Pernah Juara Kompetisi Internal Persebaya hingga Turnamen Antarmahasiswa

Kiprah UKM Sepakbola Unesa

Unit Kegiatan Mahasiswa Sepak Bola Unesa sudah lama eksis. Kiprahnya juga cukup mewarnai belantika persepakbolaan di Jawa Timur. Setidaknya, UKM yang dibina David Agus Pianto itu telah menorehkan prestasi mulai Juara Kompetisi Internal Persebaya hingga Turnamen Antarmahasiswa.

Di balik hingar bingar aktivitas akademik di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ada sekelompok mahasiswa yang setia merawat tradisi dan semangat olahraga melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola. Jauh dari sorotan publik, mereka tak hanya menggocek si kulit bundar, tetapi juga mengukir cerita tentang pengorbanan, persaudaraan, dan perjuangan yang tak kenal lelah.

Meski menghadapi tantangan yang tak ringan, UKM Sepak Bola Unesa tetap menunjukkan eksistensinya dan membuktikan bahwa kampus adalah ladang subur untuk melahirkan bibit-bibit unggul, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Selain soal prestasi, sepakbola juga menjadi ajang untuk mempersatukan semua elemen.

UKM Sepak Bola Unesa bukan entitas baru. Ia telah lama ada. Menurut sang pembina UKM, David Agus Prianto, yang juga dosen S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa, sepak bola telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kampus eks-IKIP Surabaya itu sejak lama. “Saya masuk di Unesa tahun 2001, saat itu UKM sepak bola sudah terbentuk dan pemain-pemainnya sudah cukup terkenal,” kenang David.  

Kiprah dan prestasi Sepak Bola Unesa pun tak bisa dipandang sebelah mata. Prestasinya bukan kaleng-kaleng. Tim Sepak Bola Unesa, kata David, pernah menjuarai kompetisi internal Persebaya. Tim ini berjuang mulai dari Liga 2 hingga Liga 1 di kompetesi internal Persebaya. “Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa kualitas pemain kampus tak bisa dipandang sebelah mata,” ujar David.

Tak berhenti di situ. Prestasi UKM Sepak Bola Unesa, terus berlanjut. Berbagai gelar juara berhasil didapatkan dalam turnamen antarmahasiswa. Di Malang, juara 1. Di UNY juara 2. Di UGM juara 2. Bahkan, pada awal 2025, Sepak Bola Unesa kembali menyabet gelar juara 1 di Sidoarjo. “Rentetan kemenangan ini adalah bukti konsistensi dan kerja keras,” tandas David.

Namun, di balik semua prestasi itu, ada tantangan besar yang menguji ketahanan mereka yakni keterbatasan dana. David sadar betul, sepak bola adalah olahraga tim dengan komposisi pemain yang banyak. Untuk sekali turnamen saja, tim bisa membawa 25 pemain plus staf. “Bayangkan kalau kita bertanding di luar kota, uangnya kurang cukup. Tiap turnamen luar kota harus makan geprek dan tidurnya sewa gudang. Kami harus seefisien mungkin,” ujarnya.

Kondisi itu membuat mereka harus memutar otak agar tim tetap bisa berlaga. Pengorbanan personal pun tak terhindarkan. Momen-momen seperti ini, menurut David, justru menjadi pengalaman mengharukan yang memperkuat ikatan di antara mereka. “Tak jarang, kami harus mengeluarkan uang pribadi demi memastikan tim tetap bisa berkompetisi,” bebernya.

Catak Pemimpin dan Atlet Berprestasi

Di tengah dinamika tersebut, regenerasi kepemimpinan menjadi kunci. Saat ini, Ketua UKM Sepak Bola diemban Dimas Hamdhan Vebrianto, mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga Angkatan 2022. Sebagai ketua, Dimas memimpin berbagai kegiatan, mulai dari latihan rutin hingga persiapan turnamen. Namun, tantangan terbesar baginya bukanlah teknis di lapangan, melainkan bagaimana mengelola waktu antara tuntutan akademik dan tanggung jawab organisasi.

“Pengelolaan waktu antara kegiatan akademik dan organisasi jadi tantangan kami, sebab antusiasme yang tinggi ditambah dengan bertabrakannya jadwal kuliah dan latihan,” tegasnya.

Tantangan seperti itu bukan hanya dihadapi oleh Dimas, tetapi juga oleh seluruh anggota UKM. Mereka harus bisa menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa dan atlet. Selain itu, ia berharap UKM Sepak Bola Unesa bisa terus berkembang, tak hanya dari sisi prestasi tetapi juga dari sisi organisasi. Ia ingin UKM ini menjadi tempat yang melahirkan atlet berprestasi sekaligus pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas.

“Semoga ke depan, UKM ini bisa lebih dikenal secara luas, menjadi tempat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, dan solid dalam berorganisasi,” ungkapnya.

Senada dengan Ketua UKM, David Agus Prianto, Pembina UKM pun memiliki harapan besar. Ia berharap UKM sepak bola dan olahraga kampus secara umum, kembali mendapat perhatian. Menurutnya, Jepang menjadi contoh nyata di mana banyak pemain timnas lahir dari jalur mahasiswa. “Ini perlu kembali digalakkan. Jadi bukan hanya SSB saja yang berperan aktif, melainkan perguruan tinggi juga harus jadi pondasi utama,” tegasnya berulang.  

Untuk Unesa, ia berharap adanya penambahan materiil yang signifikan, terutama karena mereka juga memiliki tim sepak bola putri. Sehingga hal ini menunjukkan komitmen Unesa sebagai kampus yang memiliki unggulan dalam bidang keolahragaan, dan tentu sebuah keunggulan harus benar-benar didukung semaksimal mungkin agar tumbuh menjadi potensi yang baik. @saputra

en_USEN