Tidak Sekadar Kejar Prestasi, tapi Juga Bentuk Karakter

UKM Softball Unesa

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Softball Universitas Negeri Surabaya terus konsisten menjaga eksistensinya. Tidak hanya sekadar mengejar prestasi, tapi, lebih dari itu adalah wahana untuk membentuk karakter,  kepemimpinan, dan semangat berorganisasi.

Pembina UKM Softball Unesa, Sasminta Christina Yuli Hartati menegaskan bahwa perjalanan UKM Softball sejak awal berdiri pada dekade 1990-an hingga saat ini, bukan sekadar tentang mengejar kemenangan di arena pertandingan, tapi yang menjadi fondasi utama UKM Softball adalah membentuk pribadi mahasiswa yang memiliki nilai-nilai positif.

Dalam UKM softball, ujar dosen S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) itu,  pembinaan prestasi bukan menjadi satu-satunya tujuan. Hal yang utama adalah membentuk karakter sebagai pondasi awal untuk berorganisasi maupun berprestasi.

Karakter tersebut menjadi modal penting dalam olahraga softball yang menuntut kerja sama tim. Tanggung jawab, kedisiplinan, rasa percaya diri, keberanian, hingga kemampuan menghargai orang lain menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada para anggota. “Nilai itu sangat selaras dengan semangat Unesa, Growing with Character,” ujarnya.

Untuk memperkuat kemampuan mahasiswa, kata Sasminta, UKM Softball Unesa menjalankan berbagai program pengembangan, mulai dari workshop, pelatihan, upgrading, hingga kegiatan yang menghadirkan narasumber berpengalaman. Materi yang diberikan mencakup peningkatan keterampilan softball, kepemimpinan, public speaking, pemanfaatan teknologi, character building, serta pengenalan olahraga softball dan baseball kepada masyarakat kampus.

Sasminta menceritakan perjalanan panjang UKM Softball Unesa. Menurutnya, UKM ini berawal dari sekumpulan mahasiswa dengan latar belakang olahraga berbeda yang memiliki ketertarikan. Sebelumnya, cabang olahraga ini masih asing di lingkungan perguruan tinggi. Namun, perlahan, keberadaan UKM Soft Ball mulai mendapat perhatian melalui berbagai kompetisi tingkat lokal, regional, hingga nasional.

Perkembangan tersebut, lanjut Sasminta, semakin terlihat ketika mahasiswa berprestasi di bidang softball dan baseball mulai memilih Unesa sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Puncaknya, pada 2007, Unesa menjadi salah satu perguruan tinggi dengan kontribusi besar dalam menyumbangkan atlet softball dan baseball untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur. “Sejumlah atlet Unesa kemudian dipercaya memperkuat tim daerah, mengikuti PON, SEA Games, Asian Games, hingga berbagai kejuaraan internasional,” jelasnya.

Konsisten Pertahankan Prestasi

UKM Softball terus konsisten menjaga prestasi. Bahkan, selama kurun waktu lima tahun berturut-turut, UKM ini berhasil meraih gelar juara umum Liga Mahasiswa tingkat Jawa Timur. Capaian tersebut tentu menjadi bukti bahwa pembinaan dilakukan dengan baik sehingga mampu menghasilkan atlet yang kompetitif.

Menurut Sasminta, kekuatan utama UKM Softball Unesa terletak pada keberagaman anggota. Atlet yang tergabung berasal dari berbagai program studi dan fakultas, termasuk mahasiswa Kampus 5 Unesa Magetan. Perbedaan latar belakang itu justru menjadi kekuatan untuk membangun tim yang solid. “Ketika bertanding, mereka membawa nama almamater. Rasa bangga itu menjadi energi bagi para atlet untuk memberikan yang terbaik,” katanya.

Dukungan dari berbagai pihak di lingkungan Unesa, diakui Sasminta, turut menjadi bagian penting dalam perjalanan UKM ini. Mulai dari pimpinan universitas, bidang kemahasiswaan, fakultas, hingga program studi memberikan ruang bagi pengembangan atlet. “Jalur prestasi melalui golden ticket juga menjadi salah satu pintu masuk bagi atlet softball dan baseball terbaik Jawa Timur untuk bergabung bersama Unesa,” bebernya.

Dari sisi mahasiswa, Ketua UKM Softball Unesa, Ahmad Irsyadi Arkan, melihat perjalanan organisasi ini sebagai proses panjang menghadapi tantangan. Menurut mahasiswa S1 Manajemen Olahraga angkatan 2024 tersebut, tantangan terbesar adalah memperkenalkan softball kepada mahasiswa karena olahraga ini belum banyak dikenal. “Softball belum sepopuler basket atau futsal, sehingga mengenalkan olahraga ini kepada orang awam menjadi tantangan tersendiri,” ujar mahasiswa yang akrab dipanggil Arkan itu.

Untuk menjangkau mahasiswa baru, kata Arkan, UKM Softball memanfaatkan media sosial, kegiatan UKM Expo, serta keikutsertaan dalam berbagai kompetisi seperti Liga Mahasiswa. Strategi tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan softball sekaligus mencari bibit-bibit baru yang tertarik menekuni olahraga ini.

Bagi Arkan, salah satu pengalaman paling berkesan selama bergabung dengan UKM Softball adalah ketika mengikuti Liga Mahasiswa 2024. Kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertamanya bertanding dalam ajang besar dan berhasil membawa pulang posisi juara tiga.

Arkan menegaskan bahwa di dalam organisasi, budaya disiplin menjadi nilai yang paling kuat ditanamkan. Jadwal latihan rutin digelar tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Selain latihan teknik, anggota UKM juga mendapatkan pengalaman melalui pertandingan persahabatan dengan perguruan tinggi lain.

Ke depan, UKM Softball Unesa memiliki cita-cita untuk memperluas kiprah hingga tingkat nasional dan internasional. Pembinaan yang lebih intensif, dukungan fasilitas latihan yang memadai, serta kerja sama dengan organisasi olahraga menjadi langkah yang terus diupayakan.

Bagi keluarga besar UKM Softball Unesa, lapangan bukan sekadar tempat mengejar kemenangan. Di sana, mahasiswa belajar tentang kerja sama, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan. Sebuah proses panjang yang menguatkan posisi Unesa sebagai rumah para juara. @TimHumasUnesa

id_IDID