Siapkan Tenaga Profesional Bidang Pertambangan, Dukung Penerapan Smart Mining

Lebih Dekat dengan Prodi S1 Teknik Pertambangan Unesa

Universitas Negeri Surabaya menghadirkan Program Studi S1 Teknik Pertambangan yang berada dalam naungan Fakultas Teknik. Kehadiran prodi ini menjadi bagian dari upaya kampus berjargon satu Langkah di depan itu menjawab kebutuhan industri sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga profesional di bidang pertambangan.

Koordinator Program Studi S1 Teknik Pertambangan Unesa, Akhmad Hafizh Ainur Rasyid, S.T., M.T menjelaskan bahwa pendirian program studi tidak terlepas dari besarnya potensi pertambangan mineral logam dan non-logam yang terdapat di Jawa Timur dan sekitarnya. Komoditas mulai dari emas, bauksit, marmer, batu gamping, batubara, nikel, pasir besi, timah, hingga mineral lain di bumi Indonesia menunjukkan bahwa sektor pertambangan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan industri.

Secara umum, terang Hafizh, S1 Teknik Pertambangan Unesa tak jauh berbeda dengan program studi Teknik Pertambangan pada umumnya. Namun, terdapat karakteristik yang menjadi salah satu pembeda utama di Unesa, yakni perhatian terhadap penguasaan teknologi untuk mendukung penerapan smart mining.

Smart mining merupakan konsep operasional pertambangan yang memanfaatkan teknologi. Sebagai contoh penerapan di lapangan yaitu pemantauan lingkungan menggunakan IoT, pemasangan sensor dan smart camera untuk memantau kestabilan lereng, curah hujan, dan getaran yang terintegrasi dengan sistem lain.

“Sebagai program studi yang berada dalam rumpun teknik, pembelajaran di S1 Teknik Pertambangan Unesa disusun untuk memberikan landasan ilmu sekaligus kemampuan keahlian yang dibutuhkan mahasiswa. Kurikulum yang diterapkan memiliki total 144 SKS,” terang Hafizh.

Hafizh menambahkan, secara umum, struktur pembelajaran mencakup Mata Kuliah Wajib Kurikulum Nasional dan Institusional, Mata Kuliah Basic Science dan Matematika, Mata Kuliah Keahlian dan Keilmuan, Mata Kuliah Dasar Keahlian, Mata Kuliah Lapangan, serta Mata Kuliah Keahlian Berkarya.

“Berhubung keunikan prodi ini terletak pada smart mining, untuk menerapkan hal tersebut, perlu dipelajari juga teorinya di mata kuliah geoteknik, logika pemrogaman, dan smart mining system,” ujar dosen asal Sumatera Selatan itu.

Kombinasi berbagai bidang tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang memiliki pemahaman luas dan tidak terpaku pada satu aspek pekerjaan pertambangan saja.

Pengajar Berlatar Belakang Pertambangan

Untuk mendukung kualitas pendidikan, S1 Teknik Pertambangan Unesa telah memiliki enam dosen tetap prodi dan dua dosen tidak tetap. Dari keseluruhan sumber daya pengajar tersebut, empat orang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertambangan. “Komposisi tersebut terus dikembangkan sejalan dengan kebutuhan program studi yang masih berada pada tahap awal pengembangan,” jelas Hafizh.

Keberadaan dosen dengan latar belakang pertambangan, kata Hafizh, menjadi salah satu modal penting dalam memberikan pembelajaran yang relevan dengan bidang keilmuan. Sementara itu, proses pembelajaran melalui berbagai metode, baik secara daring maupun luring. “Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas sekaligus laboratorium untuk mendukung keseimbangan antara pemahaman teoritis dan pengalaman praktis,” tambahnya.

Pemenuhan sarana dan prasarana menjadi salah satu perhatian utama. Hafizh menyampaikan bahwa sarana dan prasarana yang tersedia telah memenuhi standar minimal sebagai salah satu persyaratan pembukaan program studi. “Lembaga terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk pembangunan ruang tambahan untuk kegiatan perkuliahan dan praktikum,” bebernya.

Pengembangan juga dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi yang telah memiliki fasilitas pendukung pertambangan. Salah satunya melalui kerja sama berkaitan dengan sarana dan prasarana laboratorium dengan UPN “Veteran” Yogyakarta, yang telah memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung kegiatan di bidang pertambangan.

Sebagai program studi yang dirancang agar lulusannya dapat masuk ke sektor pertambangan, S1 Pertambangan Unesa terus meningkatkan hubungan dengan dunia industri melelaui berbagai skema kerja sama. Saat ini, S1 Teknik Pertambangan Unesa mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah industri yang bergerak di bidang pertambangan. “Beberapa kerja sama tersebut direncanakan memasuki tahap penandatanganan pada akhir 2026 nanti,” ujar Hafizh.

Salah satu pertanyaan penting bagi calon mahasiswa ketika memilih program studi adalah prospek setelah lulus. Hafizh menjelaskan, S1 Teknik Pertambangan Unesa telah menyusun arah karier berdasarkan profil lulusan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan bidang teknik pertambangan.

“Secara umum, lulusan diarahkan dapat menjalankan peran sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas dalam bidang teknik pertambangan. Arah tersebut sejalan dengan profil lulusan Teknik Pertambangan yang dicanangkan oleh asosiasi, termasuk Forkopindo,” jelasnya.

Pilihan karier juga tidak hanya terbatas pada perusahaan pertambangan. Lulusan dapat berkarier pada instansi pemerintahan, bidang pendidikan dan penelitian, usaha jasa pertambangan maupun perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertambangan. “Jalur kewirausahaan juga menjadi salah satu pilihan yang tercantum dalam profil lulusan,” imbuhnya.

Meski masih program studi baru, S1 Teknik Pertambangan Unesa telah memiliki peta jalan pengembangan program studi. Salah satu target penting yang ingin dicapai pada 2027 adalah memperoleh akreditasi nasional dengan status minimal terakreditasi oleh LAM Teknik. Selain itu, kemandirian dalam penyediaan sarana dan prasarana, khususnya fasilitas laboratorium juga menjadi prioritas utama.

Bagi Unesa, kehadiran S1 Teknik Pertambangan bukan sekadar penambahan program studi baru. Lebih dari itu, program studi ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten bagi sektor strategis. @TimHumasUnesa

id_IDID