Alat Pelempar Shuttlecok Otomatis untuk Tingkatkan Performa Atlet Badminton

Penelitian Berdampak

Dalam dunia Olahraga badminton, konsistensi atlet dalam melakukan latihan menjadi kunci utama untuk meningkatkan performa atlet, sehingga perlu adanya pengembangan alat yang dapat mendukung peningkatan kemampuan atlet secara efisien.

Tim peneliti Unesa yang tediri atas Afif Rusdiawan, SPd  MKes (Ketua), Rachmad Syarifudin Hidayatullah, MPd dan Muhamad Syariffuddien Zuhrie, SPd MT melakukan penelitian berdampak Program Matching Fund Kedaireka Tahun Anggaran 2023 dengan judul Pengembangan Alat Pelempar Shuttlecock Otomatis untuk Mengetahui Perkembangan Performa Atlet Badminton. Penelitian ini berfokus pada pengembangan alat pelempar shuttlecock otomatis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas latihan pemain bulutangkis.

Afif Rusidiawan, ketua peneliti menjelaskan bahwa alat pelempar shuttlecock tercipta untuk mengatasi kendala yang sering dihadapi para pemain bulutangkis. Para atlet kerap kesulitan berlatih secara efisien dan efektif ketika tidak memiliki pasangan latihan atau pelatih yang dapat memberikan pukulan secara konsisten sesuai skenario. “Latihan individual tanpa arahan seringkali kurang produktif, karena itu perlu  solusi yang memungkin para pemain dapat berlatih dengan berbagai pola pukulan tanpa ketergantungan pada pasangan latihan,” teran Afif.

Dari ide tersebut, terang Afif, maka dikembangkan menjadi penciptaan alat pelempar shuttlecock otomatis yang dapat memberikan variasi pukulan dengan kecepatan dan arah yang dapat diatur dengan fleksibilitas maksimal. “Alat ini merupakan pengembangan dari alat pelempar shuttlecock sebelumnya dengan penambahan remote control dan pola latihan, sehingga tidak perlu dioperasikan secara manua,l” terangnya.

Alat pelempar shuttlecock, selain memudahkan atlet dan pelatih melakukan latihan bulutangkis, juga untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas latihan pemain, membantu pelatih dalam proses training center untuk meningkatkan performa atlet badminton, meningkatkan prestasi atlet badminton Unensa, memenuhi kebutuhan peralatan pelatihan di Unesa, mengembangkan trainer untuk mendukung latihan atlet di Indonesi, menghasilkan 1 artikel proceeding dengan status accepted dan melibatkan 5 mahasiswa dalam kegiatan MBKM Kedaireka 2023.

“Alat pelempar shuttlecock ini dilengkapi  dua motor pelontar dan pengatur kecepatan untuk menyesuaikan kecepatan dan arah lontaran shuttlecock. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur utama meliputi empat kaki beroda dengan pengunci ketinggian untuk mobilitas dan stabilitas, jalur antrean shuttlecock yang efisien untuk pasokan kontinu, serta kemampuan pengaturan sudut lontaran secara vertikal dan horizontal,” jelas Arif.

Dilengkapi Remote Control dan Fitur Menarik

Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan dua motor pelontar dan motor pengatur sudut (servo), remote control dengan fitur pola tembakan. Hasil uji kelayakan menunjukan  80% berfungsi dengan baik sesuai tujuan pengembangannya. Afif sendiri menjamin keamanan alat ini dalam latihan yang digunakan secara intensif untuk sesi latihan durasi panjang. “Alat ini dilengkapi dengan beberapa aspek seperti kestabilan, sistem antrean, dan berdasarkan uji lab dan uji user yang menyatakan keamanan produk.

Afif mengungkapkan, alat ini memiliki banyak potensi bagi atlet dalam melakukan latihan. Di antaranya, atlet dapat latihan mandiri, berlatih secara konsisten, dan meniru skenario permainan nyata. Selain itu, atlet juga dapat melakukan variasi latihan dengan menggunakan fitur pengaturan sudut, kecepatan, dan pola lontaran (net play, smash, lob/clearance) sehingga memungkinkan atlet melatih berbagai teknik dan situasi permainan.

Untuk mendukung pengembangan kemampuan para atlet,  alat ini terus mengumpulkan data performa. Data tersebut dikumpulkan oleh alat shuttlecock launcher sebagai dasar evaluasi peningkatan performa atlet, khususnya dalam konteks latihan dan pengembangan keterampilan teknis. “Ini bukan sekadar alat pelontar biasa, tetapi memiliki kemampuan untuk mengatur variasi pukulan, termasuk kecepatan, arah, dan sudut lontaran” tandasnya.

Keunggulan utama alat ini, jelas Arif, adalah adanya remote control yang memungkinkan pelatih atau atlet mengatur kecepatan, arah, dan bahkan menyimpan pola lontaran yang diinginkan dari jarak jauh. Dengan demikian, latihan dapat disesuaikan dengan skenario yang telah ditentukan. Sistem kontrolnya menghubungkan remote control ke panel kontrol, relay, serta berbagai motor dan servo yang terintegrasi.

Keunggulan lainnya, alat pelempar shuttlecock otomatis ini cukup terjangkau dan relatif mudah digunakan bagi klub-klub kecil atau sekolah olahraga di daerah dengan keterbatasan sarana. Selain itu, keunggulan alat ini terletak pada integrasi fitur canggih untuk simulasi latihan yang komprehensif dan fleksibel. “Berbeda dengan alat sejenis yang mungkin hanya fokus pada peluncuran dasar,” bebernya.

Bukan hanya itu, alat pelempar shuttlecock otomatis ini menawarkan pendekatan latihan fisik langsung, berbeda dari solusi VR/AR yang bergaung saat ini.  Alat ini memberikan pengalaman interaksi fisik yang lebih otentik dan taktik dibadingkan dengan simulasi virtual. Selain itu, alat pelempar shuttlecock otomatis juga dapat mengembangkan keterampilan motorik secara nyata.

Afif  menjelaskan, penelitian ini melewati beberapa tahapan, di antaranya pemetaan kebutuhan pengguna dengan Konsep QFD:, mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pengguna secara detail untuk membuat desain dan menentukan fitur produk, desain alat pelempar shuttlecock, proses kreatif untuk menciptakan produk yang superior dan efisien, termasuk pembuatan gambar kerja teknis hingga validasi desain dan berbagai tahapan lainnya. @hasna

en_USEN