Belajar Langsung Dunia Korporasi, Aplikasikan Ilmu di Perkuliahan

Pengalaman Yasmin Zalivia Adindafa Ikuti Magang Berdampak di PT Midi Utama Indonesia Tbk

Program Magang Berdampak memberikan kesan berharga bagi Yasmin Zalivia Adindafa. Mahasiswa Prodi S1 Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa itu merasakan dampak langsung belajar dunia korporasi

Yasmin, demikian sapaan akrab perempuan asal Lamongan Jawa Timur yang menjadi salah satu peserta Program Magang Berdampak Batch 1 pada 4 Agustus hingga 22 Desember 2025 di PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi. Selama program berlangsung, mahasiswi angkatan 2023 itu ditempatkan pada departemen Learning Operation Specialist, sebuah divisi yang berfokus pada pengembangan pembelajaran dan pelatihan karyawan.

Ketertarikannya mengikuti program magang berawal dari rasa ingin tahu terhadap pengalaman dunia kerja yang sebelumnya banyak didengar dari kakak tingkat. Yasmin mulai mencari informasi mengenai program magang dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang sebelumnya dikenal dengan MSIB (kini, Program Magang Berdampak).

Dari berbagai cerita yang ia dengar, program tersebut dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan keterampilan, relasi profesional, hingga pengalaman bekerja langsung di dunia industri. Ia tertarik mencoba kesempatan tersebut sebagai langkah awal mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Proses pendaftaran yang ia jalani pun tidak sederhana. Ia terlebih dulu harus membuat akun pendaftaran yang harus mendapatkan persetujuan dari koordinator program studi dan pihak kampus. Setelah akun disetujui, ia diberikan kesempatan memilih lima mitra magang dengan mengirimkan curriculum vitae (CV). “Salah satu pilihan saya adalah Alfamidi,” ujarnya.

Pengalaman magang di perusahaan retail nasional tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi Yasmin. Ia merasa tidak hanya diposisikan sebagai mahasiswa magang, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai pekerjaan dan tanggung jawab di divisinya. “Saya merasa benar-benar diberdayakan dan dipercaya untuk ikut berkontribusi dalam beberapa proyek pekerjaan,” tutur Yasmin.

Lingkungan kerja profesional yang ia rasakan selama magang memberikan pengalaman baru yang tidak bisa diperoleh hanya melalui perkuliahan. Ia belajar mengenai budaya kerja korporasi, komunikasi profesional antartim, hingga tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan kebutuhan perusahaan.

Di balik pengalaman tersebut, Yasmin juga menghadapi tantangan cukup besar, terutama dalam hal manajemen waktu. Ritme kerja yang cepat dan berbagai tanggung jawab yang harus diselesaikan membuatnya perlu beradaptasi secara cepat agar dapat bekerja secara efektif.

Untuk mengatasinya, ia mulai membiasakan diri menyusun to-do list harian, mingguan, hingga bulanan agar setiap pekerjaan memiliki skala prioritas yang jelas. Kebiasaan sederhana tersebut ternyata sangat membantu mengatur ritme pekerjaan selama magang. Selain itu, dukungan mentor di lingkungan kerja juga menjadi faktor penting yang membantunya bertahan dan berkembang.

Ilmu Kuliah Related dengan Kebutuhan Industri

Bagi Yasmin, pengalaman magang tersebut memberi bukti bahwa ilmu yang dipelajari di perkuliahan memiliki keterkaitan (related) dengan kebutuhan industri. Selama ditempatkan di departemen Learning Operation Specialist, ia banyak menerapkan pengetahuan dari mata kuliah Desain Pembelajaran, Media Pembelajaran, hingga Teknologi Pembelajaran.

Ia terlibat dalam berbagai pekerjaan, seperti merancang Dashboard Alfamidi Class, menyusun timeline kegiatan Alfamidi Class Competition, menyusun jadwal pelatihan karyawan, hingga menyusun ulang modul ajar Alfamidi Class. Berbagai tugas tersebut membuatnya semakin memahami bahwa bidang Teknologi Pendidikan tidak hanya relevan di dunia pendidikan formal, tetapi juga dibutuhkan dalam pengembangan sumber daya manusia di perusahaan.

Kemampuan menyusun materi secara sistematis, membuat media pembelajaran yang menarik, hingga mengelola pembelajaran berbasis digital menjadi keterampilan yang paling sering ia terapkan selama program berlangsung. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat pemahamannya mengenai pentingnya inovasi pembelajaran di era industri digital.

Menjalani magang sambil tetap aktif di organisasi kampus juga menjadi tantangan tersendiri. Selama program berlangsung, Yasmin masih aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknologi Pendidikan. Awalnya, ia mengaku kesulitan membagi waktu antara kegiatan magang, organisasi, dan aktivitas harian lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan pola yang tepat dengan membuat skala prioritas terhadap setiap tanggung jawab yang harus diselesaikan.

“Dari proses tersebut, saya belajar bahwa disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengatur waktu menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa ketika terjun langsung di dunia profesional,” tegasnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya merancang Dashboard Alfamidi Class dan menyusun timeline Alfamidi Class Competition yang saat ini sedang berlangsung. Keterlibatan tersebut membuatnya merasa bangga karena dapat menjadi bagian dari proses pengembangan program pembelajaran di perusahaan. “Pengalaman itu membuat saya semakin percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki,” imbuhnya.

Yasmin memberikan pesan kepada mahasiswa Unesa agar tidak takut mencoba berbagai peluang magang dan berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, program magang bukan sekadar tempat mencari pengalaman kerja, tetapi juga ruang belajar untuk mengenal dunia profesional secara langsung sekaligus mempersiapkan karier di masa depan.

Melalui pengalaman magang, tegas Yasmin, mahasiswa tidak hanya memperoleh relasi dan pengalaman kerja, tetapi juga belajar mengenai komunikasi profesional, kerja sama tim, manajemen waktu, hingga cara menghadapi tantangan di lingkungan kerja yang sesungguhnya. “Kemauan untuk terus belajar, aktif bertanya, dan terbuka terhadap masukan menjadi kunci utama agar mahasiswa dapat berkembang selama menjalani program magang,” pungkasnya. @TimHumasUnesa

id_IDID