Ruang Pererat Persaudaraan dan Kepedulian Lingkungan

UKKH Unesa

Unit Kegiatan Kerohanian Hindu (UKKH) bukan sekadar tempat untuk menjalankan kegiatan keagamaan saja. Namun, UKM yang berdiri tahun 1982 dengan nama Unit Kegiatan Hindu IKIP Surabaya itu menjadi ruang bagi mahasiswa Hindu Unesa untuk mempererat persaudaraan, saling mendukung, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ketua UKKH, Pande Komang Jody Wiranatha mengatakan, kegiatan mereka hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari persembahyangan bersama, pengabdian di pura, hingga aktivitas kemahasiswaan yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan potensi.

Seiring perkembangannya, kegiatan UKKH juga mulai menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui berbagai program. Salah satu program itu adalah Brahmacarya Widya Competition (BWC). Program tersebut merupakan sebuah even kompetisi keagamaan Hindu yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sekaligus pemahaman terhadap nilai-nilai agama dan budaya Hindu.

Lebih lanjut, Komang menjelaskan, BWC menghadirkan sejumlah perlombaan, seperti esai agama Hindu, Dharma Carita, dan Tari Bali. Melalui BWC, UKKH tidak hanya menghadirkan ruang berkompetisi, tetapi juga turut mendorong semangat berprestasi dan pelestarian budaya Hindu di kalangan generasi muda.

Selain kompetisi, ujar mahasiswa Fakultas Hukum itu, UKKH juga memiliki kegiatan yang berfokus pada pendalaman ajaran agama melalui diskusi. Kegiatan tersebut dikemas dalam Dharma Tula, yaitu forum diskusi dan seminar keagamaan Hindu. Berbeda dengan Dharma Wacana yang berlangsung satu arah, Dharma Tula memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya, menyampaikan pandangan, dan mendiskusikan persoalan keagamaan.

Pembina UKKH, I Nengah Mariasa, menjelaskan bahwa Dharma Tula penting untuk lebih sering dilakukan karena pemahaman terhadap agama tidak cukup berhenti pada pengetahuan teoritis. Nilai-nilai keagamaan perlu dibicarakan dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar dapat dipahami secara lebih mendalam. “Dharma Tula pasti seperti orang kuliah. Bahkan mempertanyakan hal-hal yang sering terjadi di sekitar kita. Dharma Tula yang harus dipersering,” jelasnya.

Menurutnya, pemahaman agama juga perlu berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap keberagaman. Mahasiswa Hindu tidak hanya perlu memahami ajarannya sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal pemahaman keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari harapan Nengah terhadap perkembangan UKKH ke depan. Ia ingin UKKH tidak hanya kuat dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu membangun jejaring dengan organisasi Hindu di luar Unesa serta membuka ruang kolaborasi dengan kelompok dari latar belakang agama yang berbeda.

Dosen prodi Seni Drama, Tari, dan Musik itu menambahkan, sebagai Pembina, sebenarnya ia ingin menjaring tidak hanya berkegiatan di dalam saja, tapi juga membangun link keluar di antara organisasi Hindu se-Indonesia.

Diakui Nengah, upaya memperluas jejaring tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi UKKH. Apalagi, kata Nengah, kepengurusan yang berganti setiap tahun membuat organisasi perlu memiliki sistem yang kokok agar dapat menjaga kesinambungan program. Ia sudah membayangkan adanya perencanaan jangka panjang, misalnya untuk periode lima tahun, sehingga setiap kepengurusan tidak hanya mengulang kegiatan tahunan, tetapi memiliki arah pengembangan yang berkelanjutan.

Gagasan tersebut, jelas Nengah, berangkat dari keinginan agar UKKH terus berkembang tanpa kehilangan fondasi utamanya. Bagi Nengah, kegiatan keagamaan dapat menjadi pintu untuk membangun pemahaman, kepedulian, dan hubungan yang lebih luas di tengah keberagaman masyarakat.

Karena itu, hal yang paling penting, kata Nengah adalah keterbukaan. Ia menyebut keterbukaan menjadi salah satu nilai yang harus terus ia dorong kepada mahasiswa. Ia berharap UKKH tidak menutup diri dari lingkungan sekitar. Sebaliknya, mahasiswa dapat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan siapa pun tanpa menghilangkan identitas keagamaannya. @Shofi

id_IDID