Program Magang Berdampak yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa merasakan langsung pengalaman bekerja di dunia industri. Kesempatan itu pula yang dimanfaatkan Safira Dwirahma Harisna, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya saat menjalani magang di PT Bersama Zatta Jaya Tbk.
PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) merupakan perusahaan holding dan ritel terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang fashion muslim (busana muslim) dan tekstil. Perusahaan ini didirikan pada 2012 di Bandung, yang salah satunya menaungi merek populer seperti Elzatta dan Dauky, memproduksi kerudung, pakaian, dan perlengkapan ibadah.
Di perusahaan itu, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2023 itu menempati posisi sebagai General Affair Administration selama program Magang Berdampak Batch 1 pada semester gasal tahun akademik 2025/2026.

Safira yang berasal dari Bandung, Jawa Barat mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam program tersebut berawal dari rekomendasi program studi. Pada semester lima, ia didorong untuk mengikuti program MBKM sebagai bagian dari pengembangan kompetensi di luar kelas. Salah satu yang membuka program itu adalah PT Bersama Zatta Jaya Tbk untuk posisi General Affair Administration. Karena merasa posisi tersebut sesuai dengan bidang studi yang ditekuni, ia pun memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Setelah mengikuti wawancara, ia dinyatakan lolos sebagai peserta Magang Berdampak. Selama menjalani magang, Safira tidak hanya mengerjakan tugas administrasi, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan perusahaan yang memberikan pengalaman baru. “Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah sharing session yang rutin diadakan setiap bulan,” ujarnya.
Melalui sharing session itu, peserta magang mendapatkan kesempatan mengikuti seminar dan diskusi bersama para pemateri dari berbagai bidang. Safira dan peserta magang lainnya dapat memperoleh wawasan baru tentang dunia kerja, pengembangan karier, serta berbagai pengalaman profesional dari para praktisi. Selain itu, perusahaan juga mengadakan kegiatan internal seperti warrior connect yang diselenggarakan setiap bulan. “Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarpeserta magang melalui berbagai aktivitas dan permainan yang membangun kerja sama tim,” ungkapnya.
Hadapi Berbagai Tantangan
Berbagai kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk belajar tentang koordinasi kegiatan, komunikasi profesional, dan dinamika kerja dalam sebuah tim. Meski demikian, Safira mengakui bahwa menjalani magang untuk kali pertama juga menghadirkan tantangan. Salah satunya, kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan memahami berbagai tugas yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Safira terus belajar dan meminta arahan dari mentor maupun manajer departemen agar dapat memahami pekerjaan dengan lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hasil kerjanya. Ketika mendapatkan tugas baru, ia biasanya meminta arahan terlebih dahulu, lalu mencoba mengerjakann. “Saya juga meminta evaluasi agar hasilnya bisa lebih sesuai kebutuhan perusahaan,” bebernya.
Safira juga merasakan bahwa sejumlah mata kuliah yang dipelajari di bangku kuliah sangat membantu saat menjalani magang. Salah satunya adalah mata kuliah Manajemen Kearsipan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan dokumen di lingkungan kerja. Ilmu tersebut ia terapkan saat membantu mengelola arsip di departemen General Affair.
Selain itu, mata kuliah Analisis Sistem Administrasi juga membantu Safira dalam memahami alur pekerjaan administrasi, termasuk ketika membantu melakukan penjadwalan dan monitoring maintenance store. Lalu, mata kuliah Korespondensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris juga sangat bermanfaat dalam komunikasi tertulis di lingkungan kerja.
“Saya juga merasakan manfaat dari mata kuliah Kepemimpinan, Manajemen Strategik, dan Praktik Komunikasi yang mendukung kemampuan dalam bekerja sama dengan tim dan berkoordinasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Pengalaman Berkesan
Pengalaman paling berkesan selama magang adalah keterlibatannya dalam pengembangan project ARGA (Arsip General Affair). Proyek tersebut berkaitan dengan pengembangan sistem arsip digital di departemen General Affair yang sebelumnya belum memiliki sistem pengelolaan arsip yang terstruktur. “Melalui aplikasi ARGA, dokumen perusahaan dapat disimpan dan dikelola secara digital sehingga lebih sistematis serta mudah diakses ketika dibutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, Safira juga terlibat dalam project waste management yang berfokus pada pengelolaan limbah organik. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan dalam kegiatan pembibitan tanaman sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan. “Pengalaman tersebut sangat berkesan karena saya tidak hanya belajar mengenai administrasi perkantoran, tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan,” tambahnya lagi.
Melalui pengalaman magang, Safira berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti program serupa. Ia menilai program magang merupakan ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. “Jangan ragu untuk mencoba. Program magang bukan hanya tentang belajar bekerja, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri dan menambah pengalaman,” ujarnya memberi pesan.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri. Menurutnya, ketika seseorang menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh, maka kesempatan untuk berkembang akan terbuka lebih luas. “Percaya dengan kemampuan yang kita miliki dan manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar. Pengalaman magang bisa memberikan dampak bagi diri kita maupun lingkungan kerja,” pungkas Safira. @TimHumas

