Terlibat Langsung Dalam Proyek Besar mulai Pendidikan, Kesehatan hingga Konstruksi

Cerita Muhammad Abdur Rohiim Magang di Perusahaan Konsultan Digital

Bagi Muhammad Abdur Rohiim, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) angkatan 2023 magang bukan hanya kewajiban akademik, tapi menjadi pintu awal memasuki dunia profesional yang sesungguhnya.

Abdur Rohiim mendapatkan kesempatan Magang Berdampak di PT Suitmedia Kreasi Indonesia Yogyakarta, sebuah perusahaan konsultan digital selama kurang lebih lima bulan, terhitung sejak 4 Agustus hingga 19 Desember 2025. Di Perusahaan itu, ia menjalani peran sebagai intern di perusahaan digital yang telah menangani berbagai proyek berskala nasional.

Tak berhenti di situ, setelah masa magang berakhir, Rohiim justru mendapatkan kesempatan lanjutan yang tidak semua peserta rasakan. Ia dipercaya tetap berkontribusi sebagai freelancer sejak 22 Desember 2025 hingga saat ini. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa magang tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga dapat membuka peluang karier yang lebih luas.

Kesempatan magang itu berawal dari inisiatif pribadi Rohiim. Sejak awal, ia memang telah menargetkan mengikuti program magang pada semester lima. Ia aktif mencari informasi terkait perusahaan maupun startup yang membuka kesempatan magang mandiri. “Saya mendapatkan informasi mengenai program Magang Berdampak dari dosen melalui grup kampus,” ujar Rohiim.

0-6528×4896-0-0-{}-0-24#

Ketertarikan itu mendorong Rohiim menggali lebih dalam. Ia mempelajari alur pendaftaran melalui kanal YouTube resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mulai dari persyaratan hingga mekanisme seleksi. Selanjutnya, ia mulai membuat akun di platform SIMBELMAWA, dan mendaftar ke beberapa mitra Perusahaan. “Saya mengikuti seleksi administrasi, tes, dan wawancara,” bebernya.

Saat menjalani magang, Rohiim merasakan perbedaan signifikan dibandingkan dengan suasana belajar di kampus. Ia terlibat langsung dalam lingkungan kerja profesional yang melibatkan berbagai peran lintas divisi, seperti backend developer, frontend developer, mobile developer, system analyst, UI/UX designer, account executive hingga project manager.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata tentang proyek digital yang dijalankan secara menyeluruh. Selain fokus pada proses pengembangan, ia juga memahami alur dari tahap pitching, development, testing, hingga deployment. Selain itu, ia juga banyak mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam tim yang beragam.

Meski begitu, perjalanan magang tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah proses adaptasi terhadap Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan yang berbeda dengan sistem pembelajaran di kampus. Selain itu, penggunaan berbagai tools dan workflow baru juga menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mengatasinya, Rohiim memilih bersikap aktif. Selain belajar mandiri, ia pun rajin bertanya kepada mentor dan rekan tim. Sekitar dua minggu hingga satu bulan, ia mulai mampu beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan.

Rohiim merasakan bekal dari perkuliahan memiliki peran penting dalam menunjang pekerjaannya. Mata kuliah Pemrograman Berbasis Platform (PBP) yang membahas penggunaan PHP dengan framework laravel menjadi salah satu yang paling relevan. Selain itu, mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) juga membantu memahami struktur penulisan kode yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah dikembangkan. Sementara itu, mata kuliah Basis Data sangat menunjang dalam memahami perancangan database, pembuatan query, dan pengelolaan relasi antartabel yang kompleks.

Menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus intern tentu menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik. Rohiim mengatur jadwal kuliah pada pagi hari sebelum jam kerja pukul 09.00. “Dengan strategi tersebut, saya tetap dapat mengikuti perkuliahan tanpa mengganggu aktivitas magang,” ungkapnya.

Jika ada kebutuhan mendesak seperti kelas tambahan atau kegiatan organisasi, pihak perusahaan juga memberikan fleksibilitas. Selain itu, Rohiim memilih memprioritaskan magang selama hari kerja, sedangkan waktu akhir pekan dimanfaatkan untuk beristirahat atau melakukan aktivitas refreshing.

Selama magang, Rohiim memperoleh kesempatan terlibat dalam empat proyek dari sektor berbeda, yaitu pendidikan, kesehatan, fintech dan konstruksi. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika terlibat dalam pengembangan Learning Management System (LMS) untuk sebuah yayasan pendidikan besar di Indonesia.

Dalam proyek tersebut, ia bersama tim mengembangkan sistem dari tahap awal. Proses dimulai dari penyusunan timeline oleh tim system analyst, perancangan database oleh tim backend, hingga kolaborasi dengan tim frontend dan UI/UX dalam tahap implementasi dan pengujian. “Pengalaman itu memberikan kepuasan tersendiri karena proyek yang dikerjakan memiliki dampak nyata dalam mendukung proses pembelajaran,” cerita Rohiim.

Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek di sektor kesehatan, khususnya pengembangan fitur Medical Check Up (MCU) dan Radiology untuk website dan aplikasi mobile. Dalam proyek ini, ia berkontribusi pada pengembangan backend untuk mendukung kebutuhan sistem. Pengalaman tersebut menjadi sangat berarti karena sistem yang dikembangkan berpotensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Rohiim menyampaikan pesan kepada mahasiswa, khususnya Unesa agar tidak ragu mengambil kesempatan mengikuti program magang. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membuka banyak peluang, baik dari segi wawasan maupun karier. Ia juga menekankan pentingnya persiapan, terutama dalam menyusun CV yang ATS-friendly dan melatih kemampuan wawancara. Selain itu, ia menyarankan untuk mempelajari git workflow secara mandiri karena keterampilan tersebut sangat dibutuhkan di dunia industri. @TimHumas

id_IDID