
Di tengah gempuran era digital dan perkembangan industri media yang kian pesat, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sigap menjawab dengan menghadirkan program studi baru yakni D–4 Produksi Media. Program studi vokasi ini digadang-gadang akan menjadi kawah candradimuka bagi para talenta muda yang ingin terjun ke dunia produksi konten digital.
Koordinator Program Studi D-4 Produksi Media, Hendro Aryanto, SSn, MSi membeberkan latar belakang dan tujuan didirikannya progam studi D-4 Produksi Media. Ia mengatakan, tujuan dibukanya Prodi D-4 Produksi Media adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan industri media secara akademik yang saat ini sedang berkembang pesat sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. “Prodi ini hadir sebagai jawaban atas dinamika industri yang membutuhkan praktisi handal, bukan sekadar teoritis,” ungkapnya.
Prodi D-4 Produksi Media Unesa, terang Hendro, lebih fokus pada produksi konten media digital. Ia menegaskan bukan sekadar klaim, melainkan menjadi fondasi kurikulum yang berorientasi pada praktik pembuatan beragam jenis konten digital.
Selain itu, Prodi D-4 Produksi Media Unesa juga fokus mengajarkan pembelajaran Abad ke-21 (21st Century Learning) yang menekankan pentingnya keterampilan kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Tak kalah penting, prodi ini juga mengedepankan proses komunikasi multimedia dalam budaya dunia maya, sebuah pendekatan holistik yang memastikan lulusan mampu menjaga keseimbangan budaya dalam ekosistem media digital yang serba cepat. “Ini adalah upaya nyata Unesa mencetak lulusan yang tak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga bijak dalam beretika di ranah digital,” paparnya.
Hendro tak menampik bahwa jantung dari sebuah program studi tentu terletak pada kurikulumnya. Karena itu, Prodi D-4 Produksi Media menawarkan serangkaian mata kuliah yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga sangat relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa akan diajak menyelami Dasar Desain Komunikasi Visual untuk memperkuat estetika visual, memahami esensi Dasar Konten Kreatif, hingga menguasai strategi dalam Manajemen Media Massa. “Tak ketinggalan, mahasiswa juga akan diajak menelusuri perkembangan komunikasi teknologi terkini dan mengasah kepekaan dengan literasi digital,” jelasnya.
Lebih lanjut Hendro menjelaskan, mata kuliah seperti Produksi Iklan Media, Creative Writing, dan Streaming Media Production akan membekali mahasiswa dengan kemampuan produksi yang dibutuhkan pasar. Kemudian, mata kuliah Metodologi Penelitian, Grafis dan Animasi, Branding, Etika Profesi, dan Digital Culture juga menjadi bagian integral untuk memastikan lulusan memiliki fondasi konseptual yang kuat dan etika profesional yang tinggi.
Untuk menunjang proses pembelajaran, tambah Kaprodi, D-4 Produksi Media didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Ia mengatakan, saat ini ada 5 dosen yang mengajar dan berhomebase di Program Studi D4 Produksi Media dan 1 tenaga pendidik. “Latar belakang keilmuan para dosen sangat relevan. Mereka berasal dari Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual dengan gelar Magister (S2) dan Doktor (S3),” bebernya.
Penekanan Pada Praktik
Salah satu keunggulan utama prodi D-4 Produksi Media adalah penekanan pada praktik pada proses pembelajarannnya, rinciannya praktik 70% dan teori 30%. Dengan porsi praktik yang dominan itu, mahasiswa dituntut untuk bisa menghasilkan karya/produk sekaligus mampu mempertanggungjawabkan karya/produknya dengan konsep.
Selain pembelajaran, dukungan fasilitas juga menjadi nilai plus bagi prodi D-4 Produksi Media. Saat ini, Unesa telah menyediakan berbagai studio dan fasilitas penunjang yang siap digunakan meliputi Studio Podcast Video (Studio 1), Grand Studio (studio utama dan produksi media pembelajaran), Studio Talk Show Interaktif (Studio 2), Studio Produksi Jendela Unesa (Studio 3), Studio Radio (untuk produksi audio digital).
Kemudian, ada pula Control Room (sebagai sarana kontrol audio video utama untuk kegiatan penyiaran), Creative Room (sebagai sarana riset dan pengembangan konsep), Desain Area (sebagai sarana pembuatan desain dan konten animasi), Editing Room (sebagai sarana penyuntingan gambar audio visual) dan Gudang Peralatan (penyimpanan seluruh peralatan fasilitas penunjang).
Lulusan Prodi D-4 Produksi Media memiliki prospek dan karier yang menjanjikan. Mereka dipersiapkan sebagai tenaga ahli bidang Digital Content Creator, Praktisi Industri Media Digital, Social Media Specialist, Media Consultant/Agency dan Entrepreneur. “Di era di mana konten adalah raja, kebutuhan akan profesional di bidang ini sangat tinggi sehingga membuka peluang karier yang cukup menjanjikan,” terangnya.
Komitmen prodi ini terhadap dunia industri juga patut diacungi jempol. Meskipun baru menerima mahasiswa pada 2025, tapi Prodi D-4 Produksi Media telah menjalin kerja sama yang signifikan. “Salah satu yang mendukung pembentukan prodi ini adalah Suara Surabaya,” ungkap Hendro.
Selain itu, berbagai entitas kreatif dan bisnis lain juga telah menjalin sinergi. Di antaranya Wayang Kreatif, CV Ide dan Aku, Sosiowork, PT Moga Jaya, CV Anugrah Jaya (RUS Animasi Kudus) dan PDAM. Hendro mengatakan, skema kerja samanya mereka akan mengajar di prodi Promed sebagai praktisi (dosen tamu) serta sebagai tempat magang untuk mahasiswa sehingga ada peluang transfer ilmu dan pengalaman langsung dari para pelaku industri.
Pada tahun ajaran 2025, terang Hendro, Prodi D-4 Produksi Media menerima 105 mahasiswa yang terbagi menjadi 3 kelas. Karena masih angkatan pertama, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) D-4 Produksi Media masih bergabung dengan HMP D4 Desain Grafis.
Melihat tingginya minat pendaftar pada 2025, Hendro optimis pada 2026, jumlah mahasiswa Prodi D-4 Produksi Media akan ada penambahan kuota dengan proses seleksi yang lebih diperketat agar menghasilkan mahasiswa berkualitas. @prisma
