Sukses Bangun Travel Agency hingga Menetap di Inggris

Kisah Ayla Shofi, Alumni Sastra Inggris Unesa

Berawal dari cita-cita menjadi dokter, Ayla justru membangun karier di bidang pelayanan internasional hingga kini menetap di Inggris dan mengembangkan AVISTA, sebuah travel agency yang membantu masyarakat Indonesia dalam mengurus visa dan kebutuhan perjalanan ke luar negeri.

Perjalanan alumni Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa angkatan 2019 yang di Inggris menggunakan nama Isla Shofi untuk kemudahan pengucapan (spelling) cukup berliku. Ayla resmi menjadi mahasiswa Unesa pada Agustus 2019, lulus pada Mei 2023. Keputusan memilih Sastra Inggris sebenarnya bukanlah rencana awal. Cita-citanya sejak dulu adalah menjadi dokter. Ia sempat mengikuti seleksi SNMPTN dan SBMPTN, tetapi belum berhasil. Ia juga sempat diterima di salah satu universitas swasta di Surabaya, namun terkendala biaya.

Ketertarikannya terhadap bahasa dan budaya Inggris sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil. Ayla gemar mendengarkan lagu-lagu One Direction, menyukai film-film Barat, dan mengikuti kursus bahasa Inggris di LPBA sejak SD hingga SMP. Ia juga terinspirasi sang ibu yang pernah belajar di BEC Pare dan selalu mengajarkan pentingnya kemampuan bahasa Inggris.

Selama kuliah, Ayla sebenarnya membayangkan dirinya menjadi seorang diplomat. Karena itu, ia memilih magang di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, pada September hingga November 2022 sebagai Office Administrator Intern. Ia membantu pelayanan konsuler, pemrosesan dokumen, sistem pengarsipan, serta pelayanan bagi masyarakat yang datang.

Setelah itu, dua bulan setelah wisuda, ia terpilih menjadi Guest Operations dalam FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 di Surabaya pada November hingga Desember 2023. Dari lebih dari 100.000 pendaftar, sekitar 1.000 volunteer terpilih. Setelah pindah ke Inggris, Ayla kembali mengembangkan pengalaman profesionalnya melalui sejumlah pekerjaan, antara lain sebagai Customer Assistant di Marks and Spencer pada September-Desember 2024, Administrator di Ryan Roofing Ltd pada Juni 2024-Januari 2025, Front Desk Administrator di NHS The Masharani Practice pada Februari-April 2025, serta Sales Associate di NIKE Rugby pada November 2025-Februari 2026.

Pengalaman di FIFA menjadi salah satu pengalaman yang berkesan. Ayla bertugas mendukung tamu VIP dan tim internasional dalam urusan logistik serta pelayanan tamu. Ia bahkan berkesempatan bertemu sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk mantan Presiden Joko Widodo, Presiden Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Menpora yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Pengalaman di KJRI dan FIFA menjadi bekal penting ketika Ayla membangun AVISTA. Pada 2022, setelah pertama kali mengunjungi Inggris sebagai wisatawan, muncul gagasan untuk mendirikan travel agency tersebut di Indonesia. Ia melihat masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan pendampingan dalam mengurus visa dan perjalanan internasional.

Pada 2024, Ayla resmi pindah dan menetap di Inggris sebagai resident. Kini, ia baru saja pindah ke Lutterworth Town dan mengelola AVISTA secara remote. Ia sempat mengambil pekerjaan part-time ketika memiliki waktu luang, tetapi saat ini lebih fokus mengembangkan AVISTA dan sejumlah proyek ke depan, termasuk rencana menghadirkan layanan open trip ke berbagai negara Eropa.

Menemukan Jalan dari Inggris

Perjalanan tinggal di Inggris tentu bukan tanpa tantangan. Lahir di Gresik dan besar di Surabaya membuat Ayla terbiasa dengan cuaca panas, makanan kaya rempah, dan kehidupan yang serba dekat. Ketika pindah ke Inggris, ia harus beradaptasi dengan cuaca dingin, makanan yang berbeda, hingga gaya hidup yang menuntut hampir semuanya dikerjakan sendiri.

Awalnya, tentu tidak mudah. Tapi proses tersebut membuat ia  tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, tangguh, dan lebih terbuka dalam menghargai perbedaan budaya. Di tengah perjalanan tersebut, Ayla mulai aktif membuat konten dan membagikan informasi mengenai visa, wisata Inggris serta pengalaman hidup di luar negeri. Salah satu videonya bertajuk “Terima Kasih UNESA…” bahkan viral. Ia mengaku tidak menyangka karena video tersebut dibuat sebagai bentuk rasa syukur, bukan untuk mengejar perhatian.

Bagi Ayla, viralnya konten tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan bahwa jurusan kuliah bukanlah batasan untuk meraih mimpi. Ia juga tidak setuju jika tren konten “terima kasih…, sekarang aku…” digunakan untuk merendahkan profesi tertentu atau menganggap pendidikan menjadi sia-sia.

Bagi Ayla, kesuksesan bukan hanya tentang bekerja di luar negeri atau memiliki jabatan tinggi, tetapi tentang bagaimana kita terus berkembang, menciptakan peluang, dan memberikan dampak positif bagi orang lain.

Melihat perjalanannya sekarang, memilih Sastra Inggris menjadi salah satu keputusan terbaik dalam hidup Ayka. Sebab, ilmu yang didapatkan tidak hanya tentang bahasa, tetapi juga membangun cara berpikir, kepercayaan diri, dan membuka berbagai kesempatan di tingkat internasional.

Ke depan, Ayla ingin terus mengembangkan AVISTA agar dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia yang ingin bepergian, belajar, pindah, maupun berkarier ke luar negeri. Ia juga berencana menghadirkan program open trip ke berbagai negara Eropa dan terus membuat konten edukatif.

Kepada alumni Unesa, Ayla berpesan agar tidak takut ketika perjalanan hidup berjalan di luar rencana. Terkadang kesempatan terbaik justru datang dari jalan yang tidak pernah dibayangkan. “Teruslah belajar, bangun relasi yang baik, dan jangan ragu mencoba hal-hal baru,” pungkasnya memberi semangat. @TimHumasUnesa

id_IDID