Berkuliah dengan penuh perjuangan. Mulai dari mendirikan band, mengikuti kegiatan kesenian dan organisasi, hingga harus kerja sampingan sebagai pembuat spanduk dan baliho. Itulah sekilas perjuangan Bambang Sugeng, alumni FPIPS IKIP Surabaya Angkatan 89 yang kini menggawangi Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Jawa Timur.
Bambang, sapaan akrabnya, merupakan lulusan Jurusan Ekonomi Koperasi, Program Studi S-1 Pendidikan Dunia Usaha (PDU), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Ia masuk kuliah tahun 1989 dan lulus pada 1994. Saat ini, ia berkarier sebagai guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gedangan.
Kiprah dan ketekunannya dalam bidang pendidikan ekonomi berhasil mengantarkannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Jawa Timur. AGEI merupakan organisasi profesi keguruan mata pelajaran ekonomi seluruh Indonesia. AGEI beranggotakan para guru ekonomi SMA, MA sederajat, baik yang dibawah naungan Diknas, Kemenag maupun Muhamadiyah. “Juga termasuk guru ekonomi Sekolah Rakyat (SR) di bawah Dinsos,” terang Bambang.
Bambang didaulat menjadi Ketua Umum AGEI bertepatan dengan Kongres AGEI Pusat yang dilaksanakan di Jakarta beberapa waktu kalu. Bambang mengatakan, dalam pemilihan itu, ia harus bersaing dengan sejumlah kandidat lain dari Sidoarjo, Surabaya, Probolinggo dan Situbondo. “Saya secara aklamasi didaulat menjadi Nakhoda AGEI Jawa Timur Periode 2025 sampai dengan 2030 oleh Ketua AGEI Pusat,” ujarnya.
Bambang mengatakan, AGEI Jawa Timur melangsungkan kongres di BBGTK Baru Jawa Timur pada 22 sampai dengan 24 Agustus 2025. Kongres itu, diikuti oleh seluruh perwakilan Guru Ekonomi se-Jawa Timur baik yang di bawah naungan Dinas Pendidikan, Depag, Muhammdiyah dll. Selain itu dihadiri pula peninjau dari Jakarta, Bekasi, Cirebon, Mataram Lombok, Palu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dll. “Proses Pemilihan dimulai pada hari kedua, 23 Agustus 2025 mulai pukul 20.00 WIB dan selesai pukul 23.00 WIB,” terangnya.

Ikut Band dan Kerja Sampingan
Ketika menjadi mahasiswa, Bambang sempat membentuk group band Unesa yang saat itu masih bernama IKIP Surabaya. Group Band yang dibentuknya bernama KPM Band. Ternyata, KPM merupakan kepanjangan dari “Koes Plus Mania”. Saat itu, Bambang dan grup bandnya memang kerap membawakan lagu-lagu dari Koes Plus. Penampilan mereka kerap masuk koran dan televisi, meskipun baru didirikan pada 1991. “Kami sering keliling Indonesia. Semua anggota Band KPM adalah mahasiswa Unesa yang kini menjadi alumni,” ungkapnya.
Saat itu, Bambang dan Band KPM sering mewakili FPIPS dan PDU. Bahkan, bandnya pernah didapuk sebagai home band Srimulat, serta mengisi kegiatan di Taman Remaja Surabaya selama 17 tahun. Jiwa seni Bambang memang berkembang dan sangat terasah ketika itu. Meskipun dirinya merupakan mahasiswa ilmu ekonomi dan bisnis, namun ia mengikuti berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang seni antara lain Paduan Suara dan Ketoprak Saloka.
“Band KPM saya dirikan sejak semester 1, tapi waktu itu belum untuk cari uang, setelah naik ke semester berikutnya dan sudah berkembang pesat, Band KPM baru menjadi sarana cari uang dan mampu membiyayai kuliah” tambahnya.
Selain bermusik dan berkesenian, Bambang juga aktif berorganisasi. Ia mengikuti Himpunan Mahasiswa Juruan (HMJ), Senat Mahasiswa tingkat Prodi dan Koperasi Mahasiswa (Kopma). Perjuangannya berkuliah tidaklah mudah. Ia bahkan harus mencari dana sendiri untuk biaya kuliah hingga pernah mengerjakan proyek membuat sepanduk atau baliho.
Perjuangannya itu tidak pernag ia ceritakan pada keluarga. Bahkan, ketika pulang kampung ke Blitar, Bambang tidak pernah meminta uang saku. Ia hanya membawa beras untuk dibawa ke Surabaya.
Perjuangan Bambang dalam meniti karier juga tak mudah. Berbagai rintangan dan tantangan dia lewati. Setelah lulus pada 1994, Bambang pernah menjadi guru honorer selama beberapa tahun, sebelum akhirnya pada 1998, diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Blitar. Kemudian, pada 2006, ia dimutasi ke Sidoarjo. Demi tugas menyampaikan ilmu dan pengabdiannya sebagai guru, Bambang pun rela meninggalkan kampung kelahirannya dan memilih menetap di Sidoarjo sampai sekarang.
“Sebelumnya, saya pernah mengajar di SD Al Hikmah Gayungan, kemudian kerja di Bursa Efek Surabaya, malamnya main musik. Dulu, waktu kuliah, sering tidur di kampus. Kampus sudah menjadi rumah kedua,” terangnya

Kini, selain menjadi Ketua Umum AGEI Jatim, Bambang juga menjadi Ketua MGMP Sidoarjo Periode ke-3. Selain itu, ia juga menjadi pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unesa selama 5 tahun. Tercatat selama di IKA Unesa, Bambang pernah menjabat sebagai Ketua 4 (periode 1), Ketua 1 (periode 2), dan Sosial Budaya sampai sekarang.
Sebagai Ketua Umum AGEI, Bambang bertekad mewujudkan program kerja unggulan, yaitu meningkatkan kualitas guru ekonomi dengan pelatihan, dengan mengoptimalkan kerja sama dengan sejumlah mitra seperti BI, OJK, Dirjen Pajak, dan lain-lain.
Bambang berharap mampu membawa AGEI Jawa Timur menjadi Organisasi Profesi Keguruan yang bisa memberi sumbangsih bagi dunia pendidikan Indonesia dengan ikut mengawal program negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kepada para alumni, ayo belajar lebih giat, tahan banting, dan jangan lupa selalu mendekatkan diri kepada Allah, karena dengan itu apapun yang kita kerjakan akan dimudahkan, harus ada doa dan usaha intinya, apalagi sekarang tantangannya lebih berat, sekarang harus kuat mental,” tukasnya. @azhar

