Fokus Dukung Ketahanan Pangan, Bioteknologi Lingkungan, dan Kesehatan

Lebih Dekat dengan Prodi Bioteknologi Unesa

Program Studi Biotkenologi, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) siap berfokus pada pengembangan teknologi biologi modern demi mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Dr Ratih Dewi Saputri, SSi MSi, Koordinator Program Studi Bioteknologi Unesa mengatakan, ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan produksi konvensional. Perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan bioteknologi untuk memastikan ketersediaan dan keberlanjutan pangan di masa depan.

Menurut Ratih, demikian sapaan akrabnya, bioteknologi kini menjadi kunci penting menghadapi krisis pangan global. Dengan memanfaatkan inovasi di bidang biologi molekuler, rekayasa genetika, dan nanoteknologi, ilmu ini mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki kualitas hasil pertanian, hingga menciptakan pangan fungsional yang menyehatkan.

Meski banyak universitas lain memiliki program studi sejenis, terang Ratih, Bioteknologi Unesa memiliki karakteristik unik, yakni fokus utama untuk mendukung ketahanan pangan, bioteknologi lingkungan, dan kesehatan.

“Visi kami adalah menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu bioteknologi di bidang pangan yang inovatif dan berwawasan kewirausahaan berkelanjutan,” jelas Ratih. “Kami ingin membangun bioteknologi yang tak hanya berfokus pada laboratorium, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Dengan visi itu, mahasiswa Bioteknologi Unesa tidak hanya belajar tentang manipulasi genetik atau kultur jaringan, tetapi juga bagaimana mengaplikasikan bioteknologi untuk menciptakan sistem pangan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkeadilan sosial, sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lebih lanjut, Ratih menjelaskan, Program Studi Bioteknologi Unesa dirancang sebagai prodi sains terapan yang menggabungkan teori mendalam dengan praktik langsung. Mahasiswa akan belajar berbagai cabang ilmu seperti Mikrobiologi, Genetika, Biologi Molekuler, Biokimia, Kimia Organik dan Analitik, Biofisika, Nanoteknologi, Matematika, Komputasi, serta Teknologi Industri dan Ekonomi.

“Melalui pendekatan lintas disiplin, mahasiswa akan memahami bioteknologi dari level gen hingga industri. Fokus kajiannya meliputi rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangan sel punca, hingga penerapan nanoteknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan studi, ujar Ratih, mahasiswa menempuh minimal 144 SKS dan memiliki pilihan tugas akhir bisa berupa skripsi, publikasi ilmiah, atau konversi prestasi sesuai kebijakan universitas. Bahkan, mahasiswa berprestasi bisa lulus lebih cepat dalam waktu tujuh semester.

Saat ini, Prodi Bioteknologi Unesa telah memiliki tenaga dosen muda yang kompeten di bidang biologi molekuler, tissue culture, bioteknologi pangan, dan lingkungan. Selain itu, para dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif melakukan riset dan pengabdian masyarakat.

“Kami sedang membangun fondasi SDM yang kuat. Selain memperkuat tenaga pendidik, kami juga menjalin kolaborasi dengan fakultas lain, peneliti dari lembaga mitra, dan industri bioteknologi agar mahasiswa mendapat pengalaman belajar yang aplikatif,” bebernya.

Pendekatan Student-Centered

Dalam proses belajar, Bioteknologi Unesa menerapkan pendekatan student-centered learning melalui team-based project, case study, dan praktikum intensif. Mahasiswa diajak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan laboratorium dan etika penelitian.

“Pembelajaran kami berlandaskan tiga konsep yakni teoritis, operasional, serta aspek etika, keselamatan, dan lingkungan. Selain di kampus, mahasiswa juga difasilitasi mengikuti student mobility program seperti magang riset, student exchange, dan kerja praktik di industri bioteknologi,” tambahnya.

Prospek karier lulusan Bioteknologi Unesa terbentang luas. Mereka dapat bekerja di industri pangan dan farmasi sebagai quality control/assurance, fermentation specialist, atau research and development assistant. Selain itu, lulusan juga berpeluang menjadi entrepreneur di bidang bioteknologi pangan, konsultan pemberdayaan masyarakat, atau asisten peneliti di lembaga riset nasional maupun internasional.

“Untuk menunjang pembelajaran, kami telah menyiapkan ruang kuliah modern, laboratorium dasar biologi dan kimia, serta laboratorium mikrobiologi. Kami juga menyediakan laboratorium terpadu tingkat universitas yang dilengkapi dengan teknologi terkini untuk kegiatan riset,” tandas Ratih.

Ke depan, prodi ini berencana membangun laboratorium bioteknologi molekuler dan memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga seperti BRIN dan industri pangan berbasis bioteknologi. “Kami yakin dukungan fasilitas ini akan menjadikan Bioteknologi Unesa sebagai pusat riset yang unggul dan aplikatif,” tambahnya.

Sejak awal berdiri, Bioteknologi Unesa telah mengusung semangat kolaborasi lintas sektor. Prodi ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lembaga penelitian perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan perusahaan berbasis bioteknologi. “Bentuk kolaborasi yang telah dijalankan mencakup kuliah tamu, pelatihan industri, magang mahasiswa, serta penelitian kolaboratif,” imbuhnya.

Sebagai prodi baru, Bioteknologi Unesa telah memiliki 85 mahasiswa. Meski baru, antusiasme para mahasiswa sangat luar biasa. Mereka aktif dalam diskusi kelas, riset mini, pengabdian masyarakat, hingga kompetisi internasional, bahkan berhasil meraih juara 3 di Malaysia.

Tak hanya itu, mahasiswa juga berinisiatif membentuk komunitas bioteknologi yang berfokus pada inovasi pangan lokal dan kegiatan sosial berbasis lingkungan. Prodi pun mendukung penuh kegiatan ini sebagai cikal bakal Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Bioteknologi yang kini tengah dipersiapkan dan akan resmi berdiri pada 2026.

Prodi Bioteknologi Unesa juga akan memperkuat fondasi akademiknya. Ratih menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus pada peningkatan kapasitas dosen, penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan optimalisasi fasilitas laboratorium.

“Harapan kami, Bioteknologi Unesa tidak hanya dikenal sebagai prodi baru, tetapi sebagai prodi yang tumbuh cepat, relevan dengan kebutuhan industri, dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan berkelanjutan,” pungkas Ratih optimis. @prisma

en_USEN