Mahasiswa yang satu ini terbilang super keren. Sepanjang kuliah di Unesa, ia berhasil mengumulkan lebih dari 1000 prestasi dari bidang penelitian hingga berbagai kejuaraaan. Dialah Cahyo Febri Wijaksono (Cahyo), mahasiswa S-1 program studi (Prodi) Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sejumlah karya penelitian Cahyo, demikian panggilan akrabnya, telah termuat di berbagai jurnal ilmiah pendidikan. Di antaranya, Kompetensi Information and Communication Technology Utilization dan Job Enrichment/Job Enlargement Meningkatkan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan, The Implementation of an Online Distance Learning Program with an Independent Curriculum-Based on Improving Child-Parent Relations, Analisis Perkembangan Keterampilan Sosial Anak Pasca Pandemi pada Fase Kanak-kanak melalui Permainan Lato-Lato, Rancang Bangun Aplikasi Aksaranesia. Co Berbasis Model Waterfall sebagai Media Gerakan Literasi Sekolah SMPN 4 Kota Yogyakarta dan berbagai penelitian lainnya.
Selain penelitian, Cahyo juga mengumpulkan berbagai juara. Di antaranya, Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34, Juara 1 Kompetisi Esai Ekonomi Nasional Asosiasi Mahasiswa Manajemen Universitas Mahakarya Asia, Juara 1 Youth National Essay Challenge Tingkat Pelajar dan Umum Science Hunter Indonesia, Juara 2 Lomba Karya Tulis Mahasiswa Nasional di Universitas Brawijaya, Juara 1 Lomba Karya Tulis Dosen dan Mahasiswa Tingkat Nasional FKIP Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang dan berbagai penghargaan lainnya.
Sepanjang 2022, lelaki kelahiran Kediri 2 Februari 2002 itu juga meraih berbagai kejuaraan. Di antaranya, Juara 1 + Presentasi Terbaik Lomba Esai Nasional PENA ADIKSI UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Medali Perunggu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 Pusat Prestasi Nasional, Medali Perunggu Abdidaya Ormawa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Juara 1 Kompetisi Esai Nasional Economy of the Day Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, dan berbagai penghargaan lainnya.
Penghargaan juga berhasil didapatkan Cahyo pada 2023. Di antaranya, Juara 2 Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Award dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kategori Bisnis Digital Tahap Awal, Juara 1 Kompetisi Pitching International Sustainable Business Program Studi Bisnis Digital Universitas Negeri Surabaya, Juara I (Pembicara Terbaik) Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), Juara 1 Kompetisi Esai Ilmiah Mahasiswa Pateron Research Festival Cabang PT Pateron Edukasi Indonesia, Juara 1 Lomba Esai Nasional dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2023, Medali Perak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 Pusat Prestasi Nasional, dan lainnya.
Dari semua prestasi yang berhasil didapatkan itu, ada dua prestasi yang sangat mengesankan bagi Cahyo, yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 tahun 2022 dan Lomba esai pada tahun 2022. Sebelum meraih sederet prestasi itu, Cahyo sempat merasakan frustasi pada 2021 saat memulai menulis karya ilmiah. Ia tidak ada pengalaman sama sekali dan harus memulai segalanya dari awal. Bahkan dari 16 kompetisi yang diikuti, semuanya gagal lolos. Meski gagal, ia tidak berhenti menulis dan terus berkarya hingga berhasil mendapatkan berbagai prestasi membanggakan.

Manfaatkan Peluang Selama Berkuliah
Berbagai peluang ia dapatkan selama berkuliah di Unesa. Selain kegiatan di perkuliahan, peluang lain juga didapatkan dari proyek pendanaan penelitian. Salah satunya, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kemendikbudristek dan Hibah kewirausahaan, seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendikbudristek ataupun Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, selama berkuliah berbagai peluang dalam mengikuti kompetisi juga terbuka lebar, baik yang diselenggarakan oleh ormawa atau perguruang tinggi.
Lelaki yang hobi menulis tersebut mendapat dukungan besar dari kedua orang tua dan keluarganya. Selain itu, dukungan lain juga didapatkan dari Fakultas dan Universitas seperti pendanaan berupa akomodasi, transportasi dan biaya pendaftaran. Dukungan lain juga ia dapatkan berupa bimbingan dan dukungan administrasi, terutama pada kegiatan-kegiatan bergengsi seperti PIMNAS, Gemastik, MTNMQ, dan beberapa kompetisi lain yang diselenggarakan oleh Puspresnas.
Cahyo mengakui, sosok Pramoedya Ananta Toer menjadi tokoh yang memotivasi dalam berkarya dan berprestasi. Meskipun sang tokoh telah meninggal dunia, tapi melalui karya-karyanya, dapat memberikan inspirasi yang luar biasa. Baginnya, Pramoedya Ananta Toer memberikan inspirasi yang luar biasa untuk terus menulis dan berkarya.
Ke depan, Cahyo memiliki impian yang hendak diwujudkan, yakni karya Metabharata dengan mengangkat epos pewayangan Jawa agar terus eksis di kalangan generasi muda. Ia dan rekan-rekan di Metabharata punya mimpi agar karya ini berkelanjutan. Apalagi, program yang digagas itu juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui hibah kebudayaan.
Selain itu, Cahyo menuturkan akan lebih berfokus mengikuti proyek pendanaan, terutama untuk mendukung keberlanjutan Metabharata. Ia bercita-cita bisa menghasilkan karya game yang setidaknya dapat populer di tanah air. Sebab, hingga saat ini, 99.5% pasar dalam negeri masih dikuasai oleh berbagai perusahaan game impor.
“Untuk meraih segala Impian itu, saya berpegang pada kalimat yang berbunyi satu-satunya hal mewah yang dimiliki oleh pemuda adalah mimpi, maka ambillah, perjuangkan dengan segenap darah dan keringat,” pungkasnya. @sir

