Generasi Perintis Ilkom Unesa yang Kariernya Mendunia

Generasi Perintis Ilkom Unesa yang Kariernya Mendunia

Nama lengkapnya Dhita Algha Pratama (Dhita). Ia merupakan alumnus Program Studi S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Unesa angkatan pertama tahun 2014. Dhita berhasil menjadi generasi perintis pertama di prodi Ilmu Komunikasi Unesa yang kini sukses berkarier sebagai Manager Pemasaran Azarine Kosmetik Area Asia Tenggara.  

Selama bekerja di Azarine Kosmetik, Dhita telah mencatatkan berbagai keberhasilan dan kesuksesan project. Tentu pekerjaan itu, tidak semudah yang dibayangkan. Penuh tantangan. Perjalanan karier Dhita di Azarine dimulai pada 2019. Kala itu, ia langsung diberikan tantangan berkolaborasi dengan lima aktris dan influencer besar di masanya seperti Cut Meyriska, Michelle Joan, Vanny Adelia, Christina Brennan dan Nikita Kusuma. “Ini menjadi project pertama Azarine bekerja sama dengan influencer dan aktris besar untuk melaunching produk,” ungkapnya.

Dhita menghadapi tantangan dalam project pertamanya, terutama menyatukan jadwal kelima artis dalam satu waktu untuk mengikuti proses syuting dan photoshoot secara bersamaan. Selain itu, ia juga bertugas melakukan roadshow event dalam rangka launching produk tersebut di tiga kota, yakni Jakarta, Surabaya, dan Medan.  

Pengalaman berharga lainnya yang sangat membekas dibenak Dhita tatkala diberikan tanggung jawab menggelar event meet & greet bersama aktor asal Korea Selatan, Lee Minho di Malaysia. Tantangannya menjadi dua kali lipat sulitnya. Selain bertanggung jawab atas terlaksananya program meet & greet yang melibatkan aktor legendaris internasional, juga penyelenggaraannya di Malaysia, yang tentu memiliki banyak perbedaan dengan peraturan di Indonesia.  

Namun, ia bersyukur event itu dapat berjalan lancar dan sukses. Dalam  meet & greet itu, melalui strategi promosi dan bekerja sama dengan berbagai media, KOL dan influencer, ia dan tim berhasil mendapatkan lebih dari 1000 orang yang mengikuti acara tersebut.

Di Azarine, Dhita dipercaya menangani dan membuat strategi pemasaran untuk promosi brand Azarine di luar negeri. Selain sudah dikenal di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Azarine juga merambah sampai negara Mongolia. Dhita mengakui, tantangan utama berkaitan dengan bahasa dan culture negara yang berbeda-beda. Namun, berkat kerja tim yang solid, ditunjang kepemimpinannya sebagai manager pemasaran, ia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi.

Suka Dunia Komunikasi

Dhita mencintai dunia komunikasi sejak SMA. Alumni Jurusan Bahasa SMAN 1 Manyar, Gresik ini sejak kecil memang tertarik di dunia bahasa, jurnalistik, dan komunikasi. Bahkan, sejak duduk di bangku SD, Ditha sudah mengikuti lomba Bahasa Indonesia se-kecamatan. Kala itu, ia berhasil menyabet juara. Sewaktu SMP dan SMA, ia pun mengembangkan minatnya di bidang jurnalistik. Setelah lulus SMA, tanpa ragu ia membidik program studi S-1 Ilmu Komunikasi.  

Sayangnya, tantangan kembali menghampiri. Dhita tidak lolos seleksi SNMPTN (jalur undangan raport). Tak putus asa. Ia kembali mencoba mengikuti proses seleksi melalui jalur SBMPTN, dan berhasil diterima di S1 Ilmu Komunikasi, Unesa.

Selama berkuliah di Unesa, prestasi Dhita cemerlang. Ia menjadi mahasiswa prodi S1 Ilmu Komunikasi pertama yang meraih Juara I Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas (kala itu masih bernama FISH). Selain itu, ia juga berhasil menjadi wisudawan terbaik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sekaligus menjadi perwakilan sambutan mewakili wisudawan pada wisuda periode ke-94 tahun 2018.

Ia mengatakan, awalnya tertarik mendalami Ilmu Komunikasi karena sangat tertarik dunia jurnalistik. Namun, pada saat kuliah, ia memahami bahwa Ilmu Komunikasi ternyata sangat luas, tidak hanya jurnalistik, tapi juga pemasaran. Karena itu, ia pun berbelok menjadi tertarik Ilmu Komunikasi Pemasaran. Pada semester 4, ia memutuskan mengambil konsentrasi Marketing Communication yang lebih mendalami ilmu pemasaran.

Karier Ditha dibangun sejak lulus S1. Setelah mendapatkan ijazah, ia sempat mengirim lamaran pekerjaanke beberapa perusahaan. Ia diterima di PT Wahana Kosmetika Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk kecantikan (skincare & kosmetik). Jalan kariernya membawa Ditha berlabuh hingga menjadi manajer pemasaran di Azarine Kosmetik. Sebagai seorang manajer, ia tidak hanya menghadapi kompetitor produk sejenis, tapi juga berkaitan dengan manajemem sumber daya manusia secara internal.

Bagi Dhita, kuliah adalah proses yang sangat penting dilewati dengan sungguh-sungguh sebagai sebuah proses belajar. Ketika kuliah, skala risiko yang dihadapi hanya tantangan nilai akademik, tapi ketika telah lulus dan terjun pada masyarakat, risiko yang dihadapi bukan hanya tentang “nilai” tapi juga berbagai hal-hal lebih penting yang dipertaruhkan, semisal kesuksesan acara, keberhasilan perusahaan, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan dalam mengukur risiko yang diambil sebelum mengambil keputusan. “Ambil keputusan dengan berani dan selalu ukur risiko yang ada,” pesannya.

Ia berharap agar seluruh alumni Unesa dapat berkontribusi positif pada masyarakat dam selalu menanamkan “growing with character,” sehingga meskipun menjadi siapapun dengan jabatan apapun dan pada level kerja apapun,  tidak lupa pada akar karakter baik yang telah tertanam pada diri masing-masing. “Selalu gunakan karakter-karakter baik tersebut dalam bersikap, dimanaapun berada,” pungkasnya.@azhar

id_IDID