi Estri, setiap rintangan adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik, dan setiap kemenangan adalah bukti bahwa kerja keras dan doa akan membawa hasil. @TimHumas

id_IDID