Cerita Jumaslina Ikuti MSIB IBM Skills Build Fot AI & Cybersecurity hingga Raih Penghargaan

“Kadang perbedaan itu membuat jalan terasa berliku, namun di situlah nilai belajar yang sesungguhnya,” ungkapnya.


 Jumaslina, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) angkatan 2021 menorehkan catatan prestasi yang membanggakan. Tahun 2024 lalu, mahasiswi asal Bulukumba, Sulawesi Selatan initerpilih mengikuti program bergengsi IBM SkillsBuild for AI & Cybersecurity MSIB batch 6.

Program yang digelar secara nasional itu mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas, lintas jurusan, untuk belajar teknologi, keamanan siber, hingga manajemen proyek.  Jumaslina tidak sendiri mengikuti program itu.  Ia tergabung dalam tim lintas kampus bersama mahasiswa dari Universitas Bina Dharma dan Universitas Prima Indonesia.

Meskipun belum pernah bertemu secara langsung, mereka disatukan oleh semangat yang sama yakni menciptakan ide solusi yang bermanfaat. Lewat rapat-rapat daring, diskusi panjang, dan berbagi referensi lintas waktu, mereka melahirkan sebuah gagasan yang dikemas dalam bentuk video perkenalan. Video itu sederhana, namun penuh semangat.

Tak disangka, publik merespons dengan antusias. Jumlah likes, komentar, dan tayangan terus bertambah hingga akhirnya tim mereka dinobatkan sebagai penerima People’s Choice Award. “Rasanya bangga bisa membawa nama Unesa sekaligus belajar bareng teman-teman dari kampus lain,” ujar Jumaslina.

Bagi dirinya, pencapaian ini bukan sekadar gelar penghargaan. Ia menganggap pengalaman tersebut sebagai perjalanan batin seorang mahasiswa yang sedang ditempa. Kolaborasi lintas kampus memberinya kesempatan menyatukan ide dari latar belakang yang berbeda. “Kadang perbedaan itu membuat jalan terasa berliku, namun di situlah nilai belajar yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Dukungan dari orang-orang sekitar menjadi tenaga tambahan yang tak ternilai bagi Jumaslina. Keluarga di Bulukumba, sahabat di Surabaya, hingga teman-teman sekelasnya ikut berperan. Mereka membagikan video tim Jumaslina, mengajak orang lain menonton, hingga mengumpulkan suara. “Alhamdulillah, dukungan itu sangat berarti. Saya jadi makin semangat,” katanya sambil tersenyum.

            Jumaslina pun menyadari, ada satu hal yang kerap terlewat dari pengalaman belajar di kampus yakni arti penting kolaborasi dan networking. Ia percaya setiap orang punya potensi masing-masing, dan ketika potensi itu digabungkan, hasilnya bisa jauh lebih besar. Bukan hanya soal lomba, tapi tentang membangun hubungan, merawat kerja sama, dan menjadikan jejaring itu sebagai pintu menuju kesempatan baru.

Melalui pengalaman di MSIB dan penghargaan yang diterima, Jumaslina bertekad menjadikan bekal itu menghadapi dunia kerja maupun aktivitas sosial setelah lulus nanti. Menurutnya, dunia di luar kampus jauh lebih luas, dan pengalaman semacam ini bisa menjadi jembatan penting. “Saya ingin pengalaman ini jadi bekal berharga untuk langkah selanjutnya,” tegasnya.

Sebagai mahasiswa, ia juga menyadari bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Setiap program, setiap lomba, dan setiap peluang belajar adalah batu pijakan yang bisa membentuk masa depan. Karena itu, ia menitip pesan kepada mahasiswa Unesa maupun generasi muda lainnya agar jangan takut mencoba. “Ambil setiap kesempatan selama kuliah. Keluar dari zona nyaman, karena setiap pengalaman akan sangat berharga. Kalau gagal, anggap saja itu bagian dari proses belajar,” pungkasnya.@sindy

en_USEN